Mohon tanya, jadi Pak AR ini safari ke Sumatra dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai Ketua MPR atau lagi promosi obat kuat majun? Terus biaya perjalanannya siapa yang nanggung? Salam, -----Original Message----- From: Daniel H.T. [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: 15 Nopember 2000 22:51 To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: [Kuli Tinta] FW.: AR: Kalau Mau Saya Sudah Menjadi Presiden http://www.detik.com/peristiwa/2000/11/15/20001115-211249.shtml Amien Rais: Jika Dulu Mau, Saya Jadi Presiden Reporter: Khairul Ikhwan detikcom - Medan, Mengikuti jejak Megawati, Amien Rais pun menyatakan, jika dirinya mau, maka dulu dia sudah menjadi presiden. Saat itu, kata dia, detik-detik menjelang pemilihan presiden ada rapat di rumah Habibie. Di rapat itu, dia diminta jadi calon presiden. "Ini true story. Kalau saya mau jadi presiden, sudah jadi presiden. Karena sebelum pemilihan di MPR, ada rapat di rumah Habibie. Di situ kumpul TNI. Wiranto, Widodo, dengan lengkapnya. Seluruh Golkar, Akbar Tandjung, Ginandjar, juga Iramasuka, dari Marwah Daud sampai Baramuli," kata Amien saat berdialog dengan 200 mahasiswa di Masjid Baiturrahman, Jl Dr Hamzah Medan, Rabu (15/11/2000). "Kemudian PPP lengkap. Ada Hamzah Haz, Ali Marwan, dan lain-lain. PBB lengkap, ada Yusril dan Ka'ban. Partai Keadilan lengkap, ada Nurmahmudi Ismail. Dan PAN juga lengkap," lanjut dia. Saat itu, lanjut Amien, dirinya ditunggu-tunggu para tokoh itu di rumah Habibie sejak pukul 23.00 WIB. "Saya datang pukul 03.30 WIB dini hari. Waktu itu Pak Habibie menunggu sejak pukul 23.00 WIB. Pak Habibie mengatakan: Kami menunggu Anda. Kami semua sekarang agak kebingungan. Kami sepakat Anda besok maju sebagai calon presiden. Saya diam," cerita Amien. Dukungan selanjutnya, lanjut Amien, datang dari Wiranto. "Kemudian Pak Wiranto mendekati saya. Pundak saya dipegang. Dan Wiranto bilang begini: Mas Amien maju saja. Insya Allah ABRI mendukung Anda. Sudah, selesai Mas Amien. Bismillah ABRI mendung Anda," ujar Amien yang saat itu memakai jaket putih. Lantas, atas penunjukan dirinya itu, dia bergerak cepat. "Otak saya ini komputer saya ini (sambil menunjuk kepala) bergerak cepat. ABRI tambah Golkar, tambah PPP, dan lain-lain. Sebetulnya kalau saya ambil, saya bisa presiden. Bukan Gus Dur. Tapi, saya punya kode etik. Saya baru 9 hari disumpah jadi Ketua MPR sampai 5 tahun. Kalau saya kemudian belok di tikungan, ya.. memang Amien Rais itu oportunis ," ungkap Ketua Umum DPP PAN ini. Saat itu, lanjut dia, sebagai Ketua MPR dirinya menegaskan, bahwa calon presiden dari Poros Tengah tetap Gus Dur. "Kalau saya hapuskan dan saya maju sendiri nanti hubungan umat di bawah juga tak enak," kata dia. Mengenai gagalnya Habibie dalam pemilihan presiden, kata Amien, itu karena Habibie dinilai sebagai muridnya Soeharto. "Pak Habibie itu sahabat dekat saya. Sebelum pemilihan, saya ketemu Pak Habibie. Saya tanya dia: Pak Habibie, Anda kira-kira bisa survive nggak sih? Saya tahu Pak Habibie orangnya jujur, sederhana, bahkan setiap bulan khatam Al-Quran 3 kali. Itu berarti kan kuat secara spiritual. Habibie ditolak itu, sebab ada kesimpulan, bahwa Habibie itu kadernya Pak Harto," kata dia. Lantas, mengapa dirinya menggalang Poros Tengah? "Saya tak ingin bangsa ini pecah. Waktu itu pendukung Megawati sudah jap jempol darah. Sementara di kubu Habibie teman-teman dari Sulawesi sudah mengancam bakal ngirim 60 kapal ke Jakarta. Kalau Habibie sampai kalah, Jakarta habis. Jadi ya sudahlah, kita cari tokoh pemersatu, tokoh rekonsiliasi dan kemajemukan dan lain-lain. Ketemunya Gus Dur," ungkapnya. Saat itu dirinya menanyakan kepada Gus Dur tentang kesehatan mata dan fisiknya untuk menjadi presiden. "Gus Anda bisa saja maju ke perlombaan presiden. Tapi, saya mau tanya. Ini mata Anda, fisik Anda bagaimana. Itu saksinya Pak Fuad Bawazier," kata dia. Lantas, kata Amien, Gus Dur pun menjawab. "Mas Amien saya pulang dari Amerika September nanti. Pasti 70 % pulih. Walaupun belum bisa baca, tapi saya bisa lihat. Nanti, pelan-pelan 100% pulih," kata Gus Dur saat itu seperti ditirukan Amien. Saat itu, lanjut Amien, dirinya mengingatkan, supaya Gus Dur memakai kata "Insya Allah". "Gus pakai Insya Allah. Tapi, jawab Gus Dur: Nggak usah pakai Insya Allah. Ini pasti, kok. Tapi, tak tahunya, setelah itu, kesehatan mata Gus Dur makin redup," akunya. (asy) >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<< ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<< ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
