>Rabu, 6 September 2000

Tim Ekonomi Minta Dukungan Konglomerat

Jakarta, Kompas

Tim ekonomi kabinet pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid
meminta dukungan dan kerja sama dari para konglomerat agar dapat
menjalankan program-program ekonominya. Permintaan dukungan
itu disampaikan di Jakarta, dalam pertemuan Tim Ekonomi
Pemerintah dengan para pengusaha yang sebagian sahamnya
dimiliki Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Selasa
(5/9).Sementara itu, sumber Kompas dari kalangan pengusaha yang
ikut hadir pada pertemuan tertutup tersebut mengatakan, dalam
pertemuan itu ada kesempatan baru (new deal) antara Tim Ekonomi
Pemerintah dengan para konglomerat untuk sama-sama
meninggalkan sikap saling caci-maki dan saling menyalahkan seperti
terjadi di masa lalu.
-----------dipotong-----------------
Mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie yang dimintai tanggapannya,
kepada Kompas menuturkan, seluruh rakyat Indonesia harus
menyambut gembira kesepakatan antara Tim Ekonomi dengan
konglomerat untuk "melupakan masa lalu". Para konglomerat itu,
kata Kwik, selama Orde Baru dianggap sebagai mesin pertumbuhan
ekonomi.

"Indikatornya jelas, yaitu seperti dikemukakan Ginandjar
Kartasasmita saat masih menjabat Menko Ekuin, bahwa 0,21 persen
dari jumlah pengusaha itu menghasilkan 61,8 persen Produk
Domestik Bruto (PDB). Jadi, andil mereka luar biasa," ujarnya.
==============================================================
HP:
Akhirnya apa yang dicemaskan datang juga. Inilah kemenangan para
konglomerat. Gus Dur cuma seorang reformis gadungan. Kesepakatan baru
tentunya tidak berupa cek kosong. Sebagian dari konglomerat adalah
kriminal. 

Pengalaman Ciganjur I dan pertemuan Jogja membuktikan. Banyak orang
terilusi duet Gus Dur-Mega. Padahal Gus Dur, Amien, Mega, Akbar
hanyalah reformis gadungan yang tunduk pada IMF, World Bank, dan
akhirnya konglomerat. Orang pernah kasih label Gus Dur demokrat tulen
karena melakukan demiliterisasi. Padahal issue demiliterisasi hanya
untuk mendapatkan legitimasi. Seorang presiden yang bersepakat dengan
IMF, pasti akan melakukan kompromi dengan militer.

Rakyat makin susah. DPR cuma mikiri diri sendiri. Gus Dur sibuk
bermanuver untuk menyelamatkan diri.

HP


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Mail - Free email you can access from anywhere!
http://mail.yahoo.com/

->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke