Riset di Indonesia masih sebatas  nguber 'cum', dan
dana proyek, sehingga tak ada arahan yang betul,
semisal sebuah program riset nasional, begitu, yang
punya arah serta pentahapannya. Ini sangat diperlukan,
agar sebuah riset tak sekedar cuma mau abis-abiskan
anggaran nan terkesan mengada-ada.

Pun demikian dengan silabi pendidikan tingginya.
Mestinya, mereka sejak awal sudah dicekok-i dengan
problem-problem mendasar yang dihadapi oleh bangsa dan
negara ini, sembari dikuliahi sejumlah materi baku
yang terseleksi, untuk mempersiapkan landasan teoritis
mereka, dan berpikir secara metodis.

Ukuran keberhasilan, dan sekaligus anugerah gelar
kesarjanaan yang mereka peroleh bukan sekedar sebuah
tulisan ilmiah (?) berupa skripsi, yang notabene malah
menuh-menuhin perpus semata, tetapi benar-benar sebuah
karya nyata, batu-batu bata yang merupakan bagian yang
nyata untuk membangun sebuah bangunan besar, bernama
Indonesia Raya.

Selain sebuah database rencana riset nasional, yang
dirinci dalam detil-detil riset yang diharapkan, yang
diikuti dengan jadual, nilai (baik Rp maupun kuasi
ilmiahnya), secara bersendiri atau berteman dalam tim.
Database nasional ini hendaknya bisa diakses oleh
lembaga-lembaga riset, perguruan tinggi, atau LSM
serta swasta sekalipun, yang berniat untuk menyumbang
sepotong batu bata bagi bangunan besar tersebut.

Selanjutnya, riset tak sekedar menghasilkan sebuah
laporan riset semata, tetapi juga perlu
ditindaklanjuti dengan plot-plot peragaan, inkubasi
industri, sampai benar-benar menjadi sebuah bangunan
kokoh yang merupakan implementasi nyata.

Program riset nasional tersebut harus selalu dikaji
sepanjang waktu, seiring dengan kemajuan teknologi dan
tren-tren lain yang harus diantisipasi. Ini
dimaksudkan, agar sasaran besar bangunan Indonesia
Raya tersebut semakin kaya, namun tetap terjaga
arahnya.

Landasan utamanya adalah berbasis kepada ketersediaan
dan keunggulan sumberdaya negeri ini, agar jangan
terputus di tengah jalan, hanya karena seretnya
pasokan.

Muhun maaf sebelumnya (karena ikutan bicara serius)

--- Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> --- mBah Soelojo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > (ah sayang banyak yang enggan pulang, dengan dalih
> atmosfir
> > riset di indonesia tidak mendukung.... hehhe gitu
> kan
> > mas Agus Satrio?).
> 
> Aku jangan dibawa-bawa. Lha orang kita itu gumunan
> (gampang terpukau) makanya semuanya dicobak, ya
> terus mau apa. Atmosfir negara maju itu panas
> dingin, karena gumun panas dingin, jadinya pilih
> ikutan panas dingin. Khan beda dengan negara kita
> yang panas segala-galanya. Gerah mbah gak tahan,
> sudah gak cocok, sudah biasa panas dingin. Jadi
> sudah mapan atau barangkali sudah jadi tua dan
> pikun, karena bisanya cuma nyemir sepatu para tuan
> dan puan (kok lebih kere dari yang di tanah air
> sono ya?).
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Yahoo! Mail - Free email you can access from
> anywhere!
> http://mail.yahoo.com/
> 
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia,
> http://www.indokado.com 
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> LAKUKAN SENDIRI 
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Mail - Free email you can access from anywhere!
http://mail.yahoo.com/

->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke