doi kagak bakalan peduli,
kalo semula menjilat ludah sendiri,
kemudian menjilat ... sendiri,
dan akhirnya menjilat ... semua orang.....

itu namanya pulitik, kang...
sekali lagi pulitik.....
kelas ar....:p

mBin
-----
----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, November 12, 2000 8:29 AM
Subject: [Kuli Tinta] Sekali lagi tentang AR


Posting Bung Daniel mengenai kesediaan AR menjadi Wapres sungguh-sungguh
telah menjatuhkan harkat dan martabatnya didepan orang yang memeperhatikan
media dan mengamati perkembangan politik di tanah air, dan mungkin pula
sebagian mereka yang selama ini mendukungnya.

Betapa tidak? Ide AR untuk menaikkan GD adalah cara untuk mengganjal MW ke
kursi Presiden. (AR mendapat dukungan dari MUI mengenai masalah gender).
Fakta menunjukkan bahwa de jure  fraksi PKB yang mengusulkan GD sebagai
calon Presiden sedang AR berhenti sampai sebatas ide dimana pelolosan pidato
pertanggung jawaban pidato Hbb adalah sebuah misi.[dari Apa Kabar mengenai
oeran Porteng dalam pencalonan GD]. Maka bisa dimengerti mengapa selisih
yang menerima atau menolak demikian tipis bahkan ada anggota yang berteriak
emosional "pengkhianat" dan malam itu AR beserta rombongan sowan ke Hbb
mendahului AT [Kuli Tinta, Yap], dan paginya Yusril di Senayan dengan
emosional dan mata berkaca-kaca mengatakan bahwa ini adalah ukuwah buat NU.
Bahkan Porteng sudah siap dengan sebuah nama tokoh terkenal (saya
berspekulasi nama itu adalah yang disebut Fachry Ali dalam sebuah wawancara
yaitu NM).

Kalau informasi diatas dikaitkan dengan kesepakatan Poso II dimana
disepakati posisi strategis termasuk posisi GD sebagai ketua MPR  maka
semakin jelas kiranya bagaimana sebenarnya kebingungan AR.  Kini perkataanya
yang menjawab pertanyaan menjebak wartawan (pikiran saya)  bahwa dia siap
untuk menjadi wapres semakin menjelaskan posisi kebingungannya. Sayang
sekali, media masa seperti saat ini memang memungkinkan orang bahkan tokoh
terkenal untuk menelanjangi dirinya sendiri.

Saya sungguh merasa kasihan karena hal itu justru akan semakin menghambat
ambisinya untuk menjadi Presiden. Kecuali, kalau dia telah berpikir tidak
menjadi Presiden Wapres pun tak apalah....

��


>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!















>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke