From: "H.P. Martin Y. Manurung" <[EMAIL PROTECTED]>
Natal Fatamorgana
Oleh: Martin Manurung
------
�Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk
menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah
mengutus Aku
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang yang tawanan,
dan
penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang
yang
tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang�
(Lukas
4:18-19, Yesaya 61:1-2)
------
Walaupun Hari Natal jatuh tanggal 25 Desember 2000, tetapi saya
telah
mengikuti kebaktian Natal 13 kali sebelum tanggal itu. Ada Natal
di
pemerintahan, keluarga, kenalan, dan banyak lagi. Semuanya sama.
Kebaktian,
tertawa-tawa, ada makanan, dan..: pulang! Tidak ada oleh-oleh
lain yang bisa
terbawa, selain kue-kue yang tersisa.
-----deleted------
FKS:
Tulisan Bung Martin ini telah membawa pikiran saya kembali
merenung. Dan dalam renungan itu yang muncul adalah suatu
kekejaman yang tak kentara. Kekejaman sosial. Berupa tak
kepedulian kita yang (sebetulnya) memiliki status sosial
ekonomi lebih, terhadap mereka yang berkutat di bawah.
Ketak pedulian itu kini justru berhias dan berperisai keagamaan.
Sayang tayangan-tayangan kerohanian ti TV hampir sebulan
ini terlalu didominasi oleh para ahli-shahum, para ahli puasa.
Tetapi itupun justru menambah kentaranya kekejaman sosial
kita. Ya, kita semua.
Tengoklah seluruh acara interaktif yang selalu dilengkapi dengan
quis. Quis berhadiah ratusan ribu bahkan jutaan rupiah, dengan
mutu pertanyaan-2 konyol. Kita tahu, untuk dapat ikutan
quis itu perlu fasilitas "telepon" yang pada banyak bagian
masyarakat kita menggenggam telepon pun belum tentu pernah.
Bagaimana mereka tidak akan merasa iri, walaupun hanya
sekedar kepingin ikutan berebut "rejeki". Bagi-bagi rejeki
kata para pemandu acara.
Belum lagi sponsor-sponsor acara yang mungkin jauh lebih
kejam. Simaklah iklan automotif yang menyatakan produknya
sangat cocok untuk MUDIK. Mudik dengan membayar
DP tertentu, mendapat mobil baru dan... (sambunglah sendiri).
Maka dalam ujung renungan itu menyembulah pesan sosialisme
Ilahi yang terangkum dalam ayat-ayat kitab suci agama yang
saya anut:
1. Tahukah engkau (akan) orang yang dusta atas agama?
2. Itulah orang-orang yang menelantarkan keyatiman
3. Dan tidak menganjurkan memberi makan kaum miskin
4. Maka celakalah orang yang shalat
5. (yang) lalai dalam shalatnya
6. Orang-orang yang riya
7. dan mereka enggan memberikan pertolongan
(QS-107: Bantuan)
salam,
Fukuoka Kitaro
----------------------
MOSOK NDHAK MAMPU?
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com