Di Yogya pada 20 mei 1998 telah teradi sebuah fenomena yang sulit erulang kembali tapa prakondisi yang cukup lama, yaitu seluruh mhs Yogya dan rakyat bergandengan tangan tanpa sekat latar belakang turun ke jalan dengan satu tema turunkan Soeharto sebagai Presiden. Pada saat itu, saya bersepeda motor keliling ke berbagai penjuru dan melihat satu semangat mereka berjalan kaki dari kampus mereka di terik matahari. Orang-orang, toko-toko, penjual dawet, pedagang pasar dengan segala yang mereka miliki memberi untuk memberikan semangat. Sungguh mengiris hati. Saya meliat seorang ibu agak tua memberi gratis nasi kucing (makanan khas mhs Yogya yang melarat) kepada para demonsran itu. Pada saat itu, kekhawatiran bahwa mereka akan disusupi oleh provokator cukup besar. Maka, disamping mereka bergandengan tangan atau menggunakan tali plastik untuk menyatukan barisan juga mereka sudah satu kata yaitu siapapun yang akan mencoba berusaha untuk membuat kekacauan atau akan menimbulkan kekacauan akan dijahar dan diserahkan ke polisi. Maka diantara kelompok-kelompok mhs itu ditempatkan beberapa mhs dari berbagai aliran bela diri. Akhirnya peristiwa itu terjadi tanpa kerusuhan sama sekali padahal sebelumnya banyak orang yakin bahwa kerusuhan akan terjadi. Di Jakarta, mhs dari berbagai kampus dan latar belakang berkumpul dan menduduki gedung MPR berhari-hari dengan dukungan logistik dari berbagai lapisan masyarakat. Ada suatu kekuatan yang menggerakan bersama. persis sama dengan yang terjadi di Yogya. kekuatan itu adalah dorongan untuk menurunkan Soeharto. Menghadapi situasi pemboman di malam natal ini, mudah-mudahan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan yang tinggi tanpa sekat dan latar belakang untuk melawan satu musuh yaitu kekerasan yang tiada henti. Keinginan untuk hidup tenang, tenteram, dan damai hendaknya bisa menumbuhkan motivasi yang kuat bagi setiap lapisan masyarakat yang menghendakinya. Dua kisah di atas telah menunjukkan bagaimana efektifitas pemunculan lawan yang sama itu perlu muncul untuk menghilangkan sekat2 yang ada. Kini, tinggal bagaimana kita, pers dan para pemimpin baik formal maupun non formal mendorong kemunculan musuh bersama itu. Musuh bersama itu kini namanya TERORIS yang menghendaki Indonsia dalam keadaan kacau setelah Ambon sebagai protype berhasil. Selama musuh bersama itu belum muncul tampaknya masih sulit untuk menghilangkan sekat-sekat itu dan potensi Ambon memang mungkin saja terjadi untuk Indonesia. Siapa yang akan diuntungkan? Jawaban atas pertanyaan diatas akan menunjukkan siapa yang membiayai atau dibelakang para terporis tersebut. Akan menyakitkan, meskipun cuma sebentar dari pada sakit terus menerus tanpa ada harapan kapan akan sembuh. Now or never. �� ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
