Sabtu, 12/8/2000, 11:12 WIB
'Kwik mundur, pancingan politik keluarkan menteri Poros Tengah'
Laporan Eko Warijadi


satunet.com - Mundurnya Kwik Kian Gie dari posisi menko ekuin hanyalah
pancingan politik agar menteri-menteri di Poros Tengah ikut menarik diri.

Menurut anggota Fraksi Partai Golkar Yahya Zaini, apabila menteri-menteri di
Poros Tengah, seperti Bambang Sudibyo (menkeu) dan Al Hilal Hamdi (mentrans)
dan lainnya menarik diri, hal itu akan memuluskan skenario bangunan kabinet
baru tanpa melibatkan Poros Tengah.

"Apabila menteri-menteri dari Poros Tengah keluar, bisa dipastikan mereka
tidak akan ditarik kembali ke kabinet, dan dalam hal ini Presiden Gus Dur
tidak akan berada pada posisi yang memecat," katanya di Jakarta, Sabtu
seraya menambahkan bahwa Kwik Kian Gie bisa saja ditarik kembali dalam
kabinet baru.

Sementara sumber-sumber lain mengatakan restrukturisasi kabinet mendatang
memang tidak akan melibatkan partai-partai di Poros Tengah, seperti dari PAN
dan PPP.

"Kabinet itu akan dibangun dari sumber daya PDIP, PKB dan Golkar, yang
merupakan tiga kekuatan pokok di legislatif saat ini, sehingga Kwik
'diperintahkan' untuk mundur supaya memancing menteri-menteri lain dari
Poros Tengah ikut keluar," kata sumber yang tidak bersedia disebutkan
namanya itu.

Namun skenario ini sempat tercium oleh Poros Tengah, dalam hal ini Amien
Rais (PAN), sehingga dalam pertemuan konsultasi antara Amien Rais dan
Bambang Sudibyo diputuskan agar Bambang tidak mundur dari jabatannya untuk
menghindari jebakan politik semacam itu.

Disebutkan juga apabila Gus Dur terpaksa memberhentikan menteri dari Poros
Tengah ada alasan dari Poros Tengah untuk "menggempur" pemerintahan Gus Dur
dan Megawati. Oleh karena itu untuk menghindari serangan tersebuit, maka
dicari cara lain yang lebih samar-samar yang tidak terkesan memecat.(trm)



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke