Saya CC-kan juga ke milis Kuli Tinta (untuk mas Katon, AC, dll), soalnya
disana terjadi perdebatan yang hampir mirip. Daripada ngetik dua kali...

Bobby:
> Nah, disinilah pokok permasalahan dalam pembahasan
> beberapa topik di milis ini.
> Maaf Mbak Triyatni, kalau saya mengatakan bahwa mbak
> adalah laksana orang buta bercerita tentang gajah.
> Banyak orang tidak tahun permasalahan sebenarnya namun
> ngomong begitu keras dan gencar seakan-akan ilmiah.

Martin:
We're talking about human..

> Tujuh tahun yang lalu saya pernah ke Danau Toba. Pada
> umumnya orang rekreasi ke Danau Toba adalah di daerah
> Parapat dan P. Samosir (melalui Parapat). Sementara
> itu lokasi PT IIU jauh dari Parapat.

Martin:
Saya ke sana hampir setiap tahun!
Lokasi PT IIU tidak jauh dari Danau TOba. Dan DANAU TOBA BUKAN HANYA DI
PARAPAT SAJA BUNG! Danau Toba itu, saking luasnya, berada dalam wilayah 5
kabupaten: Simalungun (ini yang di Parapat), Toba-Samosir (Samosir dan
Balige), Dairi (ini di daerah Silalahi), Tapanuli Utara dan Tana Karo.

IIU berada di Sosor Ladang, Porsea. Jika naik mobil ke Danau Toba Parapat,
hanya 1,5 jam (Kalau ditarik garis lurus, berarti lebih dekat lagi). Dan IIU
ke Danau Toba Balige, lebih dekat lagi, paling hanya 45 menit.

Konsesi Hutan yang bisa ditebang IIU, semuanya berada dalam daerah resapan
air Danau Toba (di lima kabupaten).

> Sementara itu bau methyl merkaptan biasanya berada
> pada daerah sekitar pabrik pada radius 5 - 15 km
> tergantung pola angin di daerah tersebut serta
> konfogurasi topograsi daerah sekitar industri dan
> tinggi cerobong asap yang mengeluarkan bau tersebut.
> Benarkah pada saat PT IIU beroperasi baunya sampai
> mengganggu turis yang sedang berlibur dan berwisata di
> Danau Toba ? Hal ini perlu diteliti lebih jauh dan
> transparan.

Martin:
Menurut penelitian Professor Doktor Firman Manurung (Ahli Kimia dari
Universiti Malaya di Malaysia), bau itu bisa menembus radius 20-30 km,
bahkan karena daerah Sosor Ladang dan Tapanuli yang umumnya seperti huruf
"U", dan IIU pas terletak di daerah dasar huruf "U" itu, maka bau itu akan
berputar-putar saja di daerah tapanuli (tidak bisa terbawa angin). Juga
berbagai gas buangan seperti SO2 dan NOx, dapat menyebabkan hujan asam.
Menurut Professor Manurung, itulah yang menyebabkan mengapa seng (yang
umumnya digunakan sebagai atap rumah) di daerah Toba Samosir, cepat berkarat
dan lapuk.

> Bagi saya, pada saat ini kita harus menegakkan
> kebenaran. Kalau memang benar PT IIU memberikan dampak
> negatif lebih besar dibandingkan dengan dampak
> positifnya, mari sama-sama kita buktikan hal tersebut
> untuk segera menutup industri tersebut. Jangan sampai
> hanya karena adanya sentimen tertentu menyebabkan
> suatu keputusan yang salah.

IIU sudah diaudit oleh Labatt-Anderson, sebuah lembaga auditor lingkungan
yang terkemuka. Juga penelitian dari FKM-UI pada tahun 1989/1990 menyebutkan
bahwa terjadi penurunan kualitas kesehatan masyarakat yang serius pada
radius 20-40 km dari IIU, seperti terjadinya gangguan pernafasan, kulit
serta beberapa jenis bahan kimia (misalnya Chlorine, Pentachlorophenol) yang
menjadi limbah IIU, sifatnya adalah karsinogen (dapat menyebabkan kanker).

Jadi, jangan kira kita cuma berkoar-koar. Cuma sudah terlalu capek saja,
tetapi tidak ada yang mau mendengar.

Mengenai bau yang menurut anda tidak berbahaya. Oke, kita anggap tidak
berbahaya. Tetapi, coba saja anda duduk TIAP HARI, dan TIAP TAHUN di sebelah
orang yang "kentut" (maaf, soalnya bau IIU itu persis seperti bau "kentut")
terus-menerus, dan anda tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali mencium bau
kentut orang itu setiap saat. Apakah anda mau?? Lho, kan kentut itu juga
tidak berbahaya toh?

____________________________________________
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
Faculty of Economics, University of Indonesia.



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke