--- [EMAIL PROTECTED] wrote:> Padahal semua ulama Islam tahu bahwa khotbah > itu bagian dari sholat > jumat. Kalau ada nyali untuk keluar meskipun > sendirian ya bagus. > > Memang, pertama milih masjid yang netral. Kedua > kalau di dalam masjid > yang kita pilih itu terjadi provokasi, bila ada > nyali ya ditinggalkan. > Cari masjid lain, bila sudah bubar ya > sembahyang duhur di rumah. > > Terima kasih, > chodjim > > ------------- Benar-benar saya memperoleh pencerahan yang sangat besar melalui beberapa pendapat para sahabat sekalian. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya guna memperbaiki sikap keimanan dan keagamaan saya selanjutnya. Untuk hal yang terakhir, 'jika sudah bubar sembahyang duhur di rumah', maka saya jadi ingat, juga masih khatib di mushola yang sama, tapi orang lain. Dia adalah seorang habib, dari Ambon. Suaranya keras bak guntur kalau sedang khotbah. Iramanya cepat dan meledak-ledak. Wah, kalau dia yang sedang khotbah, maka terasa betapa kecilnya aku dan keislamanku. Hampir percuma saja semua ritual yang selama ini aku jalani. Salah satu yang membekas di hati ini adalah 'kalau di rumah itu ada yang tak menjalankan sholat, bahkan pembantu sekalipun, maka percuma sholat dan ibadah saya, sudah jelas neraka' katanya. Wah, gawat ini. Kalau anak-anak atau istri bisa aku suruh dan jaga sholatnya. Lha ini sampai ke pembantu segala. Ya rada repot aku. Lalu, soal sholat Jumat. Kata beliau, 'tak ada Duhur pada hari Jumat. Kalau ia batal atau tak mengikuti sholat Jumat tersebut, sama sekali tak bisa ditukar dengan Duhur di rumah'. Sekali lagi, mohon pendapat dan petunjuk. ===== Sugih durung karuwan, sombong didisikno... __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Mail - Free email you can access from anywhere! http://mail.yahoo.com/ ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
