Tulisan mas Drajad alias Kitaro san kali ini cakep banget, thank you berat, dan 
selamat datang (sorry telat banget). Kalau kiasan2x nya di terjemahkan mungkin jadi 
nggak keren ya? Siapa alang2x, siapa
putri malu, terutama karena belum ada yang nanam singkong...

Tapi kalau ada yang bawa singkong kita percaya nggak nanti? Atau kita curigai lagi 
jangan2x itu bukan singkong, tapi teh-teh-an misalnya. Yang ini gulma nggak?

-----Original Message-----
From: Fukuoka Kitaro [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]

Alang-alang (Imperata cylindrica) adalah keluarga rumput.
Dia dikenal sebagai gulma yang menjengkelkan,
terutama di lingkungan tropis, walaupun keluarga dekat
dengan padi, jagung dan lebih dekat lagi mungkin dengan
tebu. Para ahli agronomy menjulukinya "The extraordinary
weed" (gulma luar biasa) maksudnya luar biasa bandelnya.
Sulit diberantas. Apalagi di lahan terbuka yang cenderung
kering, tetapi cukup lembab tanahnya (lembab untuk ukuran
rerumputan).

Mahasiswa-2 pertanian tentu hapal benar dengan sifat
dan tingkah laku si gulma-keparat ini. Betapa mereka
kewalahan harus menyianginya saban hari di kebun-2
jagung atau lahan-2 percobaan dan penelitian mereka.
Tapi, apakah mereka faham dengan sifat-2 itu selain
menghafalnya? Marilah kita angkat alang-alang keparat
itu menjadi suatu "pesan" ilahi. Kita lihat bentuk daunnya
yang kaku bahkan tajam dengan kristal-2 silikatnya. Juga
sudut letak daunnya yang lancip.

Menandakan bahwa rumput itu sangat akrab dengan
suasana kering dan keterbukaan serta keterlantaran
lahan-lahan nganggur. Ujung daun yang ungu
semakin ungu bila tanahnya kahat akan fosfor. Suatu tanda
yang sangat gratis dari "sononya" akan kemiskinan hara.
Juga bunga-bunga (sebenarnya bulir-2 buah) yang seperti
kapas, ringan dan mudah diterbangkan angin. Suasana
kering dan angin akrab dengan penangkarannya.

Beberapa ahli menyatakan musuh alang-alang ini
salah satunya adalah tumbuhan putri malu (Mimosa
pudica). Tanaman kekacangan liar berduri yang cepat
sekali tumbuh menyebar. Orang menteorikan bila
ingin membasmi alang-alang, maka si putri malu inilah
musuh alaminya. Tetapi coba perhatikan, si putri malu
ini. Dia berduri, cepat menyebar, bijinya lengket dan
ringan. Lagi-lagi suatu jenis tumbuhan akrab dengan
suasana kering. Jadi bila itu dilakukan, maka membasmi
gulma memperoleh gulma lain yang lebih ganas!

Sementara bila kita perhatikan sifat si alang-alang
yang suka kering, berarti dia sangat cinta dengan
sinar matahari. Apalagi sifat metabolismenya yang C-4.
Maka cara membunuhnya adalah dengan memanjakannya.
Seorang guru-ku menyatakan pembasmi alang-alang
adalah dengan "kesuburan tanah" dan Singkong. Lho?
Iya, katanya. Coba saja gali lubang sekedarnya, isi dengan
tanah humus yang subur, kemudian tanamlah stek-2
singkong yang rapat. Niscaya, singkong akan tumbuh
subur menaungi sang alang-alang..... maka matilah dia.
Belum lagi, lahan yang menghijau akan mengundang
tangan-tangan petani atau pencinta tanah untuk
mengolah, membolak-baliknya sembari panen akar
rimpang alang-alang yang berkhasiat penawar beberapa
penyakit dalam, alang-alang akan semakin kehilangan
kesempatan untuk hidup.

Apakah demikian juga cara mengatasi kemungkaran
yang sering kita dengar? Kemungkaran dihilangkan
dengan cara mungkar, apakah terselesaikan?
Cukupkah membasmi kemaksiatan dengan berbuat
yang mengesampingkan sifat kasih? Membasmi tikus
apakah cukup dengan mengobrak-abrik sarangnya?

       Fukuoka Kitaro
----------------------
MOSOK NDHAK MAMPU?


















................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke