Ini saya forwardkan sebuah suara pembaca dari koran Republika, tgl 08
desember 2000. Tidak untuk bikin hiruk pikuk, apalagi memecah belah, hanya
ingin berbagi referensi untuk mengerti, mengapa ada sebagian orang islam,
yang kesannya sangat "anti kristen".
--------------------------------------
Suara pembaca dari koran Republika, tgl 08 desember 2000
PEMURTADAN
Siapa Peduli?
Orang kristiani di Indonesia rupanya belum puas juga. Setelah bersekutu (
dengan kekuatan asing) menekan dan membantai masyarakat muslim di Ambon,
Kupang, Timor-Timur, Halmahera, Poso dll, kini mereka melanjutkan ambisinya
memurtadkan islam. Gerakan kristenisasi kini tak lagi berkedok aksi sosial
dikalangan muslim, melainkan juga cara yang lebih canggih menggunakan 'wajah
islam' melalui penyebaran brosur-brosur, buku-buku dan buletin dakwah yang
dikemas seolah-olah Islami. Padahal isinya, adalah upaya-upaya pendangkalan
akidah, penyalahgunaan ayat-ayat Al-Quran bahkan pelecehan terhadap Nabi
Muhammad SAW dan Allah SWT. canggihnya, brosur dan buku tersebut dikesankan
seakan-akan diterbitkan oleh kalangan/organisasi Islam.
Brosur dan buku yang sudah tersebar luas dimasyarakat natara lain: 'Membina
Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama', 'Siapa Yang Bernama Allah Itu',
'Rahasia Jalan ke Surga' dll. Brosur tersebut tertulis diterbitkan oleh
Dakwah Ukhuwah. Padahal, nyatanya diterbitkan oleh Yayasan Christian Centre
Nehemia Jakarta (dipimpin oleh Pdt Ev Dr Suradi Ben Abraham).
Sedang dalam bentuk buku antara lain berjudul 'Upacara Ibadah Haji', 'Isa AS
dalam Pandangan Islam', 'Ayat-Ayat Al-Quran Yang Menyelamatkan', 'Riwayat
Singkat dan Pusaka Peninggalan Nabi Muhammad SAW', dll. Buku-buku tersebut
berisi uraian yang bertentangan bahkan melecehkan Islam. Misalnya, menghapus
' harfiah' ayat ayat dan hadits yang sudah diolah, dipotong dan
diputarbalikan maksud dan konteksnya untuk kepentingan kristenisasi.
Buku-buku itu ditulis antara lain oleh Drs H Amos alias Drs A Poernama
Winangun ( seorang muslim yang murtad).
Untuk menangkis tuduhan keji dan upaya pendangkalan iman Islam tersebut, H
Ihsan LS Mokoginta (Wenseslaus)-seorang mualaf mantan penganut
Kristen-bekerjasama dengan Tim FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan)
yang beralamat surat PO BOX 1426 Jakarta 13014 kemudian menulis buku
'Pembelaan Seorang Mualaf (Dialog Muhtadien vs Murtadien)' diterbitkan
Yayasan Muhtadien.
Melihat upaya pemurtadan yang menggunakan segala cara, jelas upaya
penerbitan buku sebagai counter nya belumlah cukup. Yang diperlukan adalah
seruan kepada seluruh ummat islam agar bersatupadu membendung praktik licik
dan busuk itu. Kepada MUI, Depag, Ormas Islam, partai-partai Islam, dan
pihak berwenang, kami atas nama ummat menanti respon kepeduliannya. Apakah
kita rela kristenisasi berkedok islam itu dibiarkan tumbuh merajalela
diseputar kita? Bagaimana bila salah satu dari anak, adik, keluarga dan
famili kita tiba-tiba murtad hanya karena kita lengah dan tidak peduli
dengan bahaya yang mengancam umat ? Naudzubillah min dzalika
Kepada Umat Kristen, kami bertanya : Mengapa kalian selalu berupaya menekan
dan merusak umat islam. Apa salah kami ?
Bila kita menginginkan perdamaian, berhentilah menekan dan merusak umat
islam sebelum kami kehilangan kesabaran. Ingat, kesabaran ada batasnya!
Kebatilan pasti hancur dan terhina pada akhirnya.
P Kurniawan
Alamat ada pada Redaksi
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com