Sukaton wrote:
---dihapus
> Saya jadi teringat anekdot tentang seorang wanita yang mengadukan masalah perkosaan
>(bukan sekedar perselingkuhan) terhadap dirinya.
> Sang wanita akhirnya harus kecewa karena sang hakim memutuskan bahwa si pemerkosa
>tidak bersalah.
> Alasannya adalah, karena dari hasil pemeriksaan terbukti bahwa si wanita tersebut
>waktu diperkosa ikut bergoyang (artinya dia enjoy juga!), bukannya melawan atau
>meronta-ronta.
> Weleh ..weleh.
>
> Sumuhun,
> SKT
Masalahnya sebenarnya bukan pada bersalah atau tidaknya si pelaku. Dalam kasus kita,
ini cenderung seperti kasusnya Clinton (yang kebetulan presiden semoga bukan presiden
kita) - Lewinski. Masalahnya adalah terletak pada moral si pelaku. Bisa kita maklumi
tidak moral seperti itu, menyeleweng dengan istri orang, mengingkari janji.
Di Amerika ukuran moral Clinton (bohong untuk kasus Lewinski) mungkin termaafkan,
paling tidak di Senat (?). Entah disini.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!