----- Original Message ----- From: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, February 01, 2001 1:44 pagi Subject: [indonesia_damai] Independensi gerakan mahasiswa Independensi Gerakan Mahasiswa itu selalu jadi tujuan, selalu jadi idealisme, tetapi selalu rentan. Dalam beberapa pergolakan bangsa (66, 74, 78, 98, dan sekarang) selalu banyak pihak yang mau memakai mahasiswa sebagai pion-nya. Sejauh saya tahu dalam gerakan mahasiswa '78 dan juga '98 usaha itu memang ada tetapi bisa dihindarkan. Tapi dalam gerakan mahasiswa tahun '66 dan '74 jelas sekali mereka cuma pion dalam pertarungan kelompok elite. Aksi-aksi '78 dan juga '98 sudah lama bergulir sebelum mencapai puncaknya. Sebelumnya sudah banyak debat, diskusi, dan aksi-aksi pendahuluan. Kita ingat GAK (Gerakan Anti Kebodohan) dalam DM-nya Kemal dan juga, koordinasi DM-SM Se Bandung, turun ke jalan DM-SM se Bandung dalam Hari Pahlawan 10 Nopember 1977 dengan pimpinan Care taker DM-ITB (Indro, Hilal, Ramles), dsb, penerbitan Buku Putih, dsb. Semua itu pendahuluan atau pendidikan politik awal untuk gerakan '78 dalam DM-nya Heri. Prolog dari gerakan '78 itu juga panjang sekali. Banyak dari kita yang masih ingat bagaimana kita berdiri berjam-jam di Jl.Riau mendengar pemimpin kita membacakan pleidoinya. Ada proses panjang baik dalam tataran ide maupun tataran aksi. Aksi-aksi 98 itu jauh lebih dahsyat lagi. Mereka hanya bisa sampai ke Gedung DPR setelah melalui jalan yang panjang, berliku-liku dan penuh hambatan. Ribuan orang yang benjol, bocor dan babak belur. Sepanjang jalan itu berulang kali mereka menyanyikan Gugur Bunga. Aksi-aksi beberapa kelompok mahasiswa pendukung pansus minggu lalu (29 Januari) memang sejak awal sudah lain. Ide atau isunya itu nggak menggigit. Kasus Brunei dan Bulog itu isunya segelintir "kutukupret" di DPR. Nggak ada urusan dengan kepentingan rakyat banyak. Aksinya juga nggak biasa. Beda dengan '78 dan '98 -- yang aksinya bertahap, ada pemanasan, ada pegolahan pernapasan, penumpukan enerji, dsb -- yang ini mendadak saja mereka nongol di DPR/MPR dengan begitu well-organized dan well-planned. Hampir tidak terdengar ada debat yang riuh-rendah, ciri khas proses pengambilan keputusan dalam gerakan mahasiswa. Beberapa catatan dari lapangan di bawah ini menunjukkan kelainan aksi-aksi minggu lalu. Kalau kemudian, setelah beberapa aksi lagi, gerakan pendukung pansus ini lesu darah, yah itu menunjukkan gerakan ini didalangi. Bukan benar-benar muncul dari pergolakan pemikiran dan keprihatinan mahasiswa sendiri. Nggak beda jauh dengan 'gerakan' kita pribadi, masing-masing. Kalau 'sesuatu' itu memang ada dalam diri kita, maka itu muncul sebagai hasil pergolakan dalam hidup kita dan itu akan ada terus, akan terus menyala, mengilhami. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Subject: BEM-UI dan ILUNI Hanya Pion Politik Date: Wed, 31 Jan 2001 01:34:18 Bagi mahasiswa reformis murni, kebijakan dan ulah Gus Dur memang membuat mereka gamang. Mereka banyak yang yakin bahwa Gus Dur memang terlibat KKN dan sejak lama -- seperti halnya Megawati -- memiliki tendensi otoritarian. Namun untuk bergabung dengan kelompok anti-Gus Dur juga bukan pilihan yang akan menguntungkan kelanjutan reformasi, sebab kelompok-kelompok anti Gus Dur tersebut banyak yang "ditunggangi" kelompok sisa Orde Baru. Para pimpinan BEM-UI, contohnya, walaupun mereka menyangkal bertemu dengan Akbar Tanjung, namun faktanya mereka mengadakan kontak rutin dengan orang-orangnya Fuad Bawazier, Hariman Siregar, dan tokoh-tokoh ILUNI mantan aktivis HMI (seperti Lukman Hakim, staf LIPI yang menolak menandatangani penolakan staf peneliti LIPIN terhadap Soeharto awal 1998 yl.) Tokoh-tokoh BEM-UI juga "cari muka" dengan menemui Prabowo (apa BEM-UI berani menyangkal ini? Coba saja). Tokoh-tokoh BEM-UI ini kebanyakan adalah tokoh HMI di UI yang tempo hari mengecam tindakan rekan-rekan mahasiswa UI yang turun ke jalan memprotes Habibie dan Orde Baru. Tokoh-tokoh senior mereka di ILUNI sama saja. Mereka kemarin menyesalkan adanya fraksi dalam ILUNI yang membuat pernyataan politik. Tetapi bukankah ILUNI dibawah rejim Azrul Azwar pada masa awal pemerintahannya juga membuat pernyataan untuk mendukung pencalonan kembali Habibie? BEM-UI dan ILUNI memang semakin kerdil. Mereka kini hanya pion-pion politik yang mimpi bisa menduduki posisi papan atas. detikcom - Jakarta, Sepeninggalan massa mahasiswa BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) se-Jawa dan Sumatera dari Gedung DPR/MPR, Ketua PRD Budiman Sudjatmiko menyampaikan orasi di depan massa gabungan FRAROB (Front Rakyat Anti Rejim Orde Baru). Menyusul kemudian seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi UI juga berorasi, tapi dia mengecam BEM. Itulah yang terjadi di depan pintu gerbang Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/1/2001) sekitar pukul 16.30 WIB. Martin Manurung, mahasiswa yang mengenakan jaket kuning almamater UI itu menilai, sebagian mahasiswa yang mengklaim diri sebagai agen perubahan, telah turut memanipulasi perpolitikan nasional. “Dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)-nya, mereka seolah-olah menyatakan anti-Orde Baru, padahal mereka sama sekali tidak terlibat dalam gerakan mahasiswa pada 1998,” seru Martin. Lalu, dia menunjuk nama Taufik Riyadi, Ketua BEM UI. “Dia itu tidak ikut dalam aksi-aksi mahasiswa tahun 1998 lalu,” ujar Martin. Sebelumnya, Ketua Umum PRD Budiman Soedjatmiko, dikelilingi 250-an massa gabungan dari tujuh belas elemen gerakan massa - antara lain Partai Rakyat Demokratik (PRD), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNBPI) pimpinan Dita Indah Sari- menyampaikan orasinya dengan bersemangat. Budiman mengajak segenap rakyat untuk kembali mengadili Golkar dan membersihkan mereka dari parlemen. Menurut dia, Golkar terlibat dalam pemalsuan sejarah dan dengan kekuatan ekonominya, secara sistematis melakukan tindakan-tindakan antidemokrasi. "Bahkan dunia intelijen pun sampai kini masih dikuasai orang-orang Golkar dan agen Orde Baru, sehingga harus dibubarkan,” seru Budiman seraya mengingatkan bahaya Orde Baru yang sampai sekarang masih menguasai enam puluh persen Kepala Daerah Tingkat II se-Indonesia. (smu) ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
