Kalau ada lima buah koin, salah satu sisi dari seluruh koin itu bergambar Golkar sedang sisi-sisi koin yang lain bergambar : KKN Orba, Pengungkapan kasus HMS dan kroninya, Pelanggaran HAM oleh militer, Manipulasi sejarah dan Penggembosan ekonomi nasional. Kita bisa tambahkan sederet lagi gambar sisi-sisi koin tapi tetap saja sisi koin yang lainnya bergambar Golkar. Jadi,... kalau ada milis yang punya pandangan stereotype tentang Golkar, itu tanda kita belum berhasil menuntaskan kasus-kasus klasik peninggalan Orba. Ada yang bilang kalau selama ini kita hanya berusaha mengobati gejala penyakit yang muncul saja, tapi tidak pernah berhasil membuang/memotong tumornya. Ingat nggak teori sakit giginya Sarwono yang bikin heboh itu ?? Tapi saya mohon upaya ini jangan sampai menimbulkan kontra indikasi buat peri kehidupan rakyat. Pihak-pihak yang berkepentingan dengan keberadaan Golkar nggak bakalan suka dengan ide ini. -tmp- 'Semper Fidelis' -----Original Message----- From: Edi Purwono [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: 30 Januari 2001 20:39 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Kuli Tinta] detik.com sore ini, RE: [Kuli Tinta] Re: SCTV, siang ini (30 Jan 2001) Detik.com ? No comment dah kalau dari situ --- Imron Zen <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > dari berita detik.com di bawah ini, maka amat sangat > wajar pertanyaan Indiarto 'Apa Gus Dur tidak tahu > konsekuensinya dengan melempar wacana tersebut ?' > > iz > > http://www.detik.com/peristiwa/2001/01/30/2001130-173102.shtml > Akbar Tandjung: > Presiden Tak Bisa Bubarkan DPR > Reporter: Aulia Andri > detikcom - Jakarta, Ketua DPR Akbar Tandjung > menyatakan, Presiden dan DPR merupakan lembaga > tinggi > negara yang sama kedudukannya. Dengan begitu, > menurut > Akbar, sesuai konstitusi Presiden tidak bisa > membubarkan DPR. Demikian juga sebaliknya. > "Kalau berdasarkan konstitusi, tak ada dasar untuk > mengambil tindakan pada DPR. Apalagi oleh Presiden. > Presiden dan DPR itu sama-sama lembaga tinggi > negara. > Sesuai konstitusi, Presiden tak bisa membubarkan > DPR. > Demikian juga sebaliknya," kata Akbar usai menerima > utusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di > Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa > (30/1/2001). > Sebelumnya Presiden Gus Dur mengancam akan > membubarkan > DPR dan MPR. Ancaman itu tercetus saat berbicara di > hadapan para rektor dari perguruan tinggi Islam > seluruh Indonesia di Bina Graha, Sabtu (27/1/2001) > sore. Sebenarnya pernyataan Gus Dur itu dilarang > dipublikasikan alias off the record. Namun, ternyata > omongan yang off the record itu pun bocor. > Pembocoran itu terjadi, konon karena larangan untuk > mempublikasikan berita itu datang belakangan. Tapi, > apa lacur, berita itu sudah nongol di LKBN Antara > lebih dulu. Seperti dikutip Republika, memang > setelah > itu Antara segera menghapus berita 'panas' tersebut. > Namun, tak disangka pukul 20.00 WIB berita tersebut > masih muncul di pelanggan Antara, namun dalam versi > Inggrisnya. Berita itu berjudul: Gus Dur Ready to > 'Freeze' Parliament, People's Consultative Assembly. > Menanggapi keinginan Gus Dur itu, Akbar sendiri > menyatakan akan mengecek terlebih dahulu. Kemudian > dijelaskan, berdasarkan konstitusi, DPR merupakan > salah satu lembaga tinggi negara yang memiliki > fungsi > membuat Undang Undang (UU). Keberadaan DPR, lanjut > Akbar, kini juga diperkuat dengan adanya amandemen > UUD > 1945. > Sedangkan menanggapi tudingan bahwa DPR dikuasai > Orde > Baru (Orba), Akbar menyatakan hal itu perlu > diklarifikasi. "Apa yang dimaksud dengan Orba itu. > DPR > ini dipimpin atas pilihan rakyat. Maka yang > berdaulat > itu rakyat. Jadi kita harus menghormati pilihan > rakyat > itu," kata Akbar. > Akbar juga menantang pembuktian terhadap tudingan > DPR > sebagai penyebab disintegrasi bangsa. Dikatakan > semua > produk DPR tidak ada yang mengarah pada disintegrasi > bangsa. Bahkan DPR membuat UU bersama-sama dengan > pemerintah. Termasuk Pansus Buloggate dan > Bruneigate, > menurut Akbar, telah sesuai UU. > "Ini juga harus dibuktikan, kasus apa, peraturan > apa, > produk apa dari DPR yang mengarah pada disintegrasi > bangsa. Kalau DPR mengeluarkan UU yang mengarah > disintegrasi bangsa tidak ada," tandas Akbar.(iy) > > > -----Original Message----- > > From: mBin [mailto:[EMAIL PROTECTED]] > > Sent: Tuesday, January 30, 2001 4:25 PM > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Subject: [Kuli Tinta] Re: SCTV, siang ini (30 Jan > 2001) > > > > > > > > From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]> > > > > Di Liputan 6 Siang, SCTV, ada perbincangan antara > > penyiar SCTV (Indiarto kah namanya ?) dengan Jubir > > Presiden, Massardi. Topik yang diambil adalah soal > > wacana (katanya begitu) 'Presiden ingin > membubarkan > > DPR/MPR'. > > > > --cut-- > > > > ini ada pendapat orang lain tentang 'indiarto', > > beberapa bulan lalu, > > > > mBin > > ----- > > > > From: Fahmi Zabirat <[EMAIL PROTECTED]> > -del- > > __________________________________________________ > Get personalized email addresses from Yahoo! Mail - > only $35 > a year! http://personal.mail.yahoo.com/ > > ................Sambut MASA DEPAN BARU > Indonesia............... > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan > LAKUKAN SENDIRI > Bergabung: [EMAIL PROTECTED] > Keluar: [EMAIL PROTECTED] > > ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, > http://www.indokado.com > > > > > > > > > > > > > > > __________________________________________________ Get personalized email addresses from Yahoo! Mail - only $35 a year! http://personal.mail.yahoo.com/ ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
