----- Original Message ----- From: M. Mashuri Alif <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: 07 Nopember 2000 19:37 Subject: KOMPAS: Negara dalam pandangan Lenin > kompas 5 November 2000, Resensi Buku: > NEGARA DALAM PANDANGAN LENIN > Judul: Lenin, pikiran, Tindakan, dan > ucapan > Penulis: Edy Haryadi > Penerbit: Komunitas Study untuk Perubahan > Edisi: September 2000 > tebal: (xxx+153) halaman > > Ini untuk menambah refersi bagi yang getol > membahas tentang komunisme dan kapitalisme, > yang pendirinya sendiri mengatakah seperti > yang saya kutip dari kompas sebagai berikut; > > (hal 116-117) Hal itulah yang kemudian membedakan > Lenin dengan teoritisi-Marxis lainnya, setelah Marx > meninggal (kubu refisionis Kautsky dan kubu anarkis > Proudhon). Pemurnian kembali tiori > Marxis bagi Lenin mempunyai arti penting, karena > dia percaya: > "Tanpa sebuah teori revolusioner tidak mungkin ada > gerakan revolusioner". > > Dalam pandangan Marx, melenyapnya negara berkaitan > berkaitan erat dalam tahap-tahap dalam ekonomi. > Tahap pertama dalam adalah masyarakat Sosialis dimana > "Setiap orang memiliki hak yang sama atau hasil kerja yang > sama" > > Tahap berikutnya adalah masyarakat komunitas yaitu ketika > perlawanan kaum kapitalis sudah lenyap karena tidak ada > lagi kelas-kelas, barulah negara melenyap. Oleh karena itu > untuk melenyapkan sama sekali negara, dibutuhkan komunisme > yang utuh (hal 133). > > *** > > BUKU ini lebih banyak mengungkapkan sejarah perjuangan > LENIN, sedangkan hal yang kiranya lebih substansial untuk > mengenal pemikiran Lenin khususnya tiori tentang menlenyapnya > negarakurang dibahas secara luas. Akhirnya seandainya > Lenin masih hidup kita ingin tahu apa yang akan dikatakannnya > tentang "melenyapnya" Soviet, negara yang dibanggunya sebagai > harapan mayarakat komunis. Akhmad Fauzie > > --- > > Sorry, resensinya banyak yang aku potong abis ngak boleh > panjang-panjang and gua rasa yang masih relefan tentang > diskusi kapitalis dan Komunis. > > Kaum sosial demokrat: mengatakan bahwa kegagalan cita-cita Lenin adalah > karena kalahnya Soviet terhadap persaingan teknologi informasi, dengan > negara Kapitalis, dan melupakan rakyatnya. > > Tetapi bagi seorang sosialis sendiri, kesalahan Lenin adalah karena lenin > sudah terlanjur mati, tanpa menyelesaikan cita-citanya. Kesalahannya pada > saat transisi sosialisme ini Tentara merah dibawah Stalin lebih kuat > kekuasaannya (walaupun minoritas). Sehingga yang terjadi kemudian adalah > otokrasi baru, malah stalin membunuh kawannya sendiri yaitu Trotsky Dan > istri Lenin tidak bisa berbuat apa-apa di bawah ancaman pemurnian > "komunisme" dan perebutan balkan dengan cara kekerasan. Artinya perdebatan > antara kelompok moderat dan anarkis akhirnya dimenangkan oleh kelompok > anarkis seperti yang dituliskan Lenin dahulu sebelum meninggal. > > M. Mashuri Alif > >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<< ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
