Mengomentari posting2 rekan2 yang juga kebetulan sempat saya tonton acaranya semalam walaupun hanya sebentar... menurut saya sebaiknya jika sudah ada dasar hukumnya untuk pansus DPR meminta keterangan tentang kasus gate2annya GD yg lebih dari 1 dasar hukum yg dipakai dan apalagi malah sampai mengunakan 3 dasar hukum/undang2 betapa sudah kuatnya hal tersebut...itu persepsi mereka yang ikutan berdialog,.. entah dengan kita2 yang awam. Walaupun kemudian ada bantahan presiden bahwa pansus itu ilegal hanya karena belum diundangkan dalam berita negara menurut persepsi saya lagi,..kayaknya kurang bagus karena baru diungkapkan oleh presiden sekarang setelah sekian lama pansus dibentuk dan bukan pada saat pembentukan pansus, mungkin alasannya presiden ketakutan atau apalah setelah kira2 arahnya nanti atau ujung2nya kearah dia juga akhirnya permintaan keterangan yang terakhir diminta oleh pansus (atau mungkinkah dia terlibat?), lalu pertanyaannya kemana penasihat hukum presiden pada saat itu, kok mereka tidak memberikan pertimbangan hukum, kenapa mereka diam saja..ada apa ya!. Kalau nantinya dari hasil usaha pansus dpr presiden ter-indikasi terlibat atau mungkin orang dekat dia sebagai pembantu yang ahli keuangan atau ahli nilep saja yang terlibat,..lalu apakah akan segera dituntaskan oleh aparat2 hukum (jaksa dan polisi)..entahlah kita lihat saja nanti?. Pertanyaan lainnya yang terlontar,..apakah bukan kepolisian dan kejaksaan yang berhak untuk menyelidiki kasus tersebut,..saya kira jawabannya yang pasti "ya" merekalah yang paling berhak untuk itu cuma kita saja yang tidak tahu kapan mereka mau mulai bekerja karena setelah sekian lama kasus gate2an terjadi mereka juga belum mulai menyelidiki dan menginvestigasi???, ataukah mereka mau melihat hasil nya dari pansus dpr baru kemudian bertindak ataukah mereka belum berani bertindak hanya karena belum disuruh oleh instansi mereka,.. sama juga pertanyaan ini belum juga ada jawabannya. Intinya, jika kita ingin negara ini adalah negara yang bersih dari segala kekurangan (KKN), lebih baik contohnya dimulai dari mereka yang memimpin negara ini, tegakkan hukum, tentunya dengan melalui suatu proses hukum, jika nantinya terbukti bersalah maka yang terbukti bersalah harus dihukum tanpa memandang jabatan dan kedudukannya,.. karena setiap warga negara indonesia adalah sejajar dalam kedudukan hukum dan tidak ada manusia indonesia yang kebal akan hukum. Ternyata untuk yang terakhir ini (penerapan hukum) adalah yang paling sulit untuk diterapkan secara baik & benar dinegara ini. Salam, ------- FK wrote : Today's Dialog di MetroTV semalam menghadirkan ketua pansus, ketua pengembangan etika hukum dan politik dan seorang anggota pansus bulog-gate. Disebut oleh pembawa acara-nya itu adalah dialog segitiga. Hehe, sayang segitiganya adalah samakaki, soalnya antara ketua pansus dan ketua etika hukum dan politiknya kelihatannya satu sudut. intinya bahwa- sannya semua masalah yanatera itu adalah karena tingkah presiden. akibatnya, apa pun komentar dari satu sudut, selalu negatif nilainya. Apalagi segitiga itu, yang anggota pansus (pkb) tidak hadir langsung di studio, melainkan di-telekomunikasi-i. Demikian pun komentar penelepon, ada 3 penelepon, yang juga segitiga sama kaki. Hanya satu yang mem- pertanyakan legalitas pansus bolog-gate, berdasar nalar awam. Kenapa masalah yanatera yang sedang disidik kepolisian, diangkat-2 di DPR dengan pansus. DPR bertahan bahwa sesuai dengan uu-hak-angket berhak menyelidik. Dikejar pembawa acara, jawabannya pansus tidak menyidik, sehingga keputusannya tidak berkekuatan hukum. Penelepon bertanya selanjutnya, seandainya nanti hasil pansus berbeda dengan pengadilan, bagaimana hehehe, jawaban dua sudut segitiga di studio, menjadi kabur. Sayang disusul oleh dua sudut sebagun dari penelepon yang terus mencerca presiden yang dianggap tidak bersikap kenegarawanan, tidak mengerti hukum dan di-suruh mundur! Anggota pansus dari rumahnya memberikan jalan yang mungkin baik, yaitu pansus (DPR) dianjurkan untuk mengalah dikit lah... dengan menerima tawaran presiden untuk datang ke istana. Hahahahaaaa... ketawa saya, sementara di depan ketua pansus menyatakan bahwa pansus tidak menyidik, tetapi ketika menanggapi usulan anggotanya (pendukung presiden tentunya lha wong wakil ketua FPKB), menyatakan bahwa pansus itu bukan datang ke istana untuk bertemu presiden atau apa, tetapi untuk BERSIDANG. Hehehe, bersidang di istana, dengan dihadiri presiden yang akan dimintai keterangan? Nah hamba bertanya kepada netter sekalian, pernyataan ketua pansus yang demikian ini bedanya apa dengan sebuah komisi pembimbing atau komisi pembimbing plus audience undangan akademik atau undangan pakar-2 dalam suatu ujian DOKTOR? Hehehee, isteri-ku yang pernah jadi mahasiswa nyelethuk: "Yaaa apa bedanya sidang itu dengan ujian skripsi yang intinya meneliti dan mengadili calon lulusan?" Nalar itu pada kemana sih? lha wong sidang di istana negara kok meminta keterangan penghuni istana? Mana sikap kenegarawanan yang ditun- jukkan oleh wakil-wakil kita kali ini? Dan semalam aku bermimpi, sidang itu terjadi di ISTANA. Presiden yang jadi pesakitan, kelimpungan menjawab pertanyaan-2 anggota pansus. Sampai akhirnya menjawab: "Menurut pernyataan mantan wakil kabulog, untuk mengeluarkan dana non budgeter bulog di perlukan KEPRES. dan saya bilang 'ya sudah saya ndak mau' lha kenapa uang itu keluar ke tangan SUWONDO, tukang pijit saya? Apakah memang demikian mental para pemegang duit negara bila menghadapi orang-2 yang dekat dengan seorang PRESIDEN?" tapi aneh, segera terdengar gendhing REWEL badhutan SRAGEN yang telah berganti syair: Ngomonga terus terang yen kowe gak terlibat Aja gawe mumete Depe-er Gusdur.. ngene salah ngono salah Gusdur piye-piye mesthi salah. neng-nong blanggantak thung-thung... blarrrr (suara gong telah berubah jadi BOM) salam, Fukuoka Kitaro ----------------- bersatu dari berbilang bertemu dari keterpisahan ----- Original Message ----- From: "ac" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, January 17, 2001 8:16 PM Subject: Re: [Kuli Tinta] Senggolan Berita 170101 Kontrol dan penghitungan uangnya agar mudah. ----- Original Message ----- From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, January 17, 2001 12:34 PM Subject: [Kuli Tinta] Senggolan Berita 170101 Seribu orang demonstran anti Gus Dur serbu Gedung DPR. = Kok angkanya bisa sama ya dng pernyataan AR sebelumnya? ..................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
