From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, February 08, 2001 10:41 AM
Subject: [JAWA] NURANI ANAK BANGSA
Tatkala saya melihat ke belakang, melihat kehidupanku
(bangsaku) masa
lalu, dan menatap ke depan untuk melihat persinggahanku
(bangsaku) di
masayang akan datang, kudengar bisikan ke dalam Jiwaku.
"Lihatlah kedamaian dan kemakmuran negerimu sampai abad
ke-6. Lalu
kamu mulai berselisih atas nama wangsa (bangsa) Syailendra
dan Sanjaya
yang berada di Pusat Jawa (Jawa Tengah). Kamu bangun
lambang-lambang
kemegahan dan kemakmuran berupa Candi Borobudur dan
Prambanan. Jawa
yang bersendikan "AJI" (Raja/Ratu sebagai lambang kepala
rumah tangga,
kamu geser menjadi "Raja" (dari raj, Sanskerta) yang
berfungsi sebagai
kepala kekuasaan."
"Kamu rela menerima budaya baru dari India, tetapi kamu
semakin lupa
nilai-nilai luhurmu. Kekuasaan sudah menjadi bagian "lila"
(kesenangan
dunia) bagimu. Kamu mulai berebut "kepunyaan Tuhan". Kamu
mulai lupa
"mangan ora mangan yen kumpul". Kamu mulai lupa "holopis
kuntul baris"
sehingga kamu berkilah "lebih baik bisa makan tanpa
kebersamaan" dari-
pada bersama tidak bisa makan. Holopis kuntul baris alias
gotong
royong kamu ganti dengan "rawe-rawe rantas malang-malang
putung" atau
"bersatu kita teguh, bercerai kita jatuh". Sifat
paguyubanmu merosot,
dan kamu ganti sifat patembayan, yaitu sifat kebersamaan
yang dilan-
dasi pamrih."
"Kedua wangsa akhirnya sirna, dan tinggallah wangsa Isyana,
hasil
paduan Borobudur dan Prambanan. Tapi kamu pun tak betah,
akhirnya kamu
menyingkir ke Jawa Timur. Tapi bagian keturunanmu masih tak
rela,
sehingga Prabu Darmawangsa gugur pralaya. Kamu setujui
Airlangga
sebagai raja. Tapi toh kamu tak tega, lalu kerajaan kamu
bagi dua,
utara dan selatan kali Brantas. Agama yang semestinya
menjadi jalan
hidupmu, kamu perselisihkan. Adu kekuatan antara agama
Buddha, Syiwa
dan Wisnu tak terbendung. Panggung kekuatan akhirnya
dipegang olehmu
secara kompromistis, menjadi "Syiwa-Buddha". Saudaramu yang
Wisnu
lebih memilih tinggal di bagian Timur, termasuk Bali dan
Nusatenggara.
Kamu ternyata cuma bertahan 300 tahun (th.1200 - 1500)."
"Kamu mulai mengikuti agama Baru, Islam, yang dibawa oleh
saudara-
saudaramu dari Timur Tengah. Kerajaan Islam Jawa kamu
bangun di awal
abad ke-16. Syahwatmu terhadap kekuasaan tambah "gede".
Transisi 100
tahun tak cukup lagi untuk membangun rekonsiliasi.
Akhirnya, kamu di-
datangi oleh "Walanda" di awal abad ke-17. Kamu diakali
oleh orang
yang nun jauh dari Barat Lautmu. Mereka datang ke tempatmu,
paling
tidak butuh waktu 6 bulan. Mereka lebih lihai dari kamu,
meskipun kamu
telah beramai-ramai menyatakan "berserah diri" kepada
Kanjeng Nabi,
tetapi kamu semakin lupa diri. Agama yang seharusnya kau
jadikan jalan
hidup, cuma kau jadikan identitas diri."
"Yaah, bagaimana pun kamu berusaha bebas dari belenggu
'Walanda". Ke-
sadaran untuk berbangsa di Nusantara semakin dewasa. Anak
turunmu
mulai banyak yang sekolah, terdidik. Oragnisasi kebangsaan
kamu bangun
untuk menggalang kebersamaan di awal abad ke-20. Memang
kamu sudah
terpenjara selama 400 tahun, di dalamnya kamu cuma dapat
cangkang
dunia, bukan mutiaranya. Kamu cuma dapat
tulang-belulangnya, dan bukan
dagingnya yang memberikan gizi bagi hidupmu. Dalam penjara
selama 400
tahun itu sudah cukup untuk membentuk gen baru bagi
perilaku dan sikap
hidupmu. Saaayaang."
