On Wed, 4 Oct 2000, Daniel H.T. wrote:

> DHT:
> Masa sih atas nama reformasi pelanggaran boleh dilakukan? Nggak salah nihh?
> Apa sih arti reformasi bagi Anda sih?

WAM:
Anda salah menangkap esensi posting saya.
Justru karena saya menganggap bahwa reformasi telah salah arah makanya
saya _menertawakan_ posting  anda dengan mengatakan, itu lah reformasi.
Kalau soal pelanggaran harus ditindak, tidak perlu melihat siapa
pelakunya, ooo, sudah lebih lama saya berteriak bung. Pada saat mereka
yang ngaku reformis hanya sibuk mempermasalahkan kesalahan Suharto dkk,
saya sudah teriak bahwa semua yang bersalah (Suharto dkk atau bukan) mesti
ditindak. 

Sayangnya, selama ini orang hanya ribut kalau yang berbuat salah itu
Suharto dan konco2nya. Itulah kegeblekan mereka yang ngaku reformis. Tidak
tahu bahwa perbuatan salah tetap saja salah, siapapun pelakunya. Dan
perbuatan benar itu tetap saja benar, siapa pun pelakunya. 
 
> Suka tidak suka, kalau melanggar ya harus ditindak polisi dong.

WAM:
Setuju. One hundred percent.
Tapi, maukah anda menambahkan, yang benar tetap saja benar, siapapun
(hatta itu Suharto)? ;)

Saya merasa aneh. Tiap kali saya kemukakan prinsip nonparsial seperti ini
begitu gampang orang mengatai saya. 
 
> Terutama masyarakatlah yg mendukung kalau ada polisi yg benar2 mau menindak
> setiap pelanggaran yg ada. Termasuk pelanggaran lalu lintas.

WAM:
Anda mau minta dukungan  siapa?
Bahkan mahasiswa, yang katanya calon pemimpin, udah gendeng semua.
Coba lihat yang dilakukan di Ujung Pandang akhir ini.
Belum lagi dulu waktu mereka mensweeping orang Jawa.
Dan kegendengan mahasiswa itu tidak hanya terjadi di Ujung Pandang.

> Masa pelanggaran lalu lintas Anda anggap itu kecil? Sifat pelanggaran mmg
> tdk bisa digeneralisir, tetapi pelanggaran lalu lintas tdk bisa dianggap
> kecil. Berapa korban jiwa yg mati sia2 karena terjadinya pelanggaran lalu
> lintas?

WAM:
Kecil, kalau dilihat akibatnya langsungnya.
Justru lebih gede akibat pencurian kayu yang terang2an dilakukan sekarang
ini. Berapa korban sia-sia? Kalau kita bicara thread ini, berapa belas
orang mati karena pelanggaran LL di Tunjungan yang anda lihat? Nggak ada
to? 
 
> Mereka yg mengendarai spd mtr malam hari tanpa lampu sama sekali, apalagi
> mlawan arus, ngebut lagi, jelas sangat berbahaya. Sangat riskan ditabrak o/
> kendaraan lain. Masa Anda nggak lihat substansi permasalahan yg saya
> lontarkan di sini? Kalau memang mau bunuh diri. Bunuh dirilah sendiri,
> jangan membuat org lain ikut celaka.

WAM:
Anda bilangi saja sama yang naik kendaraan tanpa lampu itu. Jangan ke
saya. Saya amat sangat memperhatikan nyawa saya. Dan saya berusaha selalu
tertib di jalan raya. Helm dan safety belt (kalau lagi naik mobil) selalu
saya kenakan. Saya sama putus asanya dengan anda menyaksikan _hasil
reformasi_ salah arah ini. Herannya, kenapa baru kali ini anda _teriak_?
Tidak sadarkah anda bahwa selama ini sudah begitu parah keadaan yang
dihasilkan dari _reformasi_?

> Tidak usahlah topik ini diperluas ke soal pencurian kayu segala. Nanti
> melebar ke mana-mana.

WAM:
Perlu. 
Karena saya saksikan sendiri pencurian kayu terang2an. Dan kata masyarakat
setempat, itu marak setelah reformasi. Dan itu identik dengan pelanggaran
LL yang dibiarkan saja. 




# FREE DOMAIN [.COM|.NET|.ORG *] >> http://www.indoglobal.com # 
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke