-----Original Message----- From: eg [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Ada dua berita aktual yang menarik untuk diamati. Pertama mengenai kedatangan pengacara ke Kepolisian untuk membela Juan Felix Tampubolon. Pengacara itu, termasuk Dr Adnan Buyung Nasution mengatakan bahwa Polisi tidak berhak menetapkan Jua sebagai tersangka karena itu menyangkut kode etik pengacara dalam membela kliennya. Bahkan pengacara Tommy yang berubuh subur itu mengatakan bahwa para pengacara sebaiknya mengundurkan diri dari masalah Pidana bila satu kakinya dipenjara dalam membela kliennya. Dalam kasus tersebut, Juan di media TV pernah mengatakan bahwa di rumah Tommy tidak ada bunker atau ruang bawah tanah. demikian pula dengan Komisaris Besar Polisi Anton Tabah. Nah, setelah Polisi menemukan bahwa disana memang ada Bunker maka Juan didakwa memberi keterangan tidak benar untuk membela kliennya. Jadi, kalau menurut pengacara itu, dalam menjalankan tugasnya, urusan pengacara berbohong untuk membela kliennya adalah urusan kode etik dan yang boleh menilai adalah dewan kehormatan pengacara.. Ke dua, di Surabaya bus2 mogok sebagai unjuk rasa karena telah ada 10 bus yang dibakar masa karena menabrak orang hingga tewas di tempat kejadian. Mereka mogok karena perilaku masa yang selalu membakar bus. Sedang masa berargumentasi bahwa mereka membakar bus yang menabrak karena pengemudi bus itu ugal2an sehingga menyebabkan orang lain tewas. Dalam kasus ini, kia sudah sering melihat perilaku bus2 di jalan yang bak penguasa jalan terebih-lebih perilakunya terhadap kendaraan kecil, sepeda motpor atau sepeda. Saya sudah seringkali melihat kejadian sepeda motor atau sepeda terperosok ke sawah karena dipepet oleh bus. Bahkan saya sering menghela nafas kalau bepapasan dengan mereka saat ngeblong jalan. Dua kejadian tersebiut sangat menarik karena merupakan fenomena aktual yang saat ini terjadi dalam kehidupan kita. Dimana kita akan berpihak atau menilai sangat tergantung kepada kalibrasi logka berpikir kita. Saya sedang berpikir, bagaimana dengan perilaku para politisi dan pemimpin masa atau profesional yang berpolitik? åç ---------------------------- Katakanlah:"Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya (QS. 17:84) Menurut tafsir Depag : Termasuk dalam pengertian "keadaan" disini ialah tabiat dan pengaruh alam sekitarnya. Padahal ada juga : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51:56) Tapi memang lebih gampang fokus pada keadaan kita sendiri saja daripada fokus pada sesuatu yang lebih global - menyembah-Nya - dengan segala konsekuensinya. Jadilah kita nggak pernah sepakat, mungkin ... salam, Idb --------------------------- ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
