Setelah sepuluh bulan, kecuali yang picek-picik buta hati, masyarakat pada umumnya jadi tahu. GD memang tidak mampu alias memble. GD malahan menanam pohon KKN varietas baru yang amat subur. GD menjadi sumber masalah baru diatas ribuan masalah yang melanda negeri sengsara ini. Maka, Alhamdulillah. Kecuali fraksi PKB yang terpaksa memilih jadi begundal GD, semuanya sepakat buat meng-amputasi GD ( istilah koran Rakyat Merdeka kemarin ). Yang jadi masalah cuma caranya. Tegas-lugas atau Etis-Timur penuh perasaan. Yang memilih cara pertama, cara Sutan Takdir, adalah Fraksi PPP dan Fraksi Reformasi. Yang pilih cara kedua, cara Jawa, adalah Fraksi PDIP, PBB, Utusan Daerah, dan Fraksi Golkar. Yang pertama cara Tap Khusus: Pengalihan kewenangan diataur dengan TAP Khusus. Yang kedua pengalihan kewenangan diatur dengan Tap Rekomendasi. Namanya juga Rekomendasi. Tentunya bermakna usulan. Tapi PDIP yang mengalami babak-belur memalukan dalam kerjasama dengan GD, tidak mau begitu saja sekali lagi di cocok hidung kerbaunya oleh jurus mabuk-nya GD yang jahat itu. Menurut jurubicaranya, Tap Rekomendasi akan diatur supaya mengikat. Ya sami mawon. Cara Jawa itu memang lebih panjang sedikit, tapi menghindari luka dan antem-anteman. Nguler , tapi bakalan efektif, katanya. Rupanya Megawati akibat dijadikan bulan-bulanan guyonan GD akhirnya bisa marah dan keluar tanduknya. Ingat pula bagaimana "anak-nya" , Laksamana di fitnah dibuang dalam got. Bagaimana Kwik tidak diajak omong oleh GD berbulan-bulan ?. Megawati tidak mau diakali lagi diberi kedudukan cuma memimpin rapat orang-orang sampah yang dipilih GD dari lingkaran KKN seperti Rozy dan Prijadi. Biarpun Megawati kita ketahui seorang yang terbatas sekali kemampuan analitisnya, siapa bilang tidak bisa belajar. Ikan Dolphin di Ancol pun bisa diajari berhitung sederhana asalkan kita tekun mengajarinya. Maka PDIP yang seiring Megawati mulai belajar giat-tekun untuk keluar dari kejumudannya, akan memikirkan TAP Rekomendasi yang mengikat tangan, kaki, maupun pikiran GD yang sudah menjadi beban tersebut. PDIP pun tahu betul, bila Mega gagal total dalam tugasnya yang dilimpahkan kepada nya, apa lagi yang mau dijual ? Megawati adalah the-only-asset yang ada, harus dijaga bagaikan mutiara. Theo Syafei? Taufik Kemas ? ....Ah, anda cuma ngeledek saja !? Cukup lah ! Saya sudah tidak tahan ! PDIP dan kita semua sudah belajar. Orang yang lolos pilihan tidak lagi diberi cek kosong. GD yang dipilih dengan demokratis dan kelegaan luarbiasa, tetap diikuti dengan seksama. Kalau tidak mau serius, nggak mau repot-repot, gendeng-gendengan, rapotnya jeblok ya harus diamputasi. Demikian pula Mega. Tentunya kita semua tidak ada kecuali secara ikhlas akan menerima permintaan mundurnya dari jabatan, bila itu dilakukan Mega karena gagal total. Atau akan diamputasi dan dilempar kedalam got kalau ngotot tidak mau karena tidak menyadari kemampuannya. Tentu... Tentu Mega akan kita pilih dua kali kali sesuai konstitusi bila beliau menunjukkan kemampuan yang meyakinkan. Hidup PDIP ! Wassalam Abdullah Hasan. ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
