Luar biasa. Demikianlah kesan saya thd. laporan jurnalistik Panjimas.
Sayangnya yang jadi pokok adalah soal ranjang seseorang. Crew Panjimas
dipaksa harus super berhati-hati. Beritanya kan menyangkut orang yang
dipuja sebagai wali oleh ribuan pengikutnya. Menyangkut pula jabatan
presiden yang memimpin 200 juta orang. Keadaan tersebut yang mungkin
menghasilkan laporan yang amat teliti dan tidak sembarangan.
Disamping penelitian terhadap Aryantie sendiri, ada penelitian terhadap
hotel tempat kejadian. Wawancara terhadap pelayan pengantar makanan yang
dimintai tolong melakukan potret yang membuat heboh itu. Terhadap perabotan
yang ada dalam foto ( yang masih sama seperti waktu potret dibuat ).
Terungkap pula bahwa orang se RT pun telah mafhum dan jadi saksi terhadap
hubungan asamara dua sejoli tersebut( rebutan mengintip jendela ketika GD
bertandang kerumah Aryantie). Aryantie pun diberi selamat ketika GD dilantik
jadi presiden.....
Melihat foto dua sejoli yang bikin heboh itu, teman saya yang agak bandel
memberi komentar :" Wah, kelihatannya ini datangnya pake Mikrolet...".
Memang betul , walaupun foto Aryantie di Majalah kelihatan lebih menarik
dibanding yang dalam foto santai bersama itu, dia itu cuma perempuan
sederhana kalangan biasa. Kelihatannya, tidak ada motif apa-apa kecuali
kenangan pahit diingkari janji. Semuanya terjadi karena Yanur bekas suaminya
yang mengusulkan semuanya. Aryati pun kaget tiba-tiba dirubung wartawan.
Kalau motif Yanur ? Wallahu A'lam. Orang wajar saja kalau mencurigai duit
yang jadi motifnya. Dibelakangnya lagi ? Ya sudah terang : Politik.
Aryatie... Engkaulah mawar pujaan... Aryatie.. mengapa kau katakan semua ...
Wassalam
Abdullah Hasan.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!