Jika pertanyaan ini diajukan kepada Rizal Ramli, sang Menko Keuangan, maka
Anda akan disodori sebuah program, yang terdiri dari 10 poin, yang cukup
untuk melelahkannya. bayangkan, ada upaya penstabilan finansial. Lalu ada
pemberdayaan rakyat kecil, serta upaya pembangunan yang berbasis investasi
dibanding utang. Bayangkan, betapa beratnya.
Jika pertanyaan itu diajukan kepada para legislator di DPR, maka Anda akan
diberikan sebuah program kerja, yaitu kembali lagi ubek-ubek presiden
seputar Bruneigate, Bulogate, yang ada kemungkinan akan membawa-bawa Sultan
Hasanal Bolkiah untuk urusan ini. Kemungkinan lain, pihak luar akan melihat
betapa gamangnya posisi pemerintahan di negeri ini. Maka rencana investasi
pun bakal mereka pikir ulang. Pasti sangat berat dan banyak omong, ya?
Kita pun membayangkan, bahwa ternyata 'investasi' itu kalau di negeri ini
baru berhenti sebagai kata-kata, semboyan, dan hiasan GBHN. Masih jauh dari
harapan.
Bangsa pun akan sibuk sekali dibuatnya.
_______________________________________________________
Say Bye to Slow Internet!
http://www.home.com/xinbox/signup.html
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!