"Akhirnya kamu berhasil juga di tahun empat-lima. Kamu
bangun panitia,
lalu kamu angkat seorang "Presiden". Yaah, jabatan baru
yang tidak
pernah ada pada nenek-moyangmu. Kamu belajar waktu itu!
Kamu buat UUD
yang namanya UUD 1945, yang sebelumnya tidak pernah kamu
punya. Sejak
kamu ada di negeri ini kamu memang hidup berlandaskan
konstitusi,
yaitu konstitusi lisan. Karena itu kamu kaget, setelah
ditulis kok
isinya cuma gitu. Lalu kamu ubah menjadi UUD-S 1950. Kamu
buat negara
yang trias politika, ada pelaksana, ada yang ngatur hukum,
dan ada
yang membuat undang-undang, yang disebut DPR. Kamu bangun
pemerintahan
dengan sistem parlementer. Jatuh bangun kamu ganti PM."
"Lalu kamu adakan PEMILU I untuk memilih wakil-wakilmu di
DPR. Maklum
baru 10 tahun merdeka, sehingga konstituante yang baru
belajar itu,
berjalan tertatih-tatih. Bertahun-tahun kamu tak bisa
membuat landasan
negara yang adil dan makmur. Nafsu syahwatmu tambah kelewat
gede!
Akhirnya melalui salah satu sel badanmu, seorang sel bangsa
yang
bernama Soekarno membuat dekrit 5 Juli 1959 untuk kembali
kepada UUD
1945."
"Rupanya kamu lupa, bahwa jika kembali kepada UUD-1945, itu
artinya
kamu harus buang semua UU yang dihasilkan oleh UUD-S 1950.
Sel-sel
busuk yang lahir selama 9 tahun itu harus dibuang.
Eeee...., kamu
malah pakai demi keuntunganmu. Seharusnya kamu buang dan
kamu bangun
sel-sel baru, begitu alamiahnya kehidupan. UU-nya
seharusnya yang
sesuai dengan jiwa dan semangat UUD-1945."
"Tapi, peristiwa 1965 rupanya tak membukakan matamu. Kamu
memang lebih
suka menyiksa dirimu. Kamu memang lebih mementingkan
sel-sel di kepala
mu. Kamu lupa bahwa sel-sel ususmu, ginjalmu, jantungmu,
paru-parumu,
tangan dan kakimu, itu sangat penting bagi kehidupanmu.
Kamu malah
membuat TAP-TAP yang tidak ada landasannya di UUD-1945.
Akhirnya TAP-
TAP itulah yang menjerat langkahmu untuk membangun bangsa
yang jaya."
"Bagian sel-selmu yang ada di kepala sekarang lebih gila
lagi. Mereka
ngebet kepengin jadi kepala itu sendiri. Tak mau lagi
berfungsi
sebagai sel mata, sel telinga, sel hidung, sel mulut.
Maunya semua
kepengin jadi sel otak agar tampak gagah berada di kepala.
LLLHhhooo,
lha wong ditugasi jadi sel mata, hidung, telinga dan mulut,
kok malah
kepengin menjadi sel otak, APA NGGAK JADI SARAF?????
Kalau kita jadi elite yang saraf, BAGAIMANA MASA DEPAN
KITA??? Wajar
kalau sel badanmu yang ada di JATIM merasa tersengat. Maka
kembalilah
menjadi penglihatan, pendengaran, pembau, dan perasa lagi.
Kamu infor-
sikan ke sel-sel otakmu, agar mereka bisa bekerja dengan
benar. Sebab
kalau kamu tak berfungsi seperti apa kewajibanmu, maka
sariramu bisa
kena STROKE. Moodar bangsa ini!
Matur nuwun,
chodjim
------------------------ Yahoo! Groups
Sponsor ---------------------~-~>
eGroups is now Yahoo! Groups
Click here for more details
http://click.egroups.com/1/11231/0/_/32931/_/981603751/
----------------------------------------------------------------
-----_->
<<JAWAKU, JAWAMU, JAWA KITA KABEH>>
Ingin keluar dari mailing list JAWA? Kirim e-mail kosong ke:
<[EMAIL PROTECTED]>
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
