kalaupun ibadah memang kenapa? Kalau pikiran dan hatinya
sudah kotor makanya semua jadi serba kotor
kalau kita yakin sama keyakinan imam kita mau orang
beribadah, mau membayar, ngak masalah.

Terus terang apa sih yang dimaksud dengan ibadah?
apa persepsi kamu dengan persepsi orang lain
dalam melihat ibadah itu sama, kalau sudah lain kenapa
harus diperdebatkan;

Apa kamu ketika melihat seorang perempuan tertabrak mobil
payudaranya dulu atau selangkangannya dulu, kan ngak ya
perempuan itu sama seperti kita yang laki-laki khan ya bantuannya
dulu dong, nah kalau nafsunya dulu. Moral orang itu yang dipertanyakan?

Begitu juga dalam memberikan selamat mau dirumahnya kek,
mau digereja kek, orang itu lagi kebaktian kek terserah. Selama
kita hanya mau memberikan hormat kepada sesama saudara
sebangsa,  ngak ada masalah.

Toh gereja itu hanya bangunan
sama dengan mesjid sama-sama bangunan dengan arsitektur
yang berbeda saja, kenapa harus dipermasalahkan.

Kamu tahu mesjid-mesjid di arab itu yang pada mugar siapa?
Istiqlal itu siapa arsiteknya?
Prinsipnya dikembalikan kepada diri kita, saja kenapa repot-repot.
Bentuk-bentuk kaya gini yang bikin islam ngak pernah berkembang.
Dia ngak sadar dunia dan ilmu pengetahuan udah berkembang luas.
Dan ilmu pengetahuan sel;ain ilmu hituing dasar sudah dikuasai oleh
orang-orang non islam. Apa dengan dasar alasan iman kita ngak
boleh membaca atau mempelajarinya?

MYP


----- Original Message -----
From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 22 Desember 2000 18:38
Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: [dunia Islam] MUI : Ucapkan Selamat dan Ikut
Natal Haram Hukumnya !


> Tambahan dari GN :
>
> Posting bagus tersebut memang bagus. Posting tersebut
> juga mengambil posisi yang logis. Cuma, bagaimana Anda
> akan menjawab pertanyaan 'Apakah perlu kamu saya
> ucapin selamat?'. Sudah jelas jawabnya, bukan? Namun
> itukah jawaban yang kita inginkan, karena jelas
> pertanyaan itu memang membawanya ke situasi rikuh?
>
> Sebenarnyalah semua kita lakukan sesuai kepantasan
> belaka. MUI sendiri juga bilang, sekedar 'menghimbau'.
> Lagian pula banyak ulama besar yang mempertaruhkan
> kebesaran ketokohannya untuk bisa hadir di acara-acara
> peringatan seperti itu. Karena, ketika acara-acara itu
> ibadah atau tidak, yang bersangkutan percaya bahwa tak
> akan seperti peribahasa' karena nilai setitik' bagi
> segenap doa dan pahalanya selama ini. Gusti Allah
> 'tidak sare', kata teman-teman di Padhepokan
> Nusantara.
> Tuhan tak pernah tidur.
>
> Dan pula, karena yang mengeluarkan fatwa haram-halal
> mengenai ucapan selamat Natal ini dikeluarkan dari
> 'pihak' muslim, jelas yang rikuh ya kita-kita yang
> muslim ini, dong. Masa pihak sana yang rikuh? Malah di
> mata awam, bisa-bisa menjadi 'tuh... lihat, betul
> kan?'
>
> Apakah di saat itu lalu kita mendatangi dan bertanya
> 'pak/bu, apakah Anda butuh Selamat Natal dari kami,
> yang muslim ?'. Sementara baru saja di tayangan tivi
> mereka melihat lasykar yang dengan jumawa menyebut
> diri 'veteran perang Ambon' ? Ala mak.....
>
>
> --- BKC1214 Nopi Hidayat
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > Tambahan,
> > Posting yg cukup baik dan sebagai bahan
> > renungan/koreksi bagi kita semua,
> > baik Islam, Kristen, Hindu dll Agama...semoga damai
> > selalu!.
> >
> > Salam,
> > -----
> >
> > Idb wrote :
> > Setiap tahun pasti selalu hal yang sama terjadi.
> > Orang islam heboh soal memberi
> > selamat natal. Kita kok nggak pernah nanya sama yang
> > bersangkutan, yang
> > merayakan. Sebenarnya merasa perlu nggak sih di
> > selamat natal-in ? Coba kita tanya pada sodara2x
> > kita yang kristen, kalau kita
> > lakukan semua hal dalam betoleransi, bekerja sama
> > dengan baik, hidup
> > berdampingan dengan rukun, saling membantu, saling
> > tolong menolong, tapi TIDAK mengucapkan "Selamat
> > Natal". Cukup tidak?
> >
> > Kok kita, orang islam yang rikuh pekewuh bingung
> > sendiri jangan2x nanti dianggap
> > tidak toleran kalau tidak ngucap-in selamat natal.
> >
> > Sekalian numpang tanya, memangnya perlu juga kita di
> > selamat lebaran-in ? Apa
> > ada dasarnya dalam agama untuk mengucapkan "Selamat
> > Idul Fitri" ? Kalau ada, dan
> > itu merupakan ibadah, apa ya perlu kita
> > ucapan selamat dari agama lain?
> >
> > Kenapa nggak saling meaafkan saja, baik menggunakan
> > moment lebaran, natal,
> > ataupun tahun baru, lebih baik lagi tiap hari?
> >
> > Mengucapkan (khusus untuk yang muslim) :
> > Semoga diterima amal ibadah kita selama bulan
> > Ramadhan yang penuh berkah ini ...
> > (untuk semuanya ) :
> > Selamat liburan, mohon maaf lahir batin ... semoga
> > habis libur kita semua mampu
> > bekerja dengan lebih baik lagi.
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: eg [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent: Thursday, December 21, 2000 7:25 PM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: [dunia Islam] MUI :
> > Ucapkan Selamat dan Ikut Natal
> > Haram Hukumnya !
> >
> > Sore ini istri saya baru saja datang. Mukanya tidak
> > seperti biasa, wah pasti ada
> > masalah nih....
> >
> > Dengan pijatan lembut dan canda akhirnya dia
> > mengatakan bahwa dia baru saja
> > memanggil salah satu karyawannya untuk
> > diperingatkan. Lho? Pasalnya karyawan
> > tadi menyindir karyawan lain yang kebetulan
> > sedang melakukan kesalahan didalam bekerja dengan
> > ucapan "bagaimana bisa bekerja
> > baik kalau sembahyangnya berkiblat ke Betlehem"
> >
> > Istri saya berkata: "Pak,  tidak ada orang yang
> > tidak pernah berbuat salah,  dan
> > saya tidak ingin kalau masalah perbedaan agama
> > dibawa ke pekerjaan karena saya
> > tidak ingin repot seperti negara ini"
> >
> > Wah... saya terkejut bukan kepalang! Kesambet
> > arwahnya siapa dia. Maka, sayapun
> > tertarik untuk menggoda: "Nanti akan mengucapkan
> > Selamat Natal kepada karyawanmu
> > yang sembahyangnya ke Betlehem itu atau
> > tidak selagi MUI sudah melarang?" Marah dia... :
> > "aku ingin menyapa orang lain
> > sebagai manusia, biarkan aku masuk neraka asal aku
> > tidak menyakiti manusia lain"
> > Wah .. kalau engkau masuk neraka aku
> > ikut saja deh.. toh itu semua masih berupa
> > gambaran.... (Kalau berhubungan
> > dengan sesama kan bukan gambaran)
> >
> > Selamat Merayakan Natal
> > Selamat Merayakan Hari Raya Lebaran
> > Selamat Tahun Baru 2001
> >
> > Semoga Damai dan Sejahtera menyertai seluruh
> > keluarga dihari yang istimewa ini.
> >
> > >
> > ��
> >
> > ..................Sambut MASA DEPAN BARU
> > Indonesia...............
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> > LAKUKAN SENDIRI
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > > ................Sambut MASA DEPAN BARU
> > Indonesia...............
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> > LAKUKAN SENDIRI
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
> > http://www.indokado.com
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
> =====
> Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Yahoo! Shopping - Thousands of Stores. Millions of Products.
> http://shopping.yahoo.com/
>
> ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>



................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke