maskudnya, keep the ball in play kan disamping membuka peluang
untuk mengatur stategi juga menanti pemain lawan berbuat
salah.....

kan gicu Mas Bambang....

tetapi sore ini di liputan 6, pengaracaranya terjebak oleh Bayu.
Dia mengatakan tidak akan membuka informasi mengenai celah apa
yang akan dimanfaatkan namun dengan menggunakan Prof Bambang
Purnomo dari UGM sebagai dinding pantul maka Bayu di akhir
wawancara bisa memaksa si pengacara untuk membuka celah yang akan
digunakan.

Jadi, yah maklum saja... 


----- Original Message -----
From: "Bambang Sumantri" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 27 September 2000 18:59 PM
Subject: [Kuli Tinta] MA yang diskriminasi (kata pengacara Tommy)


Ada orang-orang berperkara, yang nyangkut di MA sampai puluhan
tahun
lamanya. Sudah banyak duit yang mereka keluarkan untuk
mempercepatnya, toh
tak pernah ada hasilnya. Mereka nangis, mengutuk, marah,
maki-maki.
Seharusnya, kalah atau menang, MA harus membuat segalanya jelas.

Ada perkara, yang cepat diputus oleh MA.

Jika melihat kalimat sebelumnya, duh... mestinya mereka senang.
Kalah atau
menang. Sebab kepastian hukum segera mereka peroleh. Segala
sesuatu segera
bisa ditata, untuk menjalani kehidupan yang akan bagaimana
sesudahnya. Toh
begitu, pengacara Tommy masih marah, maki-maki, berang, dan
mengutuk,
menilai bahwa MA melakukan diskriminasi. Katanya, kenapa
perkaranya Tommy
kok cepat amat diputuskan?















->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke