---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 01 Februari 2001 15:20 UTC




* SAAT INI POSISI MEGAWATI PALING KUAT, TAPI APA YANG BISA
DILAKUKANNYA?

Dalam situasi krisis sekarang, kartu sepenuhnya berada di tangan
Wakil Presiden  Megawati Soekarnoputri. Dialah politisi yang paling
kuat saat ini, dan dengan berkoalisi dengan Golkar dan TNI, maka
Megawati bisa tampil menggantikan Gus Dur. Hal seperti ini pernah
diramalkan oleh Prof. Arief Budiman, pengamat politik dari
Universitas Melbourne, Australia. Apakah Arief Budiman merasa bahwa
ramalannya kini hampir menjadi kenyataan?

Arief Budiman [AB]: Memang kelihatannya jadi kenyataan, tapi masih
banyak problim di sana. Pertama, apakah Megawati berani bekerjasama
dengan Golkar. Masalahnya adalah masalah pribadi juga. Dengan Gus
Dur, karena biarpun Gus Dur ambur adul dan sebagainya, hatinya baik.
Kalau buat Megawati. Tapi kalau dengan Akbar Tandjung, Akbar Tandjung
kan seorang yang memang manis mulutnya, baik tutur katanya, indah,
tapi rencananya banyak dan interesnya banyak juga. Jadi apakah
Megawati merasa sreg kerjasama dengan Akbar Tandjung. Itu pertanyaan
pertama yang sulit dijawab.

Yang kedua adalah seandainya, kalau Gus Dur dijatuhkan sebagai
presiden, maka akan terjadi konflik di bawah. Kemungkinan banser
turun ke jalan, karena saya kira NU tampaknya pejah gesang nderek Gus
Dur (hidup mati ikut Gus Dur, Red.). Karena masalahnya bukan karena
fanatik sama Gus Dur, tapi karena ada Gus Dur NU dapat fasilitas
banyak. Demikian juga dengan banser. Jadi kalau banser turun maka dia
akan berhadapan dengan massa PDI-P Megawati akan terjadi kekacauan.
Akhirnya mungkin tentara akan lebih berperan dari pada mereka berdua.
Itu pertimbangan kedua.

Ketiga adalah kalau Gus Dur turun juga Megawati akan naik jadi
presiden, nah Megawati banyak titik lemahnya. Pertama,  kalau masalah
korupsi yang kira-kira akan menjatuhkan Gus Dur ini diaplikasikan
pada Megawati, dia juga banyak masalah korupsinya. Terutama
sehubungan dengan suaminya Taufik Kiemas. Nah apakah Megawati akan
tahan banting menghadapi tuduhan-tuduhan korupsi terhadap
keluarganya? Mungkin jumlahnya bukan lebih besar dari apa yang
dilakukan Gus Dur. Dan kemudian juga bahwa Megawati seandainya dia
jadi presiden mungkin dengan mudah bisa dijatuhkan lagi. Kan Akbar
Tanjung bisa memainkan juga kartu Islam. Dia tidak pantas sebagai
perempuan jadi pemimpin tertinggi. Jadi Megawati, saya kira berhitung
juga. Kalau dia jadi presiden dia menjadi lemah.

Justru pada saat sekarang dia sangat kuat. Gus Dur tergantung sama
dia, Akbar Tandjung tergantung sama dia juga. Kan Akbar Tandjung
kalau bergerak sendiri, Golkar sama tentara akan diteriaki
orang-orang, karena artinya kembalinya rezim Orde Baru yang lama. Dan
Akbar hanya bisa bergerak kalau Megaati bergerak. Jadi Megawati,
posisinya sekarang sangat diuntungkan.

Dia adalah politikus yang paling kuat pada saat ini. Gus Dur
membutuhkan dia, Akbar membutuhkan dia, semua membutuhkan dia. Tapi
kalau dia masuk kursi kepresidenan mungkin posisinya sangat lemah.
Jadi yang perlu diperhatikan adalah apa yang akan dilakukan Megawati.
Dan statementnya ngambang. Ia bilang tetap mendukung Gus Dur dan
kalau Gus Dur dijatuhkan, harus konstitusional. Ya, itu kan ngga
jelas. Megawati ngga punya sikap atau belum memutuskan. Kalau tidak
punya sikap yah, dia biarkan saja keadaan bergulir.

Radio Nederland [RN]: Ini ironisnya. Pak Arief mengatakan dia adalah
politikus sangat kuat di Indonesia sekarang, tapi dia justru pada
jabatan wakil presiden.

AB: Ya, karena namanya kuat dan dengan segala kelemahannya diam saja
dia sudah jadi hebat, apalagi kalau dia berbuat sesuatu. Atau mungkin
kalau dia berbuat sesuatu dia jatuh.  Itu menarik memang posisi
Megawati sekarang.

RN: Tapi sekarang gimana, Pak Arief sudah berubah pendirian dari
Desember lalu yang mengatakan bahwa Mega berkoalisi dengan Golkar dan
TNI?

AB: Ndak, artinya memang yang paling mungkin untuk  jatuhkan Gus Dur
waktu itu adalah koalisi tadi. Akbar Tandjung, Mega dan tentara. Itu
yang paling kuat. Tapi  pada saat hampir riil, koalisi itu juga bukan
mudah seperti itu. Karena begitu masuk, Megawati yang akan jadi
lemah, akan jadi sasaran tembak. Kalau pada saat Gus Dur hilang dari
pentas politik Indonesia.

Yang mau saya katakan adalah itu yang bisa terjadi dan akan terjadi.
Jadi untuk gulingkan Gus Dur itulah yang paling bagus. Tapi begitu
Gus Dur terguling, Megawati tiba-tiba posisinya bisa menjadi sangat
lemah. Jadi Megawati tampaknya juga berpikir keras. Saya kira mungkin
rencana Megawati ini, Gus Dur tidak sampai diimpeach oleh MPR hanya
sampai di DPR saja. Di DPR ini dihinalah. Dikatakan dia korup dan
sebagainya sehingga dia dengan demikian dia harus lebih hormatlah
pada Megawati. Kan sampai sekarang Gus Dur seperti kakak yang nakal.
Kabinet baru ngga diajak, dia harusnya menurut MPR Megawati seharunya
mimpin kabinet. Praktis Gus Dur yang mimpin.

Jadi mungkin PDI-P minta Gus Dur benar-benar bersharing power
(berbagai kekuasaan, Red.) dengan PDI-P. Saya kira dengan suksesnya
mereka menggolkan rekomendasi Pansus di DPR ini yang diminta adalah
lebih banyak konsesi daripada posisi kepresidenan. Jadi kemungkinan
Gus Dur akan survive (bertahan hidup, Red) atas dasar tadi.

Demikian Prof. Arief Budiman, pakar politik Indonesia dari Melbourne
University di Australia.



---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke