On Mon, 21 Aug 2000 08:09:54 +0700, [EMAIL PROTECTED] wrote:
> GN Wrote :
> Salah satu usul yang pernah saya dengar, dan kiranya
> layak dipertimbangkan, dalam mengantisipasi kejadian
> seperti di Ambon, Makasar dan Poso adalah dengan
> menghilangkan kolom Agama di KTP. Masa melalui razia
> KTP tersebut, lalu tertulis sesuatu nama agama
> tertentu di kolom keterangan Agama, sudah menyebabkan
> dia, setidaknya babak belur (dan maksimal mati).
>
> Benny :
> Percuma Pak,
> Kalau memang niatnya mo mem-babak-belurkan yang tidak seagama banyak cara
> dilakukan untuk merazia selain KTP. Misalnya seperti membuat suatu
> pertanyaan tentang agama mereka yang sebagian besar umat lain nggak tahu.
>
> Tapi penghilangan kolom agama ini baik juga misalnya untuk menghilangkan
> sedikit pengkotak-kotakan orang berdasarkan agama.
>
> Mendingan kita tingkatkan aja pendidikan dan akhlak di masyarakat kita.
---------------
Benny betul. Kalau maunya memang mau ambleg-amblegan, cukup tersedia cara
untuk melakukannya. Jangankan yang agamanya beda, sedang seagama saja masih
banyak bolongnya. Yang tak bolong pun juga bisa punya macam-macam cara
penafsiran, yang antara lain dicontohkan pada banyaknya mazhab, aliran. Jika
memang ada 'kewajiban', lalu kira-kira di bagian manakah harus dipilih, agar
pas dengan para 'polisi syariah' yang entah muncul dari pihak mana.
_______________________________________________________
Say Bye to Slow Internet!
http://www.home.com/xinbox/signup.html
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!