Harian Kompas hari ini menerbitkan edisi khusus akhir tahun
setebal 72 halaman. Lelah membaca halaman per halaman
yang kesemuanya serba hitam, kusut dan tak menggairahkan,
dalam menyambut millenium baru yang tinggal 11 hari lagi.
Kusut masai menyambut 2 hari besar agama yang keduanya
membawa pesan kehidupan baru, semangat baru dan potensi
baru.
Apalagi pada halaman 30, diturunkan bahasan tentang
pendidikan yang "amat mahal" bagi kaum kecil, pensiunan,
apalagi buruh pabrik. Sementara dengan PENDIDIKAN itulah
nasib depan bangsa dipertaruhkan. Sistem pendidikan
"burung beo" dan pelatihan hewan sirkus selama 3 - 4
dasa warsa terakhir telah menunjukkan hasilnya. Hasil suatu
bangsa yang serba cengeng. Bangsa yang sangat nyinyir
kepada pemerintah tetapi juga sangat mengandalkan pemerin-
tah bila berurusan dengan masalah nasib dan keberuntungan.
---------
Sebersit aku terkenang pengalaman ikut kuliah anak-anak
S-1 di salah satu universitas di Jepang. Selesai kuliah,
pak dosen yang profesor (hanya profesor yang boleh
mengajar dengan pendalaman ilmu... sumpah!) bertanya,
karena saya mahasiswa asing. "Bagaimana pendapat
Kitaro-san dengan kuliah saya tadi?" aku menjawab
kala itu: "Sangar baik prof. terutama bagi saya, namun
mengapa separo lebih mahasiswa (kuliah besar dengan
mahasiswa 120 kepala) terlihat tidur?"
Profesor tadi menjelaskan, "Ah, biasa bagi mahasiswa
kami begitu. Yang penting mereka punya buku pegangan
yang kebanyakan kami tulis sendiri, rajin kepurpustakaan
dan rajin bertanya kepada assisten, tidak ada masalah,
memang kenapa dengan mahasiswa penidur itu?"
"Di negeri saya, Prof. bila seorang dosen mengajar,
kemudian melihat ada mahasiswa tidur, biasanya marah,
paling tidak menegornya"
"Ah, kalau di sini kan lain. Boleh jadi mahasiswa tidur
itu karena malamnya ngantuk kerja part-time, atau
habis kerja lembur di lab. menyelesaikan penelitian
dan lain-lain kemungkinan. Yang jelas kami menyadari
bahwa mereka telah membayar mahal untuk pendidikannya,
yaitu sebesar 450.000 yen per semester"
(Aku hanya bisa berfikir, betapa lebih mahalnya kuliah di
negeriku tercinta. Orang Jepang dengan pendapatan
part-timer bisa mencapai 200.000 yen seulan, membayar
uang sekolah 450.000 yen per semester dianggap mahal?)
Fukuoka Kitaro
----------------------
MOSOK NDHAK MAMPU?
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
