Din Samsudin mengatakan bahwa fatwa MUI berlaku bagi semua umat Islam tidak terkecuali. Nah, GD dan MW seperti tahun lalu juga akan hadir pada peryaan Natal yang akan berlangsung tanggal 28 Desember 2000. bahkan Simatupang mengatakan kalau Ketua MPR dan Ketua DPR juga akan hadir. DS sudah lama tidak terdengar suaranya bersamaan dengan tenggelamnya Golkar dan Orba. Namun ketika Golkar mulai mendapat angin, lihat misal kasus demo pendukung Muladi; bebasnya mereka yang diduga terlibat kasus BB, maka DS mulai bersuara. Fatwa MUI ini semacam test case bagi umat Islam mengenai pemimpin yang diakui. Bagaimana tidak, Kiyai GD akan datang padahal MUI melarang umat Islam untuk datang atau bahkan hanya mengucapkan selamat natal. Netter Kuli Tinta tentu saja sangat menantikan peristiwa itu sebagai hasil dari tarik menarik kekuatan yang sebenarnya sedang terjadi. Yang repot tentu saja ketua MPR dan Ketua DPR. Kelas sekali itu sangat dilematis bagi mereka berdua. Datang dianggap berkhianat dan melecehkan MUI, tidak datang aneh karena disamping menunjukkan bahwa Ketua DPR dan Ketua MPR tidak memiliki visi yang sama dalam menyelesaikan masalah bangsa (pantesan ramai terus) juga kesanggupan kedatangan mereka telah disampaikan secara terbuka oleh Simatupang di media TV. Orang komunikasi bilang bahwa sekali berita terlempar maka sulit untuk menghapusnya. Nah, saya yakin alau GD dan MW pasti akan datang, namun saya tidak yakin bahwa AT dan AR akan datang. Alasan cantik apa yang kira-kira bakal dibuat? �� ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
