aku hanya mengamati para pengamat itu,
ada yang mengomentari karena berdasarkan expertisenya,
ada yang karena moralnya,
ada yang karena popularitas,
ada yang karena uang,
ada yang karena ketakutan,
nah beberapa pengamat yang punya moral dan expertise,
meskipun secara teknis mengkritik gus dur,
karena kenyataannya belum benyak kemajuan,
pada dasarnya mereka masih mendukung gus dur......
dan menyayangkan permainan kekanaka-kanakan politisi partai,
dan yang ada di dpr-mpr.....
jadi semacam loyalis kritis.....
kayaknya seperti arbi dan pabottinggi,
juga rama magnis......
kang rewanda-mu piye, mBah ?
mBin
-----
----- Original Message -----
From: mbah soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
oalaah,
mas mbin.... mas mbin
mangkanya aku pernah posting masalah pengamat
politik ini. ada dua yang menarik memang.
yang pertama ya bang sanit ini.
kedua pak rewanda... eh.. maksutnya riswanda.
sekarang beliau berdua memainkan peran
kebalikan dengan peran para beliah sebelum
pemilu atau paling tidak sebelum GD di-jadi-jadi-kan
sebagai presiden.
tapi nggak apa-apa kan, wong bang sanit itu
malah menunjukkan ke-sadarannya, sekarang.
beberapa komentar beliau di media cetak sejak
pak AR pengin njewer GD sehingga jadi sadar,
memang semangkin meninggalkan PAN kok.
lha dulu kan pak AR masih berpeluang buat
mresiden? wong pemilinya belon berlangsung.
gitu lho mikirnya orang gebleg...
mBah Soeloyo
moderator [EMAIL PROTECTED]
http://www.egroups.com/group/wjseto
HP: http://io.spaceports.com/~wojoseto
http://io.spaceports.com/~wongjawa/horti (belum jadi
bener)
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!