Seperti biasanya Mr. Pecut di Jawa Pos selalu mengkritisi Presiden GD. Itu
tentu sah-sah saja. Tetapi, yg kali ini kok kesannya JP itu ngotot:
Pokoknya Presiden sekali dibilang salah harus tetap salah.
Seperti kita ketahui beberapa hari lalu kita dihebohkan o/ berita yg
menyebutkan Presiden GD telah menuduh Prabowo dan Hartono sbg otak bom
Natal. Sumbernya berasal dari wawancara Newsweek dng Presiden. Namun,
menjadi terang bagi kita, bahwa ternyata dlm wawancara itu Presiden tdk
melakukan tudingan demikian. Hasil wawancara atau tepatnya bagian dari
wawancara yg dikutip pers Indonesia, setelah kita simak kembali, ternyata
memang tidak bermakna bahwa GD telah melakukan tudingan tadi. Kutipannya
pernah dimuat di milis ini, juga terjemahannya dimuat di Kompas. (Saya
sertakan kutipannya di bawah).
Di JP, Mr. Pecut-nya menulis:
Tudingan terlibat bom Natal kepada Prabowo dan Hartono diralat.
-- Biasanya kan, begitu ___ (komentar Mr. Pecut).
Pdhal kita semua baca dan dengar bahwa yg dilakukan pihak Presiden, yg
disampaikan o/ jubir Wimar Witoelar sama sekali bukan ralat. Melainkan
melakukan klarifikasi bahwa presiden mmg sejak semula tdk membuat tuduhan
tsb dlm wawancara Newsweek itu. Tetapi, karena mungkin terdesak o/ semangat
partisan, maka turunlah tulisan demikian. Dng mengabaikan fakta yg ada.
di Newsweek:
http://www.msnbc.com/news/516121.asp?cp1=1
NEWSWEEK: The recent "Bloody Christmas" church bombings shocked
Indonesians. What's the status of the investigation?
Abdurrahman Wahid: We're making progress. According to the police
report, those behind the bombings appear to be people out to destabilize me,
but so far there's no legal proof [of who might have planned the crimes].
There have been allegations that some former generals may have been
involved.
I received a message from [former major general] Prabowo [Suharto's
son-in-law and former head of Indonesia's Special Forces]. He was very upset
that his name was mentioned in the police report. If that's so, he said, it
should be proven. The police report also mentioned the name of former Army
chief-of-staff Gen. R. Hartono. This only means the police will investigate,
and if they find proof they will detain anybody who's involved.
Newsweek:
Pengeboman gereja2 dlm "Natal Berdarah" telah mengejutkan masyarakat
Indonesia. Bagaimana status penyelidikan peristiwa itu?
Kita telah membuat kemajuan. Berdasarkan laporan polisi, tampaknya mereka
berada di belakang peledakan bom tsb adalah org2 yg ingin menggoyangkan
saya, tapi sejauh ini belum ada bukti hukum (ttg siapa yg merencanakan
peledakan bom itu).
Ada praduga bahwa sejumlah jenderal purnawirawan kemungkinan terlibat.
Saya menerima pesan dari Prabowo (menantu mantan presiden Soeharto, mantan
Pangkostrad). Dia (Prabowo) sangat kesal bahwa namanya disebut-sebut dlm
laporan polisi. Kalau mmg demikian, kata dia, hal itu harus dibuktikan.
Laporan polisi juga menyebutkan nama mantan KSAD Jend. (Purn.) R Hartono.
Ini hanya berarti polisi akan melakukan investigasi, dan kalau mmg terbukti
akan menahan siapapun yg terlibat.
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com