Sore ini Rizal Ramli diwawancarai oleh Indarto.
Point yang menarik adalah Indarto dengan kedipan
matanya yang lebih sering dari biasanya (agak
kurang tenang) mencoba untuk menggiring RR pada
posisi agar RR  membenarkan dirinya sendiri.
Bahkan, RR
dipojokkan dengan pernyataan para pengamat ekonomi
diantaranya Adinigsih dan Sri Mulyani.

Sayang. Indarto tidak berhasil karena justru RR
yang memegang kendali dengan mengatakan bahwa
fakta harus dipisahkan dari opini (yang sekarang
sedang membudaya) untuk bisa menilai dengan benar.
RR membeberkan banyak fakta dan angka termasuk
pertumbuhan 4.8 persen tahun 2000 dibanding 0
persen di tahun
1999. Dalam hal ini, RR mengatakan bahwa para
pengamat itu lebih banyak berperan sebagai
pengamat politik.

RR juga membeberkan fakta untuk memagari Indarto
dengan mengatakan kehancuran dibidang
Konglomerasi, Perbankan, dan Hutang yang ratusan
milyar warisan Orba. Oleh karena itu, RR mengajak
pengamat untuk berbicara angka dan fakta guna
menilai keadaan. Ini sebagai tanggapan RR atas
pertanyaan Indarto yang menanya apakah RR juga
akan bersikap seperti itu kalau sebagai pengamat.
Pertanyaan ini menunjukkan posisi Indarto yang
agak terdesak, mestinya dia menguji konsisten RR
dengan mengungkap fakta ketika RR mengkritisi
pemerintahan Orba. Sayang sekali, memang itu bukan
kapasitas Indarto. Chandra Wibowo benar bahwa
cantik saja sekarang tidak cukup ..... artinya,
cantik dan cerdas lebih dibutuhkan. Kelangkaan itu
kayaknya sedang melanda SCTV.

Ajakan RR ini mestinya isa ditindaklanjuti oleh
SCTI atau RCTI dengan mengadakan dialog antara RR
dengan tim
pengamat itu sekaligus untuk mengklarifikasi
apakah benar simpang siur pencatutan nama itu
benar. Bukankah dulu RCTI pernah mempertemukan Sri
Mulyani dengan Anggito dengan Umar Juworo setelah
pidato
pertanggungjawaban Hbb yang ditolak itu? Apakah
ada SCTV dan RCTI beranii menerima tantangan?

Pak Hasan, apakah RR ini yang dimaksud sebagai
orang ITB disekeliling GD?


----- Original Message -----
From: BLONTANK POeR <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, February 12, 2001 6:02 AM
Subject: Re: [indonesia_damai] Re: FW: [Sabil] Nur
Hidayat dan Peledakan Malam Natal


Andai belum pernah mendengar, ada baiknya
Bapak/Ibu/Saudara yang terhormat
membuka www.bangsaku.com.

Saya jamin lucu dan menarik... (Sekadar referensi)

blt
["Memihaklah dengan dalih tidak memihak"]

----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, February 12, 2001 6:04 AM
Subject: [indonesia_damai] Re: FW: [Sabil] Nur
Hidayat dan Peledakan Malam
Natal


HAHAHAHHAHAH...FORWARD NYA DARI SABIL AJA DI
DENGARIN....
WONG ISINYA PROVOKASI MELULU......
ISINYA HANYA ANALISA BELAKA...YANG BERDASARKAN
KECURIGAAN PLUS
KETIDAK SENANGAN DAN KEBENCIAN THD LAWAN....

HAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHHA......

KAPAN INDONESIA BISA DAMAI..........

OMONG KOSONG..............

HAHAHAHHAHAHAHA.....MELIHAT MENTAL SEMUA BANGSA
INDONESIA,
INDONESIA BISA JADI AFGANISTAN KE DUA.....

ATAU BANGLADESH......., PAKISTAN,......


HAHAHAHAHAHHAHA....TUTUP AJA NIH
MILIS......TERLALU
MULUK.....NAMAMYA..


--- In [EMAIL PROTECTED], "sopril amir"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam,
> Saya yakin ini bukan yang pertama, meski
demikian rasanya tetap
saja menarik
> untuk mengetahui kenapa prasangka seperti ini
bisa begitu kuat
bertahan
>
>
> -----Original Message-----
> From: Rahmat Pribadi SPG [mailto:rahmat@o...]
> Sent: Saturday, February 10, 2001 6:05 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Cc:
>
Mail2news-20010210-soc.culture.indonesia+alt.cultu
[EMAIL PROTECTED]
> mit.edu
> Subject: Re: [Sabil] Nur Hidayat dan Peledakan
Malam Natal
>
>
> Akh Syaifuddin,
>
> Rasanya saya juga sependapat dengan anda. GD
gagal memainkan Islam
kanan
> untuk
> stigmatisasi dan viktimisasi. Namun kali ini ia
cukup berhasil
memperdaya
> Budiman Soedjatmiko dan PRD-nya.
>
> Mulanya mereka memang kerja sama. Budiman
Sudjatmiko bahkan pernah
bertemu
> langsung dengan Hasyim Muzadi (Ketua PBNU) untuk
membicarakan kerja
sama
> ini.
> Kerja sama NU-Kiri di Jakarta tempo hari gagal,
antara lain karena
sebagian
> besar dana (sekitar 2-3 miliar) masuk ke kantong
pribadi elitenya.
Sehingga
> pengerahan massa kala itu tidak maksimal, kalah
banyak dengan massa
> (mahasiswa
> dll) yang anti Gus Dur.
>
> Kegagalan menekan DPR yang menghasilkan
kesimpulan bahwa GD terlibat
> Bruneigate dan Buloggate, membuat mereka kalap.
Pelampiasannya di
Jatim.
> Alasannya:
> 1. Bila amuk massa dilakukan di Jakarta, maka
akan mempercepat
kejatuhan GD.
> 2. Jatim lebih aman, karena merupakan basis NU
yang paling kuat
sekaligus
> merupakan basis kiri yang cukup militan.
> 3. Mereka tdk berani melakukan itu di Jakarta
krn akan mendapat
perlawanan
> cukup berarti dari elemen masyarakat (termasuk
TNI/Polri).
>
> Pelaku anarki memang komunitas NU namun dibawah
komando kiri. Jadi,
> orang-orang NU tinggal bilang, "Oh. itu bukan
dilakukan oleh kami,
buktinya
> anggota Banser juga banyak yang jadi korban."
>
> Kini, setelah kecaman berbagai pihak semakin
kuat terhadap kasus
anarkisme
> di
> Jatim itu, GD dan NU pada umumