Urun rembug!
Tentang nasionalisme, mestinya harus diketahui dulu
apa dan siapa bangsa atau nasion Indonesia ini.
Sebagai orang kecil yang tahu nasionalisme hanya
lewat pelajaran PMP (CIVICS sudah ndak ada waktu
saya sekolah dasar hingga SMA (belum SMUatas),
bahkan sampai perguruan tinggi), maka nasion Indonesia
itu telah ada resmi mengemuka minta pengakuan dunia
inter-nasion lewat konstitusi (UUD-1945 atau UUD
Proklamasi, kalau ndak salah).
Jadi kalau masih mengakui UUD-45 serta menghormati
penyusunnya yang notabene adalah pendiri bangsa
dan negara Indonesia, maka VISI nasion Indonesia
itupun telah jelas. Letaknya tak lain pada pembukaan
UUD-45 alinea ke-4. Yang kalau tidak salah ingat,
berupa menyejahterakan bangsa, mencerdaskan
bangsa dan ikut serta menciptakan PERDAMAIAN
ABADI dengan berazaskan pada:
Ketuhanan YME
Kemanusiaan yang adil dan BERADAB
Persatuan INDONESIA
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan/perwakilan
(dalam rangka) mewujudkan keadilan sosial bagi
seluruh rakyat INDONESIA.
Sayang ke-5 jalan itu dijadikan dasar, bahkan idiologi,
padahal hanya jalan atau sarana untuk mecapai
visi yang 3 diatas. Sehingga yang seharusnya
ketuhanan yang mewujudkan kemanusiaan dan persatuan
indonesia dalam rangka belajar tentang KERAKYATAN
(demokrasi) yang mementingkan hikmah kebijaksanaan
dalam bermusyawarah (ingat perwakilan hanyalah
ekor kalimat setelah tanda garis miring..... jadi nomor 2
setelah
musyawarah segala tingkat, hehehe.. sayang sekarang
yang ada malah wakil-wakil yang tak pandai musyawarah,
kecuali mewakili partai dan golongan... maaf, terus terang)
maka tujuan akhir yang berupa keadilan sosial bagi
SELURUH RAKYAT INDONESIA ya ndak kena-kena
tak iya? Mencapai 5 sarananya saja belum, apalagi
menggapai visi yang 3.
Apalagi sarana pokok yang 3 (ketuhanan, kemanusiaan
dan persatuan) sebagai landasan bernegara (berdemokrasi)
sering diobok-obok. Bahkan dicoba dikaji ulang... ya hancur
minah lah jalan untuk mencapai cita-cita akhir untuk
mewujudkan 3 tujuan bernegara dan berbangsa Indonesia.
maaf, kalau pikiran ini malah mengacaukan yang pada
rembugan secara nasional... saya hanya mencoba meng-ingat2
pelajaran kewargaan negara yang kemudian dipaksa-paksa
menjadi PMP itu, lama lho lha wong itu terjadi 10 tahun,
sejak kelas 3 SD hingga tingkat 1 PT.....
salam rembug,
FK - mBogor
----------------------
Sing penting Saiki!
-------------------------------
----- Original Message -----
From: "Victor Fungkong" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, January 25, 2001 9:47 AM
Subject: Re: [Rembug_Nasional] Nasionalisme
Menyambung pembicaraan kita dengan Kang Erry, Pak Wimar dan Pak
AMW
mengenai masalah perekat bangsa.
Kelihatannya yang penting kita harus memiliki visi mengenai apa
itu
Indonesia yang ideal. Kayak Malaysia punya Visi 2020. Maju,
makmur dan
sejahtera itu memang menjadi tujuan kita tapi itu suatu keadaan
ideal.
Yang perlu kita lakukan adalah memikirkan bagaimana cara
mencapainya. Ini
kontrak sosial baru kita; kayak new dealnya Roosevelt.
Namun perlu juga diperhatikan bahwa pengalaman bangsa kita
sekarang ini
berbeda dengan Amerika. Kalau orang ramai ramai beremigrasi ke
Amerika
memang dari dulu tujuannya untuk memperbaiki kehidupan mereka;
selain
menghindari political prosecution pada awalnya. Ini kondisi
yang tidak ada
pada kita; malah sebaliknya daerah daerah ingin stay as much
away from
Jakarta karena Jakarta ini malah dianggap "tukang peras" selama
ini.
Kembali ke soal visi, saya lihat kalau kita membiarkan keadaan
kita seperti
sekarang, maka visi akan muncul dengan dorongan individu yang
visioner.
Moga moga orang ini orang baik kalau nggak ada bahayanya juga
(Kayak Hitler
yang visioner, yang kemudian mempersatukan orang orang German
nasionalis
tapi akhirnya menghancurkan negerinya sendiri). Atau pilihannya
kita
sendiri ramai ramai mendorong tumbuhnya visi baru itu.
Nah saya lagi pikir mungkin FRN bisa membuat forum yang sama
untuk
mendorong tumbuhnya visi ini (termasuk masalah rekonsiliasi
nasional yang
dikemukan Mas Sudirman?). FRN kemarin sebenarnya mengandung
benih
pembentukan visi ini tapi mungkin kurang dieksplisitkan soal
ini.
Gimana Mas Dirman? Apa pikirannya mengenai soal ini.
Victor
MAILING LIST FORUM REMBUG NASIONAL (FRN) & KAMPANYE REMBUG
NASIONAL (KRN)
Untuk keluar dari milis ini kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Website: www.transparansi.or.id/rembug_nasional
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com