----- Original Message ----- From: SiaR News Service <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, September 20, 2000 11:20 PM Subject: SiaR-->XPOS: INSIDEN ATAMBUA INTELEJEN TERLIBAT > > Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka > PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom > E-mail: [EMAIL PROTECTED] > Homepage: http: under construction > Xpos, No 28/III/16-23 September 2000 > ================================================ > > INSIDEN ATAMBUA INTELEJEN TERLIBAT > > (POLITIK): Intelijen Australia dituding terlibat insiden Atambua. > Mengapa tak ada tuduhan intel Wiranto terlibat? > > Tuduhan keterlibatan intel Australia dilontarkan Sekretaris Tim > Advokasi Perwira TNI, Yan Juanda Saputra. Ia mengatakan seorang > warganegara Australia berinisial Mq, seorang anggota dinas intelijen > Australia, terlibat dalam insiden penyerangan Kantor UNHCR di Atambua. > Dalam insiden Atambua, massa menyerbu markas UNHCR dan terjadi > pembunuhan terhadap tiga staf lembaga PBB yang mengurus pengungsi > tersebut. Mq diduga terlibat karena terlihat berulang kali datang ke > Betun (pedalaman Belu dekat Atambua tempat para pengungsi Timtim). > Perwira Australia itu pernah mengikuti pendidikan Sesko TNI angkatan > ke-37 dan karena itu fasih berbahasa Indonesia. > > Jika benar Mq berada di Timor Barat dan melakukan tugas intelijen > sendirian, ia adalah agen intelijen yang hebat, setara dengan agen > rahasia Inggris James Bond 007, yang hanya ada di film. Bayangkan, > seorang diri, bule lagi, mampu mengompori ribuan orang Timor Timur pro > integrasi yang setelah jajak pendapat Agustus tahun lalu, menjadi > sangat sensitif dan anti orang bule, menyerbu Kantor UNHCR. > > Masalahnya, tuduhan ini dikemukakan oleh Yan Juanda, salah satu > pengacara para perwira TNI Angkatan Darat yang tengah menghadapai > tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan di Timtim. Tuduhan > itu jadi amat subyektif dan punya maksud terentu. > > Pertanyaannya, apa motif Australia membuat kekacauan di Atambaua? Yan > Juanda pasti akan menjawab, Australia berkepentingan mendiskreditkan > para kelompok milisi pro integrasi yang selama ini sering terlibat > baku tembak dengan pasukan PBB dari Australia dan New Zealand di > perbatasan. Dua pasukan PBB tewas dalam baku tembak itu, seorang dari > New Zealand. Belum ada anggota pasukan Australia yang tewas dalam misi > perdamaian di Timor Timur. > > Motif itu kurang kuat. Lebih kuat motif lain oleh pelaku lain. > Misalnya, motif yang dimiliki kelompok Wiranto dan kelompok pro > integrasi sendiri. Kelompok Wiranto yang kini diajukan sebagai > tersangka dalam kasus Timor Timur, bagaimanapun tak bisa menerima, > bahwa "tugas negara" yang mereka emban untuk "mempertahankan" wilayah > Timor Timur, dibalas dengan menjebloskan mereka ke penjara. Mereka > juga punya dendam yang kuat pada PBB. Jadi, membuat kekacauan di > Atambua dengan skenario menyerbu kantor UNHCR, bisa saja dilakukan > kelompok ini. Apalagi, ada dugaan Wiranto merupakan salah satu > operator yang membuat kekacauan di Tanah Air. > > Kelompok lain yang harus dicurigai adalah para politisi Timor Timur > pro integrasi yang kini berbasis di Kupang, ibukota Nusa Tenggara > Timur. Mereka antara lain, Abilio Jose Osorio Soares, mantan Gubernur > Timor Timur, Domingos das Dores Soares, mantan Bupati Dili, dan > sebagainya. Aksi-aksi anti PBB memang tengah dilancarkan kelompok ini. > Di Kupang, sejumlah orang pro integrasi melakukan aksi mogok makan di > Kantor UNTAET di Kupang. Tujuannya, PBB menutup kantor itu. Massa pro > integrasi belakangan juga mengepung kantor itu. Setelah itu, meledak > peristiwa Antambua. Kelompok ini, jelas memiliki motif yang amat kuat > sebagai aktor intelektual penyerbuan Kantor UNHCR. Motifnya: menarik > perhatian dunia, bahwa mereka masih ada. Selama ini, setelah mereka > terusir dari Timor Timur, kelompok ini seperti hilang ditelan bumi. > > Namun, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Marsda TNI Graito Usodo > sendiri mengatakan pemberitaan soal dugaan intel Australia ini justru > akan memperkeruh suasana. Sementara itu Atase Pers (Counsellor Public > Affairs) Kedutaan Besar Australia di Jakarta Kirk Coningham, > menyatakan, Australia menganggap berita tersebut merupakan > disinformasi. "Berita itu sudah kami ketahui dari Kantor Berita > Antara, Jumat (8/9) pekan silam. Tapi apakah langsung dikutip begitu > saja oleh media massa Indonesia. Kami menganggap berita demikian > (dugaan keterlibatan dinas intelijen Australia berinisial Mq tersebut) > adalah upaya disinformasi atau keterangan yang tak benar yang sengaja > direkayasa,'' ujar Coningham. > > Kasubdis Penum Polri, Pol Senior Superintendent Saleh Saaf seperti > dikutip Suara Pembaruan, di Jakarta mengatakan, hingga saat ini Polri > belum menemukan fakta keterlibatan intelijen asing dalam peristiwa > Atambua. > > Pemerintah Indonesia, kepada PBB berjanji akan mengusut kasus ini dan > mengadili mereka yang bersalah melakukan pembunuhan staf UNHCR. Namun, > lucunya, yang kini dikejar-kejar polisi justru para pembunuh komandan > milisi pro integrasi Olivio Mendoza. Bukan siapa yang memerintahkan > penyerbuan UNHCR dan siapa yang menyerbu dan membunuh staf UNHCR. > Polri dengan bangga mengumumkan sudah menangkap enam dari sepuluh > pelaku pembunuhan Mendonza. > > Sebaliknya, untuk kasus penyerangan UNHCR, polisi baru pada tahap > sedang melakukan pengejaran terhadap lima tersangka yang > teridentifikasi sebagai pelaku dalam peristiwa penyerbuan Kantor > UNHCR. (*) > > ========================================================= > Berlangganan mailing list XPOS secara teratur > Kirimkan alamat e-mail Anda > Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS > Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda > ke: [EMAIL PROTECTED] > > - ------------------------------------- > SiaR WEBSITE: > http://www.minihub.org/mailinglists/siarlist/maillist.html > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
