On Tue, 19 Sep 2000 13:40:36 +0700, [EMAIL PROTECTED] wrote:

>  Sebagai tambahan dari forward WAM: Diam-diam lasykar...", saya ikutan
kasi
>  forward yang senada: keluhan dan uneg-uneg dari arah kalangan islam.
>  
>  Dalam forum dialog multi etnis , multi agama, multi ideologi semacam
>  kulitinta kita ini, seyogyanya tulisan khas seperti itu disambut dengan
>  hangat. Dari situ kita bisa sedikit mengetahui apa yang berada dibalik
>  kepala macam-macam orang. Apa yang berada di dalam hati orang lain.
>  Tentunya kita pun menjadi tahu dasar dari keresahan orang lain, dasar
dari
>  tindakan orang lain.  Kita pun kalau mengerti ada informasi yang kurang
>  tepat bisa memberikan informasi yang lain .
>  
>  Kecenderungan yang saya lihat selama ini adalah
>  bahwa kita selalu saja lebih gembira, atau lebih tenang , bila isi
posting
>  tidak jauh dari isi kepala kita. Jadi merupakan pembenaran dari keyakinan
>  yang selama ini kita anut. Lalu seperti anak-anak, ramai-ramai kita
bertepuk
>  tangan menyatakan persetujuan dan dukungan. Bila ada sesuatu pandangan
yang
>  "asing" di telinga kita, secara sederhana kita akan menggapnya sebagai
>  menyebar permusuhan dan sebagainya. Kemudian ramai-ramai dengan
>  kekanakan bikin "kapal selam"  nyanyi ledek-ledekan.
>  
>  Kenyataan yang ada ialah, bahwa sebetulnya kita belum tahu benar
satu-sama
>  lain. Kita ini belum tahu benar seperti apa yang terjadi disekeliling
kita.
>  Bagaimana kita bisa saling menghormati kalau baru bisa menghormati diri
>  sendiri ? Bagaimana kita bisa menghormati orang lain kalau yang kita tahu
>  baru keluarga kita sendiri?
>  
>  Kita selalu saja masih suka ngobrol dengan yang kita suka saja. Yang Jawa
>  dengan yang Jawa. Yang Islam cuma dengan yang Islam ( aliran tertentu)
saja.
>  Yang Kristen, masih perlu sekali ngomong sendiri, dsb.
>  
>  Kita barangkali belum tahu arti  d i a l o g .  Kita barangkali sama
sekali
>  tidak peduli kepada perasaan "orang lain". Yang manusia adalah cuma saya
dan
>  konco saya. Tunggu saja tanggal mainnya : bantai dan Habiskan....
>  
>  
>  Wassalam
>  Abdullah Hasan.

--------

Bpk. Abdullah Hasan, yang saya hormati.
Terimakasih atas anjuran Anda. Mestinya ya memang begitu. Tetapi kalau bapak
punya koleksi kumpulan diskusi ini, coba nilailah, siapa yang banyak keluar
dengan kata-kata ketus, sok benar, dan lain sebagainya. Apa yang akan bapak
lakukan, jika tiba-tiba di beranda rumah bapak ada orang
petentang-petenteng, nyerocos dengan makian, memakai kata-kata bantai,
habiskan, dan kata-kata seram lain, yang tak memberikan orang-orang yang
sedang ada di beranda itu untuk hanya sekedar mengingatkan? Ya dibecandain
saja. Itu masih untung nggak diusir atau didiemin.
Mohon mawas diri.





_______________________________________________________
Say Bye to Slow Internet!
http://www.home.com/xinbox/signup.html


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke