Pak RT kampung yang dulu bingung untuk berperan,
menyampaikan pandangan tentang berlangsungnya
sida paripurna:
"Melihat nada-nada bicara dan tingkah laku para
anggota DPR dalam paripurna, mencerminkan
keinginan mereka. Suatu tingkah yang jauh dari
perbuatan NEGARAWAN dari suatu DEWAN."
Pro dan Kontra TPI semalam, ada penelepon
dari Klaten, menyatakan bahwa "Negara sekarang
ini sudah menjadi panggung sandiwara yang
KONYOL"
Penelepon dari ibukota jawa tengah, menyampaikan
"Wakil itu tugasnya ya membuat yang diwakili
bisa maju, bisa berusaha dan berproduksi"
jadi yaah, benar pendapat AR,
SIAPA LAGI YANG MENDUKUNG GUSDUR?
(dengan catatan kalau wakil-wakil rakyat dan
BANTHONGANnya saja begitu?)
FK - mBogor
----------------------
Sing penting Saiki!
----- Original Message -----
From: "Daniel H.T" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, February 01, 2001 11:32 PM
Subject: [Kuli Tinta] Fw.: Amien Rais Ingin SI MPR, Siapa yang
Dukung Gus Dur?
* AMIEN RAIS INGIN SI MPR, SIAPA YANG MASIH DUKUNG GUS DUR?
Rapat Paripurna DPR RI kemarin berlangsung cukup seru dan panas,
berbagai interupsi terdengar di awal pembukaan sidang. Rapat
kali ini
sangat istimewa, karena saat itulah temuan Pansus atas
keterlibatan
Gus Dur secara langsung atau tidak langsung dalam skandal Bulog
Gate
dan Brunei Gate, diputuskan oleh fraksi-fraksi di DPR. Fraksi
PDIP
menjadi fraksi pertama yang didengarkan pendapatnya. Lebih
lanjut,
berikut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta:
Laksamana Sukardi yang ditunjuk sebagai jurubicara menyatakan
menerima hasil Pansus dengan catatan, mengusulkan DPR agar
memberikan
peringatan kepada Presiden. Tak berbeda dengan PDIP, Partai
Golkar,
Fraksi PP, Fraksi Reformasi juga menerima hasil Pansus. Demikian
pula
dengan Fraksi TNI/Polri. Fraksi TNI/Polri yang selama ini lebih
memilih netral dan abstain dalam setiap pengambilan keputusan
melalui
pemungutan suara di rapat paripurna DPR, dalam Pansus Bulog dan
Bantuan Brunei berbaur dengan sebagian besar fraksi yang
menerima
laporan akhir Pansus. Dalam pemungutan suara di rapat paripurna
DPR
di Gedung DPR/MPR, Kamis petang, sebanyak 38 anggota Fraksi
TNI/Polri
memilih menerima hasil kerja Pansus.
Maka jika keinginan Amien Rais diikuti, dalam tiga minggu Gus
Dur
sudah bisa dipastikan jatuh melalui suatu Sidang Istimewa MPR.
Amien
tidak ingin untuk menunggu proses pengiriman memorandum oleh
DPR,
karena ini akan memakan waktu paling tidak tiga bulan. Menurut
Amien
satu-satunya jalan bagi Gus Dur saat ini adalah mengundurkan
diri
secepatnya, secara terhormat. Ini merupakan jalan terbaik
baginya dan
keluarganya.
Sebaliknya Gus Dur diberitakan dalam keadaan sangat resah dan
marah.
Karena ia merasa dilecehkan dan dianggap telah menipu publik.
Gus Dur
sebenarnya ingin membubarkan DPR tetapi pihak angkatan darat
menentangnya. Sesuai dengan sumpah prajurit Sapta Marga, TNI
harus
mempertahankan konstitusi. Kalau presiden melanggar konstitusi
maka
tentara bisa menangkapnya. TNI-AD memang sudah tidak taat lagi
pada
Presiden Abdurahman Wahid. Utamanya karena Gus Dur ingin
mengganti
KSAD Jenderal Endiartono. Semua perwira Mabes AD akan
mengundurkan
diri, jika Gus Dur melakukan pergantian KSAD. Hingga kemarin
tinggal
Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang masih setia mendukung Gus
Dur.
Polri bersikap ragu-ragu.
11 ribu orang mahasiswa yang kini sedang menggoyang Gus Dur di
Jakarta dengan antara lain mendatangi gedung DPR serta Istana,
dikabarkan secara diam-diam mendapat dukungan moril dari
Angkatan
Darat. Pada umumnya memang keempat angkatan lebih condong pada
Megawati. Wakil Presiden Megawati tetap menyatakan loyal pada
Gus
Dur. Tetapi ia tidak dapat menahan aksi-aksi mahasiswa atau
move-move
politik pendukungnya karena itu merupakan keputusan Kongres PDIP
di
Bali. Dalam arti, kongres menginginkan agar ia dijadikan
Presiden RI.
Karena itu kalau sesuai konstitusi, MPR menginginkan ia
menggantikan
Gus Dur pada Sidang Istimewa MPR mendatang, maka Mega harus
menerimanya. Maka di atas kertas kekuasaan Gus Dur telah
berakhir.
Kini apa lagi yang bisa dilakukan Gus Dur? Kemarin ia mulai
memanggil
beberapa tokoh masyarakat, tokoh reformis, yang selama ini tidak
digunakannnya. Mereka antara lain mengatakan bahwa ia
diamanatkan
oleh MPR untuk memberantas KKN, tetapi hal itu tidak
dilakukannya.
Maka sebagaimana halnya dengan apa yang dikatakan oleh Ketua MPR
Amien Rais kepada Menteri Luar Negeri Alwi Shihab, ketika ia
dihubungi kemarin dulu, para teman lama Gus Dur pun mengatakan:
nasi
sudah menjadi bubur. "Anda sudah terlambat".
Namun ada juga yang mengatakan jika Gus Dur mau mengambil
simpati
rakyat kembali maka hari Jum'at ini pun ia harus melakukan
penangkapan-penangkapan. Yang ditangkap itu haruslah para
penjahat
Orde Baru. Ia harus mengumumkan pembubaran Golkar demi untuk
keselamatan negara. Namun banyak pengamat yang mengenal Gus Dur
menyangsikan keberanian sang Presiden. Mahasiswa yang bergerak
menentang Gus Dur kini dipimpin oleh tokoh-tokoh kampus yang
masih
muda-muda dan penuh dengan idelalisme. Yang secara tidak
langsung
mendukung Gus Dur dengan menghujat Golkar umumnya terdiri dari
mahasiswa-mahasiswa generasi tahun 1998 yang menjatuhkan
Soeharto.
Mereka lebih berpengalaman dalam aksi-aksi di jalanan. Tetapi
mereka
dituduh para tokoh anti Gus Dur sebagai demonstran bayaran.
Massa
Ansor dan Banser pun dituduh sebagai massa bayaran. Sebaliknya
Ansor
menuduh para mahasiswa dari pelbagai BEM (Badan Eksekutif
Mahasiswa)
dibayar oleh para mantan menterinya Soeharto.
Yang menarik adalah keterangan Prof Sarbini Sumawinata.
Dikatakannya
apa yang terjadi saat ini hanyalah snapshot belaka atau
cukilan-cukilan peristiwa. Hari ini misalnya kekuatan Gus Dur
lebih
banyak. Besok kekuatan anti Gus Dur yang dominan. Tetapi ini
semua
tidaklah penting. Yang perlu kita lihat adalah perkembangan
jangka
panjang. Orang sering bingung dengan hal-hal yang mereka dengar,
mereka lihat, dan mereka analisa. Kita harus mampu mencermati
perbedaan antara faktor subyektif dan faktor obyektif. Faktor
obyektif menunjukkan dengan jelas bahwa Gus Dur akan jatuh.
Karena ia
sebagaimana halnya dengan Habibie tidak mampu memenuhi harapan
rakyat
pada umumnya dan tokoh-tokoh reformasi yang mendudukannya
sebagai
presiden pada khususnya. Siapa pun yang menjadi presiden, entah
itu
Megawati, Akbar Tandjung atau Endriartono, akhirnya akan jatuh
pula
karena tidak mempunyai konsep atau pun kemampuan nuntuk
menyelamatkan
republik ini dari pelbagai krisis saat ini. Krisis ekonomi,
politik,
hukum, militer, integrasi dan sebagainya tidak akan mampu mereka
atasi, karena untuk itu dibutuhkan orang-orang yang tahu jalan
keluar
dari kemelut saat ini.
----------------------------------------------------------------
-----
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
----------------------------------------------------------------
-----
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
- [Kuli Tinta] Fw.: Amien Rais Ingin SI MPR, Siapa yang Dukun... Daniel H.T
- Fukuoka Kitaro
