--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Sabtu 03 Februari 2001 13:20 UTC * POSISI MEGAWATI SANGAT KUAT, APA YANG SEBAIKNYA DIA LAKUKAN SEKARANG? Gus Dur akhirnya diberi memorandum. Indikasi korupsi jutaan dolar semakin jelas. Gus Dur berada di ambang kejatuhan. dalam situasi ini, semua mata tertuju kepada Wapres Megawati. Posisi Mega sangat strategis. Nah, apa yang seharusnya paling baik dilakukan oleh Megawati sekarang ini? Berikut jawban Djimly Assidiqqy, ahli hukum tatanegara, kepada Radio Nederland. Djimly Assideqqy (DA): Saya kira yang paling baik dilakukan oleh Wakil Presiden adalah menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya sebagaimana sudah ditetapkan dalam Kepres. Pembagian wewenang antara Presiden dan Wakil Presiden, di mana salah satu butir penting di situ ditegaskan bahwa Wakil Presiden memimpin pemerinthan sehari-hari. Mengkoordinasikan tugas-tugas pemerintahan sehari-hari. Nah, itu saya kira kalau konsisten pada itu, itu bisa dilaksanakan saja. Sehingga ia tidak terlibat dalam berbagai isyu yang berkenaan dengan kedudukan Presiden Abdurrahman Wahid. Radio Nedaralangm(RN): Apakah itu berarti dia harus diam, seperti yang dia lakukan selama ini? DA: Ya saya kira itu memang yang dia lakukan selama ini. Dan dia konsisten saja, dia mampu membedakan antara kedudukan dia sebagai Wakil Presiden dan kedudukan dia sebagai Ketua Umum partai pemenang pemilu. RN: Dan diamnya ini bisa menjadi modal utama ya, untuk dia maju terus. Atau bisa menjadi sebaliknya,Pak Djim? Ya, sebaliknya itu, jangan-jangan orang katakan, diam ini karena dia bodoh. DA: Aa, itu bisa juga ada yang menilai begitu. Tetapi kalau ada hal-hal yang menyangkut pelanggaran, kemudian berhasil dibuktikan melalui sidang parlemen, sesuai dengan aturan konstitusi, dan untuk itu kemudian Presiden terpaksa diberhentikan, atau dengan sukarela dia mengundurkan diri, maka tentu yang harus mengambil tanggung-jawab adalah Wakil Presiden. Sesuai dengan ketentuan pasal delapan Undang-undang Dasar '45. Yaitu sampai habis waktunya. Sampai habis masa jabatan. Tadi juga ada yang mempersoalkan, bagaimana kalau Wakil Presiden tidak bersedia. Ya tidak bisa. Dia harus bersedia. Itu sebagai akibat kesediaan dia menjadi Wakil Presiden. RA: Tetapi anda sepakat dengan saya kalau memang sekarang dalam saat seperti ini, posisi Megawati secara politis sangat-sangat kuat. Dan sangat strategis. DA: Ya. sangat menentukan juga. Karena pola pengambilan keputusan di DPR kemarin juga sangat banyak ditentukan oleh sikap PDI-Perjuangan, dan PDI-Perjuangan sebagai satu kesatuan partai juga sangat tergantung kepada sikap Megawati, sebagai Ketua Umum PDI-Perjuangan. RN: Apakah dalam situasi sekarang ini Mega perlu mengeluarkan pernyataan atau kata-kata, yang katakanlah, bersifat kudeta atau mengambil alih kekuasaan? DA: Saya pikir tidak perlu. Tidak perlu. RN: Ya tidak perlu bagaimana, dia kan sudah cukup kuat secara politis. DA: Kita situasinya agak berbeda dengan di Filipina. Bukan hanya situasinya berbeda, tetapi juga karakter orangnya, Arroyo itu juga berbeda dengan Megawati. Jadi kita tidak bisa pukul rata menyamakan keadaan di Filipina dengan di Indonesia. Dan karena itu berharap Megawati akan mengambil langkah-langkah yang diambil Arroyo di Filipina. Memang agak berbeda situasinya. Demikian Djimly Assidiqqy, seorang ahli hukum tatanegara kepada Radio Nederland. * TEMA GEMA WARTA: AMIEN RAIS INGIN SI MPR, SIAPA YANG MASIH DUKUNG GUS DUR? Rapat Paripurna DPR RI kemarin berlangsung cukup seru dan panas, berbagai interupsi terdengar di awal pembukaan sidang. Rapat kali ini sangat istimewa, karena saat itulah temuan Pansus atas keterlibatan Gus Dur secara langsung atau tidak langsung dalam skandal Bulog Gate dan Brunei Gate, diputuskan oleh fraksi-fraksi di DPR. Fraksi PDIP menjadi fraksi pertama yang didengarkan pendapatnya. Lebih lanjut, berikut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta: Laksamana Sukardi yang ditunjuk sebagai jurubicara menyatakan menerima hasil Pansus dengan catatan, mengusulkan DPR agar memberikan peringatan kepada Presiden. Tak berbeda dengan PDIP, Partai Golkar, Fraksi PP, Fraksi Reformasi juga menerima hasil Pansus. Demikian pula dengan Fraksi TNI/Polri. Fraksi TNI/Polri yang selama ini lebih memilih netral dan abstain dalam setiap pengambilan keputusan melalui pemungutan suara di rapat paripurna DPR, dalam Pansus Bulog dan Bantuan Brunei berbaur dengan sebagian besar fraksi yang menerima laporan akhir Pansus. Dalam pemungutan suara di rapat paripurna DPR di Gedung DPR/MPR, Kamis petang, sebanyak 38 anggota Fraksi TNI/Polri memilih menerima hasil kerja Pansus. Maka jika keinginan Amien Rais diikuti, dalam tiga minggu Gus Dur sudah bisa dipastikan jatuh melalui suatu Sidang Istimewa MPR. Amien tidak ingin untuk menunggu proses pengiriman memorandum oleh DPR, karena ini akan memakan waktu paling tidak tiga bulan. Menurut Amien satu-satunya jalan bagi Gus Dur saat ini adalah mengundurkan diri secepatnya, secara terhormat. Ini merupakan jalan terbaik baginya dan keluarganya. Sebaliknya Gus Dur diberitakan dalam keadaan sangat resah dan marah. Karena ia merasa dilecehkan dan dianggap telah menipu publik. Gus Dur sebenarnya ingin membubarkan DPR tetapi pihak angkatan darat menentangnya. Sesuai dengan sumpah prajurit Sapta Marga, TNI harus mempertahankan konstitusi. Kalau presiden melanggar konstitusi maka tentara bisa menangkapnya. TNI-AD memang sudah tidak taat lagi pada Presiden Abdurahman Wahid. Utamanya karena Gus Dur ingin mengganti KSAD Jenderal Endiartono. Semua perwira Mabes AD akan mengundurkan diri, jika Gus Dur melakukan pergantian KSAD. Hingga kemarin tinggal Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang masih setia mendukung Gus Dur. Polri bersikap ragu-ragu. 11 ribu orang mahasiswa yang kini sedang menggoyang Gus Dur di Jakarta dengan antara lain mendatangi gedung DPR serta Istana, dikabarkan secara diam-diam mendapat dukungan moril dari Angkatan Darat. Pada umumnya memang keempat angkatan lebih condong pada Megawati. Wakil Presiden Megawati tetap menyatakan loyal pada Gus Dur. Tetapi ia tidak dapat menahan aksi-aksi mahasiswa atau move-move politik pendukungnya karena itu merupakan keputusan Kongres PDIP di Bali. Dalam arti, kongres menginginkan agar ia dijadikan Presiden RI. Karena itu kalau sesuai konstitusi, MPR menginginkan ia menggantikan Gus Dur pada Sidang Istimewa MPR mendatang, maka Mega harus menerimanya. Maka di atas kertas kekuasaan Gus Dur telah berakhir. Kini apa lagi yang bisa dilakukan Gus Dur? Kemarin ia mulai memanggil beberapa tokoh masyarakat, tokoh reformis, yang selama ini tidak digunakannnya. Mereka antara lain mengatakan bahwa ia diamanatkan oleh MPR untuk memberantas KKN, tetapi hal itu tidak dilakukannya. Maka sebagaimana halnya dengan apa yang dikatakan oleh Ketua MPR Amien Rais kepada Menteri Luar Negeri Alwi Shihab, ketika ia dihubungi kemarin dulu, para teman lama Gus Dur pun mengatakan: nasi sudah menjadi bubur. "Anda sudah terlambat". Namun ada juga yang mengatakan jika Gus Dur mau mengambil simpati rakyat kembali maka hari Jum'at ini pun ia harus melakukan penangkapan-penangkapan. Yang ditangkap itu haruslah para penjahat Orde Baru. Ia harus mengumumkan pembubaran Golkar demi untuk keselamatan negara. Namun banyak pengamat yang mengenal Gus Dur menyangsikan keberanian sang Presiden. Mahasiswa yang bergerak menentang Gus Dur kini dipimpin oleh tokoh-tokoh kampus yang masih muda-muda dan penuh dengan idelalisme. Yang secara tidak langsung mendukung Gus Dur dengan menghujat Golkar umumnya terdiri dari mahasiswa-mahasiswa generasi tahun 1998 yang menjatuhkan Soeharto. Mereka lebih berpengalaman dalam aksi-aksi di jalanan. Tetapi mereka dituduh para tokoh anti Gus Dur sebagai demonstran bayaran. Massa Ansor dan Banser pun dituduh sebagai massa bayaran. Sebaliknya Ansor menuduh para mahasiswa dari pelbagai BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dibayar oleh para mantan menterinya Soeharto. Yang menarik adalah keterangan Prof Sarbini Sumawinata. Dikatakannya apa yang terjadi saat ini hanyalah snapshot belaka atau cukilan-cukilan peristiwa. Hari ini misalnya kekuatan Gus Dur lebih banyak. Besok kekuatan anti Gus Dur yang dominan. Tetapi ini semua tidaklah penting. Yang perlu kita lihat adalah perkembangan jangka panjang. Orang sering bingung dengan hal-hal yang mereka dengar, mereka lihat, dan mereka analisa. Kita harus mampu mencermati perbedaan antara faktor subyektif dan faktor obyektif. Faktor obyektif menunjukkan dengan jelas bahwa Gus Dur akan jatuh. Karena ia sebagaimana halnya dengan Habibie tidak mampu memenuhi harapan rakyat pada umumnya dan tokoh-tokoh reformasi yang mendudukannya sebagai presiden pada khususnya. Siapa pun yang menjadi presiden, entah itu Megawati, Akbar Tandjung atau Endriartono, akhirnya akan jatuh pula karena tidak mempunyai konsep atau pun kemampuan nuntuk menyelamatkan republik ini dari pelbagai krisis saat ini. Krisis ekonomi, politik, hukum, militer, integrasi dan sebagainya tidak akan mampu mereka atasi, karena untuk itu dibutuhkan orang-orang yang tahu jalan keluar dari kemelut saat ini. Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
