From: "Dadi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Puntodewo ini rupanya orang yang baik tapi rupanya tidak tegas
dan tidak
cerdik.
Jadi kasihan seluruh orang Pendawa harus menanggung akibat
kebodohannya.
Mudah-mudahan ini hanya di cerita wayang saja.
---------------------------------------------
Dasar tulisan saya yang lalu memang hanya terjadi
di jagad pagelaran di atas gedebog-pisang sepenjangkauan
depa Ki Dalang.
Namun boleh kan saya memandangnya sebagai suatu sindiran.
Siapakah Puntadewa, Drupadi (isteri 5 orang itu) dan ke-empat
adik-adik nya. Puntadewa itu dilambangkan sebagai anak
pujan (lahir karena pujaan) dewa Darma. Darma adalah keharusan
atau keajiban konsekwensi dari keberadaan segenap makhluk.
Sebagai manusia maka berlakulah seperti apa harusnya
manusia karena hanya manusia makhluk yang diwenangkan
untuk berbuat baik dan berbuat jahat. Dan seterusnya.
Sebagai raja, Puntadewa dipahat seagai peraga yang
tidak bermahkota, kecuali gelung Keling yang melambangkan
gelung rambut seorang yang gemar pada spiritualisme.
Dia tidak dipahat memakai pakaian kebesaran seorang
raja. Badannya telanjang. Puntadewa yang selalu
ditampilkan tanpa pernah Berkacak Pinggang (malang
kerik). Raja yang tidak mampu berperang.
Semua itu bila kita anggap Puntadewa adalah raja
sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Maka
benar sekali dia adalah orang baik yang bodoh karena
terlalu permisif. Tetapi kalau kita lihat substansi suatu
daulat, maka Puntadewa dapat kita pandang sebagai
pemilik Kedaulatan. Siapakah pemilik kedaulatan sesungguhnya
dalam suatu negeri? Apalagi yang bersistem demokratis?
Siapakah yang selama 32 tahun lebih ini selalu saja
menurut adegan permainan Judi? Yang rela menyerahkan
segala miliknya untuk bertaruh dalam permainan Dadu
itu... permainan dadu yang bertumpu pada angka-angka?
Dan bisakah kita membaca TRIWIKRAMA raksasa putih
yang sering mempermalukan saudara-saudara Puntadewa
yang lebih terhormat? Dan bolehkah kita meneropong
apa yang akan diwarisi oleh Pandawa Lima setelah
bharatayuda seandainya itu terjadi kini di Indonesia?
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek wayang?
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
- [Kuli Tinta] Rekonsiliasi Darah Bharata Fukuoka Kitaro
- RE: [Kuli Tinta] Rekonsiliasi Darah Bharata Dadi
- Re: [Kuli Tinta] Rekonsiliasi Darah Bharata 裼
- Fukuoka Kitaro
