Saya tadi mengikuti penjelasan ilmiah dokter pribadi HMS secara
bertahap dan secara kronologis dokter itu menjelaskan penyakit
bawaan sejak dahulu kala hingga ketika menjadi Presiden dan saat
ini.

Reaksi saya, pertama informasi dokter itu kini telah menjadi
public domain dan boleh diuji oleh siapa saja (termasuk dari luar)
dengan resiko bagi dokter tersebut sangat besar terutama bagi
karirnya bila ternyata penjelasannya ada yang tidak benar secara
klinik kedokteran. Saya memprediksi 95% informasi itu benar.

Kedua, kronologi penyakit menjelaskan bahwa sebelum diangkat
sebagai presiden yang terakhir itu HMS sudah menderita berbagai
penyakit dan sangat riskan untuk memimpin negara ini. Padahal,
para elit politik Golkar dan Politik Militer AD saat itu
menyatakan bahwa HMS sehat. Bahkan test kesehatan juga
merekomendasi. Kalau begitu, mereka pasti telah berbohong pada
saat itu dengan membuat permainan politik bagi bangsa ini untuk
kepentingan sesaat mereka.

Oleha karena tu, mengapa kebohongan itu tidak di cross check
dengan status kesehatan HMS itu untuk menuntut para elit politik
dan militer AD yang telah memanipulasi data kesehatan HMS pada
saat itu hanya agar HMS bisa menjadi presiden.

Benar sekali Bung Andriecht, yang khawatir sekarang ini bukan Pak
Harto secara pribadi namun keluarga, inner circle, kroni, dan para
elit politik yang pada saat itu beramai-ramai mendukung Pak Harto
dengan dalih demi kepentingan bangsa dan negara namun sebenarnya
hanya untuk kepentingan diri sendiri dan kepentingan politik
sesaat mereka. Fakta telah tergelar, uang masih berlimpah.....
saya yakin bahwa mereka akan berusaha dengan sekuat tenaga dan
dana yang mereka miliki untuk melindungi kepentingan mereka.

Atambua, menurut saya hanyalah salah satu skenario. Terima kasih
Medan yang tidak mudah tergoncang. semoga daerah lain dan
masyarakat semakin menyadari bahwa memang ada kelompok yang
berkehendak untuk membuat negara ini kacau paling sedikit seumur
mereka sehingga masa lalu mereka akan terputihkan seperti para
politisi yang ada di DPR/MPR itu.


----- Original Message -----
From: Andriecht <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, September 14, 2000 11:58 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] 'Surat Dokter'


Salam,

Dokter-nya Pak harto kan berbeda dengan dengan dokter-dokter
seperti itu,.
Kasihan juga Pak Harto, sudah tua,..masih dicurigai juga, kalau
menurut
pendapat saya
kroninya Pak harto itulah biang segala bencana, memanfaatkan
kesempatan
dalam kesempitan
demi kesenangan kelompoknya dan Pak Harto itu hanyalah alat saja,.

Demikianlah,.


----- Original Message -----
From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
To: Perspektif Mailing List <[EMAIL PROTECTED]>; Kuli Tinta
List
<[EMAIL PROTECTED]>; Economist List
<[EMAIL PROTECTED]>; HKBP
Mailing List <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, September 14, 2000 10:21 AM
Subject: [Kuli Tinta] 'Surat Dokter'


> Soeharto tidak bisa hadir lagi di persidangan karena menurut
"Surat
Dokter",
> dia sakit..
>
> ***Saya jadi inget masa-masa sekolah dulu. Kalau ada kepentingan
lain,
maka
> saya bolos sekolah. Dan begitu masuk, saya membawa "surat
dokter" yang
> memberi keterangan bahwa saya sakit (padahal sih, sehat-sehat
aja).
Ternyata
> gampang kan "surat dokter" itu?
> ____________________________________________
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> Faculty of Economics, University of Indonesia.
>




->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke