Anda yang memulai maka anda yang menanggung.
Apa kamu pikir gerakan reformasi yang katanya diusung
Amien (munafik) itu tidak memakan korban?

Dan dalam sejarah gerakan reformasi pasti memakan jiwa lebih
besar dari revolusi. Apa hasil dari pecahnya UNi sovyet?
Perang Saudara di BOSNIA jutaan dengan isu sara dan ras
mengema ratusan ribu jiwa melayang.

 Kalau caranya perang saudara itu bukan revolusi namanya.
Dan anda sendiri pikir mengapa anda sama anda sendiri bisa berhadapan, tanya
pada diri anda sendiri. Ketika anda Masa pendukung gusdur dan anti gusdur
berhadapan dan saling baku hantam ini hanya bagian sekelumit sejarah
peradaban dari kebodohan manusia. Kalian akan sadar dan membenarkan ucapan
saya dan bergabung memperjuangkan Revolusi Demokratik.

Perang Saudara memang terjadi dimana-mana. Di amerika dua kali terjadi
perang sipil yang menjijikan. Dan di Indonesia?  saya mendoakan kalian
saling berhadapan dan kemudian sadar bersama kami meneruskan yang sudah
terjadi dengan sebuah revolusi demokratik.

Kami lebih menawarkan hal yang kongkrit kalau anda setuju mari bergabung dan
tinggalkan para munafik yang hanya kenal uang dan bayaran. Kami menawarkan
gerakan Massa People power, rakyatlah yang mengrubah simbul-simbul
kekuasaan. Bukan seperti gerakan reformasi simbul ekonomi yang dirusak
(bukan dikuasai) dan terjadi perkosaan dan perampasan dengan nama Islam dan
Nasionalisme.

Tawaran kami lebih jelas, Mari bergabung hilangkan dikepala kerangka elit,
figur dan tetek bengek lainnya yang membodohkan dan menuhankan manusia. Kita
rubah dan banggun bersama-sama secara demokratis, dari bawah dari rakyat
sendiri. Musuh rakyat bukan Islam, Nasionalis, dan Komunis/sosialis. Musuh
Rakyat Militer dan GOLKAR sampai ketingkatan RT dan RW. Serta semua produk
yang dibuat pada massanya. GOLKAR/Militer telah memutus tali sejarah dan
tali persaudaraan dengan perang dan pembantaian. Saya sangat mendukung anda
menumbangkan Gusdur dan siap-siap anda berhadapan dengan Rakyat. Kami sudah
tidak bisa ditakuti oleh senjata lagi, sudah banyak martir di negeri ini,
jangan ditambah dengan pembohongan memperjuangkan reformasi, yang sebenarnya
kospirasi, dan kolusi serta Negosisasi jamatan dan kekuasaan, hanya
"setanlah" yang banyak berkuasa di DPR RI sekarang ini.

Kamu pikir siapa yang menghancurkan dan membumi hanguskan Timor-timur? Kamu
pikir siapa yang menjarah dan melakukukan perkosaan atas nama agama? Pada
saat reformasi dan jejak pendapat. Kalian sudah buta mungkin, sehingga
kejadian dua tahun kemarin kalian lupakan. kalaupun rakyat bergerak dan
kerusuhan terjadi anda pikir "kami" yang melakukan, bukankah kalian harunnya
berkaca pada diri sendiri. Tanyakan sama militer mengapa itu bisa terjadi.
Sekali rakyat tetap rakyat. Dalam kamus rakyat tidak ada militer yang
merubah harus rakyat. Yang merusak sudah pasti militer.
Ketika matahari sudah bergerak keufuk timur, tak mungkin memaksakan firaun
untuk menengelamkannya. Dan yang berusaha mempertahankannya sudah pasti akan
jadi korban, karena air selalu mengalir kebawah ketika anda menahannya anda
akan jadi korban.
Itu saja.

MYP



-----Original Message-----
From: BKC1214 Nopi Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 02 Februari 2001 12:04
Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: SEKALI LAGI RUBAH DPR/MPR-NYA


>
>
>Wah Bung anda tampaknya sangat revolusioner sekali,..apa anda
>sudah siap dengan konsekuensi radikal seperti yg bung tulis,...
>sekali lagi biaya sosialnya sudah diperhitungkan belum, saya takut
>anak cucu saya tidak bisa berangkat sekolah lagi nantinya..begitupun
>dengan anak cucu anda juga.
>
>Let's find the easiest way, jangan tumpahkan darah yg tidak
>berdosa sama sekali. thinkfast & thinkright and good decision!.
>
>Salam,
>-------
>
>SEKALI LAGI HANYA SATU KATA BUBARKAN DPR/MPR
>PRODUK ORDE BARU. HANYA DENGAN PEMBUBARAN
>DPR/MPR DAN REKONSILIASI KEBAWAH (RAKYAT)
>BISA MEMECAHKAN KEMELUT BANGSA INI.
>
>AMIEN, AKBAR, MEGA, ELIT PBB, ELIT PPP, GUSDUR SETALI TIGA UANG.
>sitambah lagi orang-orang yang dibutakan hatinya dengan gerakan
>MORAL.
>
>GUSDUR JIKA DIPANDANG DENGAN NAFSU TURUN AKAN LEBIH BAIK MAKA JALANKAH
>SAJA.
>HA... HA....
>TUGAS AKAN LEBIH RINGAN UNTUK MENUJU REVOLUSI RAKYAT. MEMANG JIKA MENURUT
>ELIT (MUNAFIK) BARATA YUDA LEBIH BAIK BOK LAKUKANLAH, TUNGGU TUMPAKAN
>AMARAH
>RAKYAT KEPADA KAUM MUNAFIK DAN OPERTUNIS ITU. RAKYAT SUDAH MUAK DIKIBULI
>DAN
>DIADU TERUS. MAAF JIKA ELIT OPERTUNIS DAN MUNAFIK INI YANG DIA PILIH,
>SEKALI
>LAGI MAAF KAMI TUJUKAN PADA GERAKAN MORAL DAN FID DAN ORGAN APAPUN YANG
>MEMODERASI GERAKAN MASSA KAMI HARUS MATI UNTUK KEADILAN.
>
>HANYA DUA PILIHAN UNTUK MILITER BERHADAPAN DENGAN RAKYAT ATAU MENGABDI DAN
>BERGABUNG DENGAN BARISAN RAKYAT YANG MENGUSUNG CITA-CITA REVOLUSI
>DEMOKRATIK. TIDAK ADA LAGI KATA HALUS UNTUK MELIHAT SANDIWARA INI.
>
>DAN SEKARANG ANDA SEMUA DAPAT BELAJAR DENGAN POLA OPERTUNIS PERS. MAKA
>KENAPA ANDA TIDAK MENUANGKAN PIKIRAN SENDIRI DAN MEMBUAT SENDIRI MEDIA PERS
>ALTERNATIF. MEDIA PERLAWANAN DAN SELEBARAN.
>
>SEKARANG BUKAN LAGI KITA BICARA GOLKAR ATAU TIDAK GOLKAR SARANG PENYAMUNLAH
>YANG HARUS KITA PERBAIKI, DAN SARANG ITU ADA DI DPR MPR..
>
>MYP
>
>-----Original Message-----
>From: BKC1214 Nopi Hidayat
>>Is better, selesaikan masalah kecil di GD dulu, baru kemudian
>>masalah BLBI, KKN or dsb deh (ciptakan kepastian hukum lebih dulu
>>dengan contoh kongkrit), la gimana mo masalah yg besar2 selesai
>>masalah yg kecil aja nggak bisa!!.
>>Biarkan DPR bekerja, tentunya yg sesuai konstitusi dan biarkan
>>pula GD bekerja sambil proses hukum berjalan sebagaimana mestinya
>>bukan malah bikin opini2 yang tidak perlu yg disengaja untuk
>>mengaburkan substansi sebenarnya, apakah GD terlibat atau tidak?.
>>Untuk pemilu or dekrit atau apa kek namanya belum bisa dilakukan
>>s.d. saat ini...karena saya kasian banyak yg harus kita bayar mahal
>>nantinya, PENTINGKANLAH MASYARAKAT INDONESIA SECARA KESELURUHAN &
>>BUKAN HANYA GOLONGGANNYA SENDIRI.
>>
>>Salam,
>>
>>-----
>>T.ManiK wrote :
>>PEMILU DIPERCEPAT... ???  Ah, itu khan keinginan orang-orang yang mau
>>ngincar kursi kepemimpinan aja.  Belum tentu hasil Pemilu itu lebih baik
>>(seperti kata Kang Agus), sementara social cost tetap harus dibayar.
>>Kayaknya langkah Gus Dur untuk 'freezing' parlemen boleh juga tuh.  Selain
>>itu fungsi korektif dari unsur masyarakat (terutama gerakan mahasiswa yang
>>belum terkontaminasi konflik politik) harus jalan.  Mudah-mudahan kita
>>nggak
>>terjebak untuk nurunin orang yang sdh kita pilih sendiri dengan susah
>>payah.
>>Ingat biayanya... yang kemaren aja masih berasa.
>>
>>-tmp-
>>'Semper Fi'
>>
>>
>>-----Original Message-----
>>From: [EMAIL PROTECTED]
>>[mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>>Sent: 31 Januari 2001 14:18
>>To: [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: [Kuli Tinta] Re: wakil rakyat....
>>
>>Walaupun Pemilu di percepat, tapi kalau cara pemilihan calon2 wakil
>>rakyatnya
>>masih belum bisa menghasilkan wakil2 yang baik...., jadinya yah... sama
>>saja
>>mutu wakil2nya akan seperti sekarang... yang blunder dari mulai memilih
>>presiden
>>sampai ke pemilihan prioritas tugas2 yang harus diselesaikan
>>..................
>>jadi semua sumber masalah adalah di wakil2 rakyat......, dan dampaknya ke
>>segala
>>permasalahan......
>>
>>cheers,
>>AgusW
>>
>>"BKC1214 Nopi Hidayat"
>>01/31/2001
>>06:03:21 AM
>>
>>Please respond to [EMAIL PROTECTED]
>>
>>To:   [EMAIL PROTECTED]
>>cc:    (bcc: Agus Widjiastono)
>>Subject:  Re: [Kuli Tinta] detik.com sore ini, RE: [Kuli Tinta] Re: SCTV,
>>      siang ini (30 Jan 2001)
>>
>>Wah seperti kalau permilu dipercepat cost social-nya
>>buesar banget yg harus rakyat keluarkan?,
>>belum lagi kita lunas mbayarin listrik/minyak/pajak yg pada naik
>>eh ketimpuk dengan hal yang lain lagi...ruwet2.
>>
>>tapi kalau itu terpaksa sih boleh2 aja.
>>
>>Salam,
>>-----------
>>
>>Martin Manurung Wrote :
>>Presiden tak bisa membubarkan DPR
>>tetapi ada jurisprudensi Dekrit Presiden 5 Juli
>>dan ada jurisprudensi bahwa Pemilu bisa dipercepat
>>
>>Kalau begitu percepat saja pemilu
>>____________________________________________
>>Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
>>Faculty of Economics, University of Indonesia.
>>
>>My religion is very simple,
>>my religion is kindness
>>-- Dalai Lama
>>----- Original Message -----
>>From: Imron Zen <[EMAIL PROTECTED]>
>>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>>Sent: Tuesday, January 30, 2001 6:55 malam
>>Subject: [Kuli Tinta] detik.com sore ini, RE: [Kuli Tinta] Re: SCTV, siang
>>ini (30 Jan 2001)
>>>
>>> dari berita detik.com di bawah ini, maka amat sangat
>>> wajar pertanyaan Indiarto 'Apa Gus Dur tidak tahu
>>> konsekuensinya dengan melempar wacana tersebut ?'
>>>
>>> iz
>>>
>>> http://www.detik.com/peristiwa/2001/01/30/2001130-173102.shtml
>>> Akbar Tandjung:
>>> Presiden Tak Bisa Bubarkan DPR
>>> Reporter: Aulia Andri
>>> detikcom - Jakarta, Ketua DPR Akbar Tandjung
>>> menyatakan, Presiden dan DPR merupakan lembaga tinggi
>>> negara yang sama kedudukannya. Dengan begitu, menurut
>>> Akbar, sesuai konstitusi Presiden tidak bisa
>>> membubarkan DPR. Demikian juga sebaliknya.
>>> "Kalau berdasarkan konstitusi, tak ada dasar untuk
>>> mengambil tindakan pada DPR. Apalagi oleh Presiden.
>>> Presiden dan DPR itu sama-sama lembaga tinggi negara.
>>
>>cut.
>>
>
>
>
>...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke