--- �� <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
Mulai dari mana ? Sriwijaya? Majapahit? Mereka runtuh karena ulah raja mereka sendiri
atau karena
kepentingan asing?
��: Asing pertama kali masuk ke Nusantara kapan sih Mas,
dan untuk tujuan apa? Apa karena diundang atau
atas kemauan sendiri? Brawijaya V itu hengkang karena
apa sih Mas?
--------------------------
Mana saya tahu. Kita sendiri juga asal-usulnya orang asing kok. Yang anda maksud asing
itu apa ?
Orang Eropa ? Kalau ukuran asing itu sama dengan ukuran sekarang yakni Barat,ya aneh.
Jaman
Sriwijaya sudah ada orang asing, orang India, Cina atau Campa. Jaman Majapahit ada
orang Mongol.
Apa ini bukan orang asing ? Sebenarnya salah kaprah ngomongin orang asing disini,
karena kita
terikat dengan ide Nasionalisme jaman sekarang. Nasionalisme jaman sekarang dipake
buat mengukur
jaman dahulu. Sriwijaya Majapahit identik dengan Indonesia. Mana ada ketemunya.
Padahal jaman dulu
orang Jawa menyebut orang luar Jawa sebagai orang asing.
��: Ya dijawab dulu dhong Mas pertanyaan saya
agar posisinya jelas.
--------------------------
Tuh posisi saya sudah jelas.
Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
Kenapa kemarin IMF protes lewat FEER, perkara otonomi daerah ? Bagi mereka Indonesia
lenyap,
lenyap pula seluruh hutang yang ditanggung anak cucu kita.
��: Tetapi pengalaman menunjukkan bahwa negara yang
hutangnya dihapus juga ada. Apakah penghapusan
hutang mesti berkaitan dengan hilangnya sebuah negara?
Sebenarnya, anak cucu kita sampai berapa lama sih harus
menanggung hutang kita? Tepatnya, masih butuh berapa
puluh generasi lagi sampai hutang kita lunas?
--------------------------
Pengalaman itu tidak untuk Indonesia.
Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
Coba saja suruh nyanyi Padamu Negeri kepada orang Aceh. Pingin tahu saya apa reaksi
mereka.
��: Ya jelas dhong setelah mereka dibunuh dan diperlakukan
secara deskriminatif di negara sendiri. Salah satu teman
yang sarjana Inpres di Irian menceritakan bagaimana
diskriminasi itu bahkan melebihi apa yang terjadi di Amerika
pada tahun 60 an. Aceh? Ah... setelah pembunuhan dan
penguasaan sumber-sumber ekonomi serta diskriminasi
masak sih mau peduli dengan pemerintahan Indonesia.
Mereka semua butuh tindakan konkrit yang hasilnya
segera bisa dilihat.
-------------------------
Sudah jelas khan. Dan tindakan konkrit itu adalah pengadilan yang bener. Selama itu
tidak ada,
mana orang akan percaya. Tidak saja orang dalam negri, luar negri pun sampai sekarang
juga enggak
mau datang.
Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
Untuk Maluku saya masih percaya bahwa kerusuhan yang tercipta disana adalah sama dan
sebangun
dengan Situbondo, Tasikmalaya, dll. Kalau dituding ada kepentingan asing, apa
manfaatnya ?
��: Wah kita berbeda kepercayaan kalau begitu....
namun mengenai Maluku itu, aduuhh.., ini mah diskusi
Kuli Tinta masa lalu. Biarkan yang lain aja yang menjelaskan.
Yang pasti, ada yang mempunyai teori tarik garis tegak
lurus Maluku ke atas dan ke bawah. The Pacific main stream,
Australia yang ingin mengirim pasukannya untuk melindungi
warganya dsb. Mengapa Pesawat Australia sampai masuk
ke wilayah Maluku ketika mereka bertugas di Timtim.
Mengapa Maluku meledak setelah Orba hancur?
--------------------------
Kita memang berbeda. Teori yang enggak jelas juntrungannya itu hanya menunjukkan
ketidakmampuan
untuk mengatasi keadaan.
Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
Untuk Aceh dan Papua jelas masalahnya adalah ketidakadilan (ini termasuk hukum dlsb).
Supaya tidak
terjadi disintegrasi ya adili yang bener orang-orang yang bikin ketidakadilan di Aceh
atau Papua.
Selama itu tidak dilakukan ya orang tidak percaya. Dan jangan tuding kepentingan asing
sebagai
penyebabnya.
��: Mas, ketidakadilan di Aceh dan Papua itu terjadi selama Orba.
Freeport belum ada di masa Orla. demikian pula dengan Arun.
Saya hanya bertanya, Sabang sebagai pelabuhan bebas itu
dicanangkan oleh Soekarno ketika angkatan bersenjata RI
yang di back up oleh USSR adalah yang terkuat di Asia Teggara
dan Singapore belum berkembang. Mengapa status itu dicabut
dalam masa pemerintahan Orba? Untuk mengamankan jalur
selat Malaka
berkaitan dengan perang dingin dan persiapan
penguasaan Vietnam? Juga, kasus Free Port siapa sih
yang punya kepentingan dan menikmati kepentingan disana?
Apa bedanya dengan masa kehadiran para penjajah itu mulai
masuk ke Nusantara? Coba aja deh apa nggak menyakitkan
kalau Belanda dan Inggris saling tukar koloni wilayah
Nusantara ibarat tanah nenek moyang mereka? Bagi saya,
Irian dan Aceh membutuhkan perubahan kesejahteraan yang
segera bisa dilihat tanpa mereka perlu tahu bagaimana caranya.
Mengadili oknum Orba? He... he... apa mungkin. Mereka itu
duitnya Masya Allah.... bisa untuk apa saja Mas. Lihat saja kasus
bank Bali dan raibnya Tommy. Orang polisi aktif saja bisa
berada pada posisi berseberangan dengan pemerintah.
---------------------------
Wah kambing hitamnya kok banyak sekali. Kalau begini kan jadi lebih menunjukkan bahwa
kita memang
tidak becus mengurus diri sendiri. Atau ini merupakan bagian dari penciptaan
ketakutan-ketakutan?
Kalau hukum ditegakkan ya orang asing akan memberikan respek kepada kita, kalau tidak
ya..bakalan
banyak kambing hitam. Khan masih bisa diingat saat Kemarin baru saja KSAD bilang TNI
Tak Akan
Tolerir Kehendak Memecah Bangsa, berarti bakal ada darah mengucur lagi. Kalau enggak
yakin bakal
ada pengadilan buat oknum Orba, ya.... ya sudah.
Jadi bertele-tele begini, sudah ah, mau masuk hutan dulu, mertua sudah menanti. Akhir
Tahun
bersama sanak saudara tidak baik digunakan untuk buang-buang energi memikirkan
ketakutan akan
terjadinya katastropis disintegrasi. Sejarah sudah punya jalan sendiri.
Selamat Natal, Lebaran, Tahun Baru
salam dari pinggir hutan.
agussssss
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Shopping - Thousands of Stores. Millions of Products.
http://shopping.yahoo.com/
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com