Di sekitar lingkungan kompleks rumah ada orang gila, yang cukp tua.
Keponakan saya, 3 tahun, menyebut dengan istilah 'mbah bayut', yang oleh
karena itu sering ia pakai untuk mengolok-olok kakak-kakaknya dengan sebutan
'mas gendut bayut'. Ia sering jalan sambil ngomel ndak karuwan. tapi apa pun
yang diomelkannya, siapa menaruh perhatian?
Coba mbah Soel, yang 'amat terdidik', tiba-tiba nantangin kita semua dengan
istilah perangguran, pakai bahasa Jepun pulak, ndak dibilang gendheng udah
untung tuh si mbah-nya.
Jadi pelawak kok ndak mau diketawain. Lha lebih dekat ke lucu dibanding ke
benernya, kok. Kalau banyak orang malah ketawa, maka itu artinya lawakannya
manjur sekali. Mengelak kayak apa juga, pasti kena cap pelawak.
Tapi ini aku cerita 'mbah bayut', lho. Bukan 'WAM bayut'
------Original Message------
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: August 22, 2000 3:55:17 AM GMT
Subject: [Kuli Tinta] Bungkam
Sudah sekian hari saya menunggu jawaban atas tantangan yang saya berikan,
buat mbah Soel dan mereka yang dengan suka citanya _mengeroyok_ saya atas
posting kapal selam: tahukah mereka bagaimana _dinding_ kapal selam itu
disebut. Atau, tahukah mereka bahwa istilah teknis _baling-baling pesawat_
itu adalah _propeller_?
Tidak ada jawaban mereka. Saya yakin, mereka bukannya tidak memperhatikan
_tantangan_ saya. Mereka memang tidak tahu.
Sebagai orang yang tidak berhubungan dengan dunia militer bawah air, tidak
ada tuntutan buat mereka supaya tahu istilah itu. Hanya sikap pongah
mereka, yang menertawakan ketika ada yang menyebut _access hatch_ sebagai
jendela, membuat mereka pantas untuk ditanya istilah yang sama mudahnya
dengan _jendela_. Dinding kapal (selam). Nyatanya mereka tidak tahu.
Apakah mereka juga akan tergelak-gelak menertawakan _ketololan_ mereka?
Bahkan seorang yang _amat terdidik_ (begitu prof MT Zen mengajarkan kami
untuk memanggil seorang doktor) pun terjebak. Menertawakan pemakaian
istilah _jendela_ tanpa menyadari bahwa dia pun sama awamnya dengan
pembuat posting (bukan saya) yang ditertawakannya itu. Dinding kapal.
Ternyata dia juga nggak tahu apa istilahnya. Apakah kalau disebut
_dinding_ terus konotasinya dinding bata? Logika tolol macam ini yang
dikembangkan dalam diskusi tempo hari. Hanya karena menyebut _jendela_
terus dikonotasikan dengan jendela rumah.
Begitu bernafsunya mereka _mengeroyok_ saya sehingga note yang saya tulis
di atas posting pertama saya sama sekali tidak diperhatikan.
Dalam hal ini, mereka tidak paham bahwa saya pernah menulis ratusan
artikel teknologi militer. Termasuk mengenai kapal selam. Dikiranya saya
lebih tolol, sekurangnya sama tololnya, dengan mereka. Tidak tahu gimana
awak kapal selam keluar masuk. Lebih parah lagi yang menceritakan bahwa di
masa lalu ada kapal selam RI bernama Monginsidi. Dikiranya saya nggak tahu
aturan penamaan kapal perang RI. Aturan penomoran lambung kapal pun saya
paham.
Bungkamnya mereka yang kemarin _mengeroyok_ saya, cuma membuktikan satu
hal: mereka sama tololnya dengan si pembuat posting kapal selam yang saya
forward. Kalau tidak malah lebih tolol. Biar kata dalam disiplin ilmu yang
mereka pelajari secara formal mereka pantas mendapat julukan : yang maha
terpelajar.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________
FREE Personalized Email at Mail.com
Sign up at http://www.mail.com/?sr=signup
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!