http://www.detik.com/peristiwa/2000/09/24/2000924-163314.shtml

Amien Rais: Dicari-cari, Alasan Gus Dur Lantik Bimantoro
Reporter: Nenden NF & Dipta Anindita
detikcom - Yogyakarta, Ketika Jenderal Rusdihardjo dipecat dari Kapolri,
Ketua MPR Amien Rais 'mencak-mencak'. Waktu itu, Amien bilang Gus Dur cuma
jadi sumber masalah. Nah, ketika Gus Dur melantik Komisaris Jenderal S.
Bimantoro menjadi Kapolri, komentarnya lain lagi. "Alasan itu cuma
dicari-cari," kata Amien.

"Alasan itu dicari-cari. Menurut saya karena Gus Dur ingin cepat selesai
tapi malah menimbulkan masalah baru," tegas Amien. Sabtu (23/9/2000)
kemarin, Gus Dur memang secara resmi melantik Komisaris Jenderal S.
Bimantoro menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Rusdihardjo.

Dalam kesempatan itu, Gus Dur menyatakan, pelantikan Kapolri yang baru
dilakukan secepatnya untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan guna
mengamankan Atambua dan menunjukkan pada dunia luar bahwa Indonesia
benar-benar berniat menyelesaikan masalah tersebut.

Menurut Amien, dengan pelantikan itu, secara teoritis Gus Dur sudah menabrak
Tap MPR dan melecehkan lembaga tertinggi negara. "Substansinya itu
menyangkut masalah eksistensi negara. Pergantian Kapolri tidak terlalu
istimewa tapi bahwa sebuah Tap itu bisa dilanggar dengan entengnya
menunjukkan bahwa persiden itu mengelola negara sepertinya tanpa rambu-rambu
apapun. Dan ini menyebabkan kondisi kehidupan yang begitu permisif," tegas
Amien usai acara tablig akbar di SMU Muhammadiyah, Sewon, Bantul,
Yogyakarta, Minggu (24/9/2000).

Amien juga melihat adanya gejala pelanggaran terhadap berbagai rambu-rambu
agama, moral, UU negara sampai Tap MPR. "Kalau ini dibiarkan saya kira
bangsa ini sedang cepat sekali menuju ke jurang yang tidak pernah bisa kita
bangkit kembali," keluh orang yang sukses mengantarkan Gus Dur menjadi
presiden itu.

Masalah pergantian Kapolri ini sendiri dinilai Amien Rais begitu sederhana.
"Tapi jadi masalah besar karena merupakan bukti yang konkrit betapa dengan
mudahnya presiden melecehkan sebuah lembaga tertinggi negara yaitu MPR,"
tambah Amien.

Pergantian Kapolri ini, menurut dia, hanya merupakan sebuah pelatuk untuk
meng-sidang istimewa (SI)-kan Gus Dur karena menurutnya sudah cukup banyak
alasan untuk meng-SI-kan Gus Dur.

Namun diakhir komentarnya, Amien Rais mencoba untuk bersikap arif. "Kalau
kemudian Gus Dur bisa menghentikan kebiasannya yang tanpa kerangka dan
paradigma itu, mungkin MPR masih bisa memaafkan. Sudah berkali-kali rambu
agama dan hukum ditabrak begitu saja, tentu ada batas kesabaran bagi
anggtota DPR/MPR," kata dia.

"Saya tidak tahu bagaimana saya memberi tahu yang sesungguhnya kalau dia
menabrak. Kalau mau menabrak lagi, ya...monggo, negara ini punya orang
banyak. Kalau mau menghentikan, ya...monggo, saya sangat terbuka," sambung
Amien terdengar pasrah. (qom)




->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke