Assalamu'alaikum wa rahmah,

Tuan AS Yth.
Pendapat Tuan tentang bangsa Jipun (sesuai tulisan dari
Marcopolo) yang sekularis biarlah dinilai oleh orang lain
yang ahli ilmu bangsa-bangsa. Namun dengan pernyataan
dan cerita Tuan AS tentang bangsa Jipun itu, patut
disyukuri karena sesuai dengan kitab yang Tuan yakini,
memang ada ketentuan bahwa Allaah menciptakan manusia
berbangsa-bangsa agar saling mengenal dan di hadirat
Allaah, perbedaan manusia adalah TAQWA-nya saja.
Mudah-mudahan ada bangsa Jipun yang juga mau mengetahui
bangsa Tuan.
Tentang pendapat anda terhada GD, justru menambah keheranan
saya akhir-akhir ini. Betapa pihak yang menuntut agar GD
turun itu adalah orang-orang yang "seagama" dengan GD.
Mungkin hanya berbeda FAHAM. Akhir-akhir ini di ibukota
RI, ada demo, Tuan AS. Yang dalam demo itu mengarak
spanduk-2 bernada cacimaki. Juga pada orasi-2 tokohnya
yang keras dan kasar. Sayang Tuan, bahwa demo itu
diawali dengan teriak ALLAAHU AKBAR!
-------
Tuan AS, berikut saya mau menulis beberapa lelucon
tentang Ajinomoto, yang mungkin telah saya rilis dalam
bahasa lain dan di milist lain.
Ketika Komisi Fatwa MUI mengeluarkan fatwanya
yang mengharamkan Ajinomoto (saya meyakini bahwa
karakter kanji ajinomoto adalah mirip dengan miwon)
ada seorang bertanya terbuka: "saya menanam pohon
mangga di atas kuburan babi, halal-kah mangga itu?"
Sambutan menjadi ramai.
Lantas muncul pertanyaan lain yang menggelikan,
"di pertanaman mangga itu, taruhlah bukan diatas
kuburan babi, tetapi dipupuk dengan kotoran babi,
datang seekor ayam yang nakal. Mengeker-eker dan
memakan sebagian kotoran babi itu. Lantas bagaimana
daging ayam itu?"
Pertanyaan itu telah menimbulkan pembelaan dari
para pendukung fatwa, dengan menyatakan bahwa
karena telah ditempuh proses dengan bahan haram
maka produk akhirnya tetap haram, karena proses
meski MSG itu telah bebas dari bahan haram.
Tak berhenti di situ muncul lagi guyonan usil dari
seorang ilmuwan ekologi,
"Saya tadi ditanya orang kampung tentang halal
haramnya AJinomoto. Saya jawab dengan pertanyaan,
'Tahukah anda dari bahan apa CENDOL dibikin? Kan
dari tepung yang dibubur. Kemudian bubur panas itu diayak
dengan ayakan bambu, dimasukkan ke air dingin. Kebetulan
Pembuat Cendol yang bernama Aji menggunakan ayakan
yang dibeli di seorang pengrajin anyaman bambu. Kebetulan
lagi ada yang tahu bahwa Pengrajin itu telah memakai
bambu yang ditanam di kebun dekat peternakan babi
yang sekaligus sering menjalankan fungsi sebagai rumah
pemotongan babi yang diawasi oleh badan yang berwenang.
Akibatnya tanaman-2 bambu itu sering tercemar babi
(dalam segala bentuk keluarannya). Nah sekarang bagaimana
nilai halal dan haramnya CENDOL Mang Aji itu?'

Demikian Tuan AS. Sekedar memberikan gambaran.
Yang jelas, kemungkinan besar banyak pedagang bakso,
mie rebus, mie goreng, soto ayam, soto mie dll. yang
kehilangan pembeli. Karena Ajinomoto memasok 40%
MSG yang beredar di Indonesia. Belum terhitung MSG
Ajinomoto yang dibeli oleh perusahaan lain untuk bahan
penyedapnya.

Salam wa rahmah,

Fukuoka Kitaro
-----------------------------------
bersatu karena berbeda, bersambung
karena terpisah!
-----------------------------
Siapapun anda yang menginginkan tegaknya hukum syariat Islam,
maka pada
hakekatnya anda adalah termasuk warga Negara Karunia Allah
Negara Islam
Indonesia (NKA NII).
"Tegakkan Daulah, Usir Penjajah, Wujudkan Khilafah. Nantikan
Darul Islam
Merdeka !!! Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar!'







................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com


















................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke