Makanya tak ada salahnya bila sekarang
saya menganjurkan kepada anak-anakku yang masih
SD agar belajar pulitik sejak dini.
Gunanya?
Saya suruh dan provokasi agar punya cita-cita
ndak usah muluk-muluk. Cukup jadi anggota DPR,
yang langsung akan rangkap jabatan sebagai
anggota MPR... gitu lho Mas.
Ah, sayang nama-nama anakku terlanjur berkonotasi
sangat jawa. Sang besar saya namakan Ageng,
yang kecil saya namakan Besar... wis-wis... cilonooo
harusnya dulu namanya Bakat atau Muslihat gitu ya?
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
----- Original Message -----
From: "$Bji(B" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, February 09, 2001 8:02 PM
Subject: [Kuli Tinta] Amien Rais: MPR Tak Terbelenggu Aturan
untuk Gelar SI
Amien Rais: MPR Tak Terbelenggu Aturan untuk Gelar
SI
Reporter: Aulia Andri
detikcom - Jakarta, Tekad Ketua MPR Amien Rais
untuk
mempercepat penyelenggaraan Sidang Istimewa (SI)
agaknya tak bisa dibendung lagi. Amien
mengingatkan,
MPR adalah lembaga kedaulatan tertinggi. Sehingga
MPR
tidak terbelenggu dengan aturan-aturan tata tertib
untuk menggelar SI.
"Kalau keadaan makin anarkis, kemungkinan digelar
SI
adalah sebuah keniscayaan," tegas Amien Rais
kepada
wartawan di ruang kerjanya di Lantai 5 Gedung
Nusantara III DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat
(9/2/2001).
Amien Rais berpendapat, dalam demokrasi, pemimpin
itu
biasa datang dan pergi. "Kalau sudah tak dipercaya
lagi, ya go!," ujar Amien. Seperti dimaklumi,
Amien
menilai legitimasi Gus Dur sudah habis begitu
Pansus
Buloggate-Bruneigate melaporkan indikasi
keterlibatan
dan inkonsistensi Presiden dalam dua skandal itu.
Untuk itu, memorandum yang dijatuhkan DPR kepada
Gus
Dur tidak cukup memuaskan Amien. Karena,
memorandum
pertama tersebut masih harus menunggu memorandum
kedua
untuk menuju kepada SI. Amien pun memprakarsai
pertemuan dengan para ahli hukum tata negara,
untuk
mencari celah menggelar SI tanpa melalui tahapan
memorandum yang rumit.
Amien juga memprakarsai pertemuan para pemimpin
partai-partai politik besar minus PKB. Pertemuan
itu
menggagas sebuah komunike bersama untuk
mengeluarkan
seruan kepada Presiden Gus Dur. Tapi apa isi
seruan
itu, hingga kini masih digodok. Diduga seruan itu
tidak akan jauh dari urusan SI dan permintaan agar
Gus
Dur meletakkan jabatannya. (smu)
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
- [Kuli Tinta] Amien Rais: MPR Tak Terbelenggu Aturan untuk G... ��
- Fukuoka Kitaro
