---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 09 Februari 2001 15:10 UTC


* PARTAI MANA YANG BERANI TAMPIL MEMBELA GOLKAR

Situasi politik di Indonesia saat ini bisa diibaratkan seperti dua
kapal besar yang  akan bertabrakan. Kapal anti Gus Dur dan kapal anti
Orde Baru. Memang tidak ada satu partai di luar Golkar pun yang
bersedia mendukung partai ini. Kecuali seperti biasa, Amien Rais,
yang menjadi beo Orde Baru ketika berbicara bahwa aksi perusakan di
Jawa Timur didalangi oleh PKI. Lebih lanjut berikut laporan
koresponden Syahrir dari Jakarta:

Yang menarik, banyak orang  yang dahulu dikenal sebagai kelompok anti
Orde Baru kini berada di kapal anti Gus Dur. Jurubicara Banser Hashim
Nur kemarin mengatakan di Pasuruan, Jawa Timur, serangan-serangan
pada musuh-musuh Gus Dur, termasuk Golkar, akan dilanjutkan. "Saya
ingin menyerang Golkar. Ini hanya permulaan. Darah saya dikehendaki
mengalir bagi Gus Dur," katanya. Sedangkan kalangan anti Gus Dur
mengatakan "gelombang kedua gerakan aksi massa anti-Gus Dur akan
lebih besar dan hebat dibandingkan aksi massa pro-Gus Dur. Kami punya
massa dan dana untuk itu," katanya. Tidak ada  kekuatan politik mana
pun yang bisa mengimbangi Golkar soal dana. Dan itulah yang akan
menentukan saat ini dan juga pada pemilu 2004 nanti, ujarnya.

Tetapi benarkah pemilu akan diadakan tahun 2004? Ada desas-desus
bahwa pemilu akan diadakan empat bulan mendatang. Itu konon sudah
merupakan perjanjian antara Gus Dur dengan Akbar Tandjung. Tetapi
Golkar meminta Jaksa Agung Marzuki Darusman tidak diganti.

Sementara itu PRD kemarin mengadukan Partai Golkar ke Mabes Polri.
Golkar mereka anggap telah melakukan fitnah dengan mengatakan bahwa
PRD berada di belakang pembakaran kantor DPD Golkar di Jawa Timur.
Demikian Budiman Sudjatmiko.

Dalam perkembangan lain, PB HMI mengutuk tindakan anarki di Jawa
Timur. Dan 600an orang mahasiswa Anti-Gus Dur menduduki Tugu Muda
Semarang. Banyak di antara mereka merupakan anggota HMI. Seperti
tuntutan BEM UI cs, ribuan mahasiswa Semarang itu mendesak Gus Dur
lengser. Di Jakarta, 500 mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa atau
BEM, mengingatkan, dialog mahasiswa dengan Gus Dur di Hotel
Indonesia, tak ubahnya upaya Gus Dur untuk membentuk opini publik
bahwa dia seorang demokrat dan memisahkan diri dari garis Orde Baru.
Kemarin mereka bergerak ke bunderan Hotel Indonesia dan dengan
lantang meneriakkan "Gus Dur harus mundur." Mereka dihadapi seratus
mahasiswa pendukung Gus Dur. Kami hanya sedikit kata seorang aktivis
pro-Gus Dur. Tetapi pihak lawan biasanya mundur karena mengetahui
kami ini sisa-sisa korban pentungan dan gas air mata aparat Soeharto
maupun Habibie. Mereka baru belajar turun ke jalan, jelasnya.

Di Bandung massa pro-Gus Dur  ternyata batal 'menyegel' kantor ICMI
Jabar. Mereka langsung menuju DPD Golkar Jabar, Jl Maskumambang,
Bandung. Polisi bersenjata lengkap pun telah bersiaga di DPD Golkar.
Para  petinggi Golkar kini berfikir keras untuk melakukan aksi balik,
sekaligus mengadu lawan-lawan politiknya. Namun, Golkar sangat
meyadari bahwa aksi-aksi tersebut akan menyebabkan demoralisasi
partai tersebut. Hingga kini misalnya, tidak ada satu kekuatan
politik pun yang berani membela Golkar. Bahkan ormas-ormas onderbouw
Golkar yang dulu sangat dibanggakan, terkesan mati kutu. Mereka
benar-benar tidak ingin salah langkah. Karena bila itu terjadi, akan
sangat mempengaruhi perolehan suara mereka pada pemilu yang akan
datang.

Golkar pun sangat sadar bahwa stigma politik sedang diarahkan ke
tubuh mereka sebagai biang kerok Orde Baru. Mereka sangat sadar
ongkos politik yang akan mereka bayar mahal bila stigmatisasi
tersebut berhasil. Karenanyalah stigma lama yang pernah mereka
tudingkan kepada PRD sebagai komunis di masa Orde Baru, mulai mereka
mainkan kembali dengan warna yang lebih lunak. Mereka tidak lagi
menuding PRD sebagai komunis, tapi menuding PRDlah yang berada di
balik aksi pembakaran DPD Golkar Jawa Timur. Golkar, yang dikuasai
para alumni HMI, juga menyadari bahwa Gus Dur pun sedang
mengembangkan strategi mengadu para alumni HMI.

Partai Umat Islam yang diketuai Deliar Noor, senior Akbar Tandjung
dan bekas ketua PB HMI itu, juga sedang dirangkul Gus Dur melalui
Prof. Harun Al Rasyid. Harun Al Rasyid diangkat sebagai penasehat
hukum Presiden.

Aksi-aksi MPO, fraksi radikal HMI, pun terkesan lunak dan secara
tidak langsung menguntungkan posisi Gus Dur. Karena MPO tidak
mempersoalkan hasil-hasil pansus secara langsung. Bahkan DPA yang
diketuai Ahmad Tirto Sudiro, alumni HMI dan ICMI Habibie, pun
terkesan hati-hati dalam menyikapi hasil-hasil pansus tersebut.
Mungkinkah ini hanya salah satu jurus dari jurus kunci grendel atau
catanaccionya Gus Dur.



---------------------------------------------------------------------
Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke