* GUS DUR TERDESAK DAN KWIK MUNDUR, BAGAIMANA MEGAWATI?

Benarkah Menko Ekuin Kwik Kian Gie mundur karena memang ia sendiri
berkehendak demikian, atau karena didesak untuk mundur? Yang jelas,
kini mulai terlihat betapa Presiden Abdurrahman Wahid terdesak karena
sudah dikudeta secara konstitusional oleh MPR. Lebih lanjut, rekan
Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta


Kalau Presiden Gus Dur marah maka orang kuatir bahwa puluhan ribu
warga Ansor dan Banser NU yang diam-diam sudah masuk ke Jakarta akan
ikut marah. Tapi anehnya ada saja anggota DPP Golkar yang mengatakan:
 "Banser itu hanya gertak sambel saja. Buktinya ketika 150 kyai NU di
bunuh di Banyuangi, Ansor dan Banser hanya berdiam diri saja. Lagi
pula orang-orang Jatim dan Jateng ini harus melalui wilayah Jawa
Barat yang dikuasai Golkar", katanya.

Memang sejak kemarin sementara elit politik mulai kuatir melihat
memburuknya hubungan antara Gus Dur dan Mega karena dipanas-panasi
sejumlah tokoh Golkar dan militer. Dalam suatu acara di bandung,
kemarin Gus Dur mengatakan: "Saya akan berjuang mati-matian."
Presiden Gus Dur tiba-tiba berbicara begitu keras, karena memendam
kemarahan. Ia merasa diperas secara politis. Gus Dur menolak gagasan
soal pemisahan tugas antara kepala negara dan kepala pemerintahan.
"Saya harus menolak gagasan pembahasan Tap MPR yang masuk ke tata
tertib tanpa melalui Panitia Ad Hoc I," ujar Gus Dur saat memberikan
amanat dalam acara Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di
Kampus ITB, Bandung, Kamis  kemarin. Gus Dur menilai gagasan tersebut
melanggar UUD 1945. "Dengan segenap cara dan kemampuan untuk
menentang itu, akan saya lakukan, karena itu mengebiri aturan. Tidak
bisa hal itu dimasukkan ke dalam acara persidangan  semaunya," kata
Gus Dur. Ia menganalogikan dengan dirinya yang juga tidak bisa
memasukkan agenda pembahasan pencabutan Tap MPRS XXV/1966 tentang
pelarangan komunisme. Presiden saja tidak bisa memasukkan agenda
semaunya, maka siapa pun juga tidak bisa, tegas Gus Dur.

Gus Dur bertekad akan berjuang mati-matian untuk menentang usulan
yang tiba-tiba mencuat di tengah Sidang Tahunan MPR itu. Yakni usulan
agar presiden dan wakil berbagi tugas. Presiden memegang kepala
negara dan wakil presiden sebagai kepala pemerintahan yang dituangkan
dalam suatu Tap MPR. Hal yang sama pun dikemukakan Presiden kepada
Ketua MPR Amien Rais dalam suatu pembicaraan tertutup kemarin. Pakar
hukum Harus Al Rasyid kemarin dalam suatu wawancara telpon mengatakan
apa yang sedang terjadi sekarang merupakan kudeta konstitusional. Dua
pakar politik PDI Perjuangan yang kini sudah tidak berperan lagi
dalam lingkaran dalam Megawati mengatakan, sekarang ini Megawati
sudah didekati kelompok pengusaha dan militer garis keras yang ingin
mendesak agar peran Gus Dur dibatasi. Mereka melihat bahwa kinilah
saatnya Mega menyusun kabinetnya sendiri.

Sehubungan dengan itu langkah pertama yang dilakukan adalah dengan
mendesak Menko Ekuin Kwik Kian Gie untuk mundur. Langkah Kwik mundur
diri dari kabinet Gus Dur akan diikuti oleh menteri-menteri lain atas
petunjuk Megawati. Hingga kemarin Megawati bertahan pada posisinya
untuk memasukkan lima menteri PDI pada departemen-departemen yang
strategis. Sebaliknya Gus Dur bertahan dengan susunan kabinetnya.
Kalangan-kalangan yang dekat dengan Megawati melihat bagaimana Gus
Dur kini sudah dalam keadaan yang terjepit. "Tapi tampaknya dia tidak
mau mengalah", katanya. Kedua belah pihak kini menyodorkan kabinet
masing-masing. Jadi hubungan mereka sudah tidak seperti dulu lagi",
tambahnya. Kini ada yang menganggap Gus Dur lah yang  menang.
Sebaliknya para penantang Gus Dur bilang Mega yang akan menang,
karena dekat dengan militer garis keras.

Ketua MPR, Amien Rais kemarin mengaku terkejut mendengar berita Menko
Ekuin Kwik Kian Gie mundur. Jika tindakan Kwik ini menular kepada
rekan-rekannya di Kabinet Persatuan Nasional, Amien meramal akan ada
gempa poltiik kecil-kecilan dalam pemerintahan Abdurrahman Wahid.
"Pemerintahan akan mengalami gempa politik kecil-kecilan," katanya
usai Rapat Paripurna MPR yang mendengarkan pemandangan umum
fraksi-fraksi soal amandemen UUD 1945 sore kemarin. Amien menyadari
bahwa Menkeu Bambang Sudibyo bakal digusur dari Kabinet "Abdurrahman
Wahid". Inilah yang mencemaskan Amien, jika Bambang mengikuti jejak
Kwik. Amien tetap berusaha mempertahankan Bambang yang berasal dari
PAN, meski mendapat tekanan keras dari Presiden. Tentang kinerja
Kwik, Amien menilai Kwik adalah orang yang jujur, berkualitas,
berdedikasi, bahkan memiliki reputasi internasional. Di samping itu,
Kwik juga dikenal sebagai tokoh reformis. Oleh karena itu, dia
menyesalkan atas mundurnya Kwik dari Kabinet Persatuan Nasional.
Untuk mencegah para menteri rame-rame menyusul Kwik, Amien
menyarankan agar Presiden melakukan damage control atau pengendalian
kerusakan. Dengan cara tersebut setidaknya diharapkan kerusakan dalam
pemerintah sekarang akan menciut.

Di tempat terpisah, anggota F-PDIP Theo F. Toemion sangat menghargai
sikap mundurnya Kwik. Menurut dia alasan pengunduran diri Kwik
lantaran dia memberikan kesempatan kepada Abdurrahman Wahid dan
Megawati untuk memilih penggantinya secara leluasa. "Untuk itu Kwik
memilih mundur dulu," ujarnya. Sedangkan kalangan anggota MPR lain
menilai, penugasan Presiden Gus Dur kepada Wapres Megawati,
menjalankan tugas-tugas keseharian pemerintahan, secara tidak
langsung mengokohkan Mega, jadi presiden bayangan. Sekretaris Fraksi
Utusan Golongan, Nursyahbani Katjasungkana kepada pers mengatakan,
"Akhirnya Megawati bisa jadi  presiden yang riil." Dengan penunjukkan
Wapres Megawati sebagai pelaksana pemerintahan, menurut Nursyahbani,
maka perempuan dapat mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin
negara.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke