Selasa, 14/11/2000
politik & peristiwa
Amien Rais Ingin Jadi Wapres, Megawati
Tertawa
Reporter: Rizal Maslan
detikcom - Jakarta, Keinginan Amien Rais jadi
wakil presiden bila
Megawati Soekarnoputri yang jadi presidennya,
ternyata ditanggapi
ketawa oleh Megawati sendiri. Respon putri
sulung Bung Karno ini
diutarakan oleh Ketua Fraksi PDIP DPR RI,
Arifin Panigoro.
"Respon Ibu, hanya ketawa saja, kok sekarang
begini," kata Arifin
Panigoro sambil tertawa, ketika ditemui
detikcom dan Forum di sela-sela
acara Nisfu Sya'ban di rumahnya di Jl.
Senopati No. 2 , Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/11/2000)
pukul 20.00 WIB.
Ketika ditanya, apakah keinginan Amien Rais
tersebut telah mendapatkan
lampu hijau dari Megawati? Arifin kembali
hanya tertawa, "Ha.ha.itu
tidak ada. Ibu tidak kasih lampu hijau kepada
siapa pun," jawab dia.
Menurut dia, sampai saat ini partainya sedang
memfokuskan untuk
mendukung Megawati untuk melangkah ke tahap
selanjutnya. "Tidak
berpikir mengenai pendamping ibu," tambah dia
lagi.
Menurut Arifin Panigoro, tidak gampang untuk
mengambil tokoh-tokoh
begitu saja. Apalagi, melihat sejarah Amien
Rais yang menghalangi atau
menjegal Megawati, saat itu Amien justru
mendukung Gus Dur, hendak
merangkul Golkar dan membuat Poros Tengah.
"Jadi, nggak gampang
dan ibu belum siap," kata Arifin lagi.
Namun menurut dia, sebagai tokoh politik saat
ini, Amien Rais sudah
mengambil garis (berlawanan-Red) dengan Gus
Dur. Malah, telah
dihebohkan dengan langkahnya tersebut yang
membawa benturan NU
dengan Muhammadiyah. Sebagai tokoh seperti
itu, seharusnya Amien Rais
menjadi oposan saja.
"Jadi menurut saya, itu suatu proses yang
wajar," kata Arifin Panigoro.
Sejak pemilu tahun 1997 dan pada tahun 1998
telah berkembang apa
yang disebut Mega-Bintang dan Amien termasuk
di dalamnya untuk
menempatkan posisinya agar diperhitungkan.
"Soal diterima atau tidak, itu
soal nomor dua," tambahnya.
PDIP, menurut Arifin Panigoro, belum melihat
adanya format
Mega-Amien. "Kalau saya, boro-boro lihat ke
situ," seloroh raja minyak
ini. Bahkan, kata Panigoro, dalam internal
partai untuk menaikkan
Megawati saja perlu kehati-hatian. "Ini saja
PDIP selalu dianggap lamban
dan tidak berpendirian. Hal ini disebabkan,
saat ini Megawati berada di
eksekutif, beda dengan Amien yang lebih bebas
dan berada di luar
eksekutif," alasan Panigoro.
Ketika ditanya lagi bagaimana pertimbangan
antara format Amien-Mega
atau Akbar-Amien? Arifin menjawab bahwa hal
itu tidak mudah. Karena
masing-masing dari unsur, karakter dan
pengalaman yang berbeda.
Masing-masing memiliki nilai plus minusnya.
"Tapi, kita sama sekali nggak
ngebahas itu," tandas bos Medco ini, lugas.
(zal)
.
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!