From: Novie To: Sent: Thursday, February 08, 2001 7:51 PM Subject: [indonesia_damai] Salam Damai, Mungkin ada yang berminat ? Dicari Orang Yang Siap Jadi Presiden http://www.kopitime.com/sinarpagi/sinardb/baca_hea dline.asp?id=455 JAKARTA (SP), Pengamat politik dari Universitas Indonesia Hermawan Sulistyo berpendapat, saat ini Indonesia memerlukan orang yang berani menyatakan kesiapannya menjadi presiden, bukan orang yang hanya berani menyuruh presiden turun. "Berani tidak para elit politik itu ngomong, 'Saya bersedia jadi presiden, kalau saya jadi presiden, kabinet saya begini dan kerja saya begini'. Setelah itu, biar masyarakat lihat kalau benar ayo didukung, dan Gus Dur (Abdurrahman Wahid) silakan turun. Ini kan tidak, setelah diturunkan lalu coba dulu nomor dua, coba nomor tiga," ujarnya, Rabu (7/2). Menurut Kiki, panggilan akrab Hermawan Sulistyo, persoalan presiden mundur atau tidak, diturunkan atau tidak, jauh lebih gampang daripada masa Soeharto atau Habibie. Tetapi yang jauh lebih sulit, lanjutnya, tidak ada satu pun tokoh yang berani mengatakan sanggup menggantikan posisi sebagai presiden. Kiki mengingatkan sejarah buruk yang pernah dialami bangsa Indonesia di masa lalu. Indonesia sudah mengalami dua kali kejadian setelah menurunkan presiden, kemudian tidak tahu siapa yang siap menggantikannya. "Yang kemudian naik tidak siap sehingga asal jadi saja. Masak mau tiga kali begitu," ujarnya. Karena itu, ia mengharapkan tokoh politik seperti Amien Rais, Akbar Tandjung serta Megawati harus berani menyatakan kesiapan dan keberaniannya menjadi presiden sehingga orang bisa menilainya. Ia memperkirakan, berdasarkan realitas politik, jika Presiden Gus Dur turun kemudian Wapres Megawati naik menjadi "penguasa antara", maka yang menjadi soal adalah berapa lama Megawati sanggup bertahan. "Kalau Mega naik, saya jamin dalam seminggu kemudian akan keluar seluruh data tentang Taufik Kiemas, dan kalau itu keluar, dalam hitungan saya paling lama tiga bulan Mega bisa bertahan," ujarnya tanpa menjelaskan data-data apa yang dimaksud. Menanggapi gagasan sejumlah anggota DPR untuk mempercepat Sidang Istimewa (SI) MPR, ia berpendapat, jika upaya mempercepat SI itu dilakukan karena Gus Dur dianggap tidak mampu mengendalikan pendukungnya, maka percepatan SI itu malah akan mengakibatkan lebih banyak pohon yang ditebangi. Saat ini menurutnya, opsi yang dipilih masih terbuka luas mulai dari revolusi sampai SI MPR, dan di tengahnya ada kompromi-kompromi politik. "Tetapi solusi yang paling halus adalah mereka (elit politik) duduk semua, puasa 'ngomong, serta puasa tandatangan (penggalangan tandatangan untuk percepatan SI)," katanya. Sementara itu, pengamat politik lainnya, La Ode Ida menilai kondisi politik yang berkembnag saat ini sudah masuk dalam situasi dilematis antara mayoritas elit politik dengan mayoritas populis (massa pendukung politik). Mayoritas elit politik adalah DPR yang memutuskan memberikan memorandum kepada Presiden Gus Dur. Sedang mayoritas populis adalah kenyataan dukungan massa yang luas dan fanatik terhadap Gus Dur. "Karena itu, orang yang sekarang berupaya mendongkel Gus Dur harus siap berhadapan dengan massa pendukungnya itu," kata La Ode Ida. Untuk mengatasi dilema pertentangan ini bisa diatasi kalau pemerintah cukup kuat dan solid serta mampu membuat prioritas agenda yang tepat yaitu membersihkan pemerintahan dan sisa-sisa Orde Baru. Tapi hal itu sulit dicapai karena pemerintah dan DPR ternyata telah membuat agenda yang keliru. Menurutnya, semestinya pemerintah memprioritaskan pembersihan di jajaran pemerintahan dari sisa-sisa rezim lama. "Kalau saja agenda itu dilakukan, mungkin tuntutan penghancuran sisa-sisa Orde baru dan pembubaran Partai Golkar tidak sekencang sekarang ini," katanya. o( ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-~> eGroups is now Yahoo! Groups Click here for more details http://click.egroups.com/1/11231/1/_/_/_/981636695 / -------------------------------------------------- -------------------_-> ================================================= Forum ini bukan forum debat kusir tetapi bertujuan untuk membangun komunikasi massa yang positif dalam upaya mendorong lahirnya Indonesia yang lebih baik, serta untuk menggali berbagai aspirasi, sambil menguji berbagai langkah FID dalam persepsi komunitas yang lebih luas atau kirimkan pula kritik & masukan terhadap kelangsungan FID di masa yang akan datang dan untuk tercapainya Indonesia yang lebih baik. Bila ingin menjadi anggota milis ini kirimkan email ke: [EMAIL PROTECTED] Bila ingin keluar dari keanggotaan milis ini kirimkan email ke: [EMAIL PROTECTED] ================================================= ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
