--- Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya bukan anggota FPI, dan tidak punya sangkut paut
> apa-apa dengan
> organisasi itu. Namun, jika anda bisa memfitnah
> seenak anda, kenapa saya
> tidak?
Nih WAM dasar tulisan saya. Tuh FPI jelas disebut. Dan
mail yang anda forwardkan itu dasarnya juga CPU yang
'dibawa' seperti dalam kronologi ini. Bawa CPU terus
berkoar perkara porno dan ideologi, siapa yang main
fitnah?
--------------------------------------------------
KRONOLOGI DAN PERNYATAAN SIKAP
ATAS PENYERBUAN LEMBAGA MAHASISWA
DI IAIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
JUM�AT, 18 AGUSTUS 2000
Kampus adalah lembaga pendidikan yang Independen dan
merdeka dalam
menjalankan seluruh tugas akademiknya Dalam kaitan
tersebut, maka di
lingkungan tidak boleh ada pihak manapun yang
melakukan intervensi ke
dalamnya dalam bentuk apapun.
Akan tetapi, dengan adanya peristiwa barbarian yang
dilakukan olch
sekclompok massa liar yang mengatas namakan Front
Pembela Islam (FPl)
Yogyakarta sungguh sangat mencoreng kebebasan akademik
dan memerihkan
kesadaran intelektual-kemanusiaan kita. Apalagi
tindakan penyerangan,
penganiayaan, intervensi serta perampasan tersebut
dilakukan di lingkungan
IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang notabenenya
sangat menjunjung tinggi
nilai keagamaan dan kemanusiaan.
Adapun kronologi peristiwa tersebut sebagai berikut :
12.30 Setelah melaksanakan sholat Jum�at,
sekelompok massa sekitar 100
orang, bergerombol di bawah tangga masjid persis
didepan kantor SEMA, DEMA
dan UKM Arena. Segerombolan massa ada yang berseragam
sorban den memakai
sepatu bot, ada yang berpotongan rambut cepak dan
berbadan tegap serta ada
yang memakai pakaian kaos ketat. Rata-rata dari mereka
membawa senjata, baik
berupa pentungan maupun senjata tajam seperti pisau,
pedang dan golok.
12.40 Setelah para jama�ah sholat Jum�at bubar,
segerombolan massa
tersebut mulai memasuki kantor Arena setelah
sebelumnya menggedor-gcdor
pintu arena. Tindakan semacam itu juga dilakukan di
kantor DEMA (Dewan
Eksekutif Mahasiswa), SEMA (Senat Mahasiswa) dan
KORDISKA (Korps Dakwah
Islamiyah). Sctclah bisa memasuki kantor, mereka
melakukan penggeledahan
beberapa perlengkapan kantor seperti membuka beberapa
almari, mengeluarkan
arsip, membuka file komputer untuk dicopy ke disket.
12.45 Sebagian dari mereka menginterogasi beberapa
orang yang kcbetulan
bcrada di kantor Arena dan memaksa mereka untuk
mengaku sebagai orang-orang
yang beraliran kiri dan berafiliasi dengan faham
komunis. Sampai akhirnya,
salah satu dari gerombolan massa tersebut memukul
seorang anggota Arena. Dan
beberapa orang yang lain terus melakukan introgasi
terhadap anggota Arena.
Pada waktu itu pula sebagian segerombolan massa itu
memasuki kantor SEMA dan
mencari ketua senat, akan tetapi karena beberapa hal
ketua senat tidak
berada di tempat. Penggeledahan juga dilakukan di
kantor DEMA sehingga salah
satu dari panitia OSPeK DEMA (percmpuan) yang
kebetulan saat itu sedang
istirahat, mengalami shock dan pingsan. Begitu juga
suasana dikantor
KORDISKA yang kebetulan tidak ada satupun dari
anggotanya berada di dalam,
mereka kemudian mengunci kantor kordiska dan membawa
kuncinyanya. Suasana
saat itu rusuh dan kacau balau karena masing-masing
orang merasa tegang,
khawatir dan ketakutan karena terdengar pecahan kaca.
12.50 Salah seorang anggota kordiska yang kebetulan
bcrdiri di dcpan pintu
Arena dan memegang gagang pintu, langsung dibentak dan
dituduh akan mengunci
pintu Arena. Dia langsung dipukul dan dihantam
kepalanya dengan botol
minuman sprite hingga kepalanya bocor dan hidungnya
retak. Darah mengalir
dari hidung dan membasahi kedua tangan, baju dan
lantai tempat dia berdiri.
Dengan penuh rasa kebingungan dia dibawa memasuki
Arena untuk mencari kapas,
karena tidak ditemukan, labu memanggil KSR untuk
memberikan pertolongan
pertama, karena KSR tidak memungkinkan untuk
memberikan, pertolongan lanjut
dan karena kondisi korban terlihat parah akhirnya
korban dievakuasi ambulans
dan dibawa ke RSU Bethesda. Sementara itu suasana
semakin tcgang dengan
jatuhnya satu korban dan seperti tanpa rasa bersalah
segerombolan massa
tctap meneruskan aktifitas penggeledahan,
penginterogasian dan pengrusakan.
Karena sebagian anggota Arena adalah panitia OSPEK
maka acara yang
dipersiapkan kacau balau tanpa ada satupun yang
mengkoordinir, dan malam
minggu yang seharusnya malam inaugurasi dibatalkan
karena pihak panitia
merasa khawatir akan tcrjadi keributan yang besar
lagi. Penginterogasian
berlangsung cukup lama, mereka berharap banyak
menyerap informasi dan
kawan-kawan yang sedang diinterogasi.
13.00 Penggeledahan tetap dilakukan dan mereka
selalu mengatasnamakan dan
memakai legitimasi Islam dan rektor ( dengan kata-kata
�lha wong rektor saja
sudah nyerahkan sama kami..). Ada yang berteriak bahwa
yang dilakukannya
adalah permintaan dan disetujui oleh petinggi IAIN.
Sementata itu, di luar
segerombolan massa semakin beringas dan mencoba untuk
melakukan teror mental
terhadap bcberapa orang yang sedang menyaksikan
kejadian itu. Dan di dalam
ruangan arena, interogasi tetap dilanjutkan dan bahkan
salah seorang dari
anggota arena ada yang diinterogasi lebih dari satu
jam.
Pertanyaan-pcrtanyaan yang diajukan adalah sekitar
adakah hubungan antara
orang-orang arena dengan partai politik radikal. Dia
sclalu dipojokkan dan
sepertinya di paksakan untuk mengakui memiliki
hubungan dengan partai
politik radikal tersebut. Teriakan�-teriakan dan
stigma-stigma yang
dikenakan kepada orang-orang arena adalah mereka itu
komunis, kiri, Islam
merah, Islam abangan dan lain sebagainya Salah seorang
mahasiswa IAIN yang
memakai kaos dengan gambar bintang langsung diteriaki
komunis dan dipukuli,
Banyak mahasiswa yang diminta mengeluarkan kartu tanda
pengenal (KTP SIM)
dan menyuruh mengeluarkan seluruh kartu yang ada
didalam dompet dan
menanyakan semua kartu nama yang sekiranya nama itu
tidak umum dipakai.
14.00 Interogasi selesai dilakukan dan dengan
berangsur-angsur mereka
mulai meninggalkan ruangan dengan ancaman-ancaman,
Sebelum meninggalkan
arena, sebagian dari mereka ada yang berusaha mengcopy
data-data yang ada di
dalam komputer arena. Karena disket tidak mencukupi
untuk mengcopi seluruh
data yang ada di komputer maka akhirnya CPU arena
mereka bawa. Selain
komputer, mereka juga membawa kaset video, majalah
arena, kliping-kliping
dan mencopot papan nama arena dan sema. Sebelum
meninggalkan wilayah itu
mereka menuntut pemindahan sekretariat-sekretariat
yang bcrada dibawah
tangga masjid dan diberi batas waktu hingga malam,
apabila mereka belum
pindah mereka mengancam akan membakar seluruh
sekrctariat yang berada
dibawah tangga masjid.
14.30 Anggota Arena dan anggota DEMA bisa kcluar
dari ruangan dan
sebagian dan langsung pergi meninggalkan IAIN
15.00 Berita penyerbuan IAIN sudah mulai terscbar
ternyata sampai saat
itu belum ada kejelasan dari pihak rektor tentang
peristiwa terscbut. Saat
terjadi pemukulanpun, pihak rektorat juga tidak
bertindak apa-apa dengan
alasan tidak ada ditempat.
16.00 Suasana masih mencekam dan sebagian mahasiswa
yang pada saat itu
terkena teror masih bercerai berai dan tidak jelas
keberadaannya.
17.00 Sebagian mahasiswa ada yang mencoba
menghubungi LBH dan meminta
bantuan hukumnya.
19.00 LBH menyanggupi dan akhirnya mendampingi
sebagian mahasiswa yang
melakukan pertemuan dengan pihak rektor dikediamannya
untuk meminta
pertanggung jawaban rektor atas intervensi kelompok
luar.
19.00 Pertemuan dengan rektor dilakukan dengan
pembicaraan antara lain
tcntang ;
1. Kronologi penyerbuan kampus IAIN Sunan
Kalijaga
2. Pembacaan dan kcmungkinan identitikasi
pelaku
3. Kalkulasi kemungkinan pengambilan solusi
Pertemuan selesai dengan kesepakatan sebagai berikut :
1. Bahwa penyelesaian persoalan dengan tindak
kekerasan sangat
disesalkan.
2. Oleh karena itu hal tersebut tidak boleh
terulang lagi.
3. Untuk pembahasan lebih lanjut rektor akan
mengumpulkan para
purek dan pudek dilingkungan IAIN saat itu juga.
20.29 Bebcrapa mahasiswa dan LBH yang berdialog
dengan rektor keluar
untuk mengantar LBH pulang sembari menunggu kehadiran
para purek dan pudek.
20.40 Beberapa mahasiswa kembali kerumah rektor
untuk mcngadakan
pembicaraan lebih lanjut. Kctika masuk sudah menunggu
didalamnya adalah
rektor dan purek I.
21.00 Mahasiswa meminta ijin pergi karena
hitungan-hitungan keamanan dan
mahasiswa menyampaikan 2 hal yang harus diperhatikan
dalam perbincangan
dengan para purek dan pudek, yaitu ;
1. Bahwa kasus penyerangan terjadi dilingkungan
kampus IAIN yang
notabene diwilayah yang menjadi kewenangan rektor.
Oleh karena itu, keamanan
kampus menjadi tanggung jawab rektor dan rektor harus
menjamin keamanan
kehidupan akademik kampus.
2. Agar tidak menimbulkan konfik lebih jauh
maka mahasiswa menawarkan
rekonsiliasi.
21.10 Belum sempat mahasiswa yang berada di
dalam meninggalkan
ruangan, datang lagi bebcrapa mahasiswa bersama dengan
Purck III dan Pudek
III Fak Syari�ah
21.20 Datang lagi pudck III Fak. Ushuludin dan
pembicaraan segera
dilanjutkan kembali dengan berusaha mengumpulkan data
dan berbagai pihak.
22.00 Datang dua orang satpam dengan
terburu-buru untuk melaporkan
kondisi kampus yang semakin mencekam karena kerumunan
massa di dalam kampus
semakin banyak. Mercka berjumlah sekitar 200 orang dan
membawa senjata
tajam. Satpam sempat berdialog dengan segerombolan
massa tersebut dan
segcrombolan massa itu menuntut pengosongan
sekretariat Lembaga
Kemahasiswaan dan UKM yang berada di sektor bawah
masjid.
22.20 Disepakati dua orang satpam
tersebut bersama purek III
keluar untuk menemui dan berdialog dcngan segeromholan
massa,
22.25 Perbincangan dilanjutkan kembali
sambil menunggu hasil
dialog purek III dan satpam dengan segerombolan massa
23.30 Purek III kembali bersama empat satpam
dcngan membawa beberapa
informasi sebagai berikut:
1. Massa menuntut pengosongan terhadap
sekretariat lembaga
Kemahasiswaan dan UKM yang berada disektor bawah
masjid. Kalau tidak mereka
mengancam akan menyerang kembali dengan membakar
kampus IAIN.
2. Mereka mengaku sebagai pelaku tindak
kekerasan yang terjadi pada
siang hari itu.
3. Sekelompok massa tersebut
mengaku/mengatasnamakan FPIY (Front
Pembela Islam Yogyakarta
Sebelum peristiwa tcrscbut, sebenarnya sudah berulang
kali terjadi teror
terhadap elemcn lembaga mahasiswa (Sema, Dcma dan
Arena) dalam bentuk
pemukulan dan beberapa massa membawa senjata tajam
keliling kampus. Ini
menjadi pertanyaan besar, apakah seluruh kejadian
tersebut memang berangkai
dan saling berkaitan secara sistematis?
Berangkat dari kronologi di atas, kami menyatakan
sikap :
1. Mengutuk keras segala tindakan intervcnsi ke
dalam kampus, apalagi
disertai dcngan aksi kekerasan, pcmukulan, dan
perampasan.
2. Mengutuk tindak premanisme yang mcngarah
kepada kriminalitas dan
mengancam keselamatan hidup orang lain.
3. Menuntut pertanggungjawaban rektor sebagai
penanggungjawab
tertinggi di IAIN atas segala kekerasan yang terjadi
di kampus IAIN Sunan
Kalijaga,
4. Menuntut rektor untuk menyelesaikan
persoalan kekerasan ini dengan
jalur hukum
Jum�at 18 Agustus 2000
Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN
Okta Rijaya
Ketua
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Mail - Free email you can access from anywhere!
http://mail.yahoo.com/
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!