Tadi pagi (18/1) saya membaca di koran Jawa Pos (halaman 2), yg menurunkan
berita dng judul: "Zainuddin Desak Presiden Mundur." Di situ ditulis a.l.
demikian:
"... Menariknya. dalam peluncuran LSM yg diberi nama YIB (Yayasan Indonesia
Baru) tsb, dai yg populer di kalangan kelas menengah ke bawah itu memberikan
pandangan politik ttg pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Ulama NU DKI
Jakarta ini menilai Presiden Wahid gagal membawa negara menuju cita2
reformasi. Karena itu, Zainuddin mendesak presiden mengundurkan diri.
Zainuddin menegaskan, Presiden Wahid bukanlah seorang negawaran. Sebab di
bawah kepimpinannya, negara tdk keluar dari krisis. Malah bangsa ini
terancam disintegrasi. Selain itu, dia menyarankan DPR segera
menyelenggarakan SI MPR dan pemilu dipercepat. ........" dst.
Tetapi, di hari yg sama, di Liputan 6 Siang. Saya melihat dan mendengar
sendiri Zainuddin MZ mengatakan bahwa jalan yg terbaik agar negara ini tdk
lebih parah lagi keadaannya, sebaiknya Presiden Abdurrahman jangan didesak
terus untuk mundur. Tetapi, biarlah sampai tahun 2004. Dengan catatan spy
presiden bisa mengoreksi dirinya.
Lha, ini bagaimana? Kok bertentangan amat?
Sayangnya juga, kok bisanya Pak Zainuddin minta DPR yg melakukan SI MPR,
dan mempercepat pemilu? Atau JP yg salah tulis?
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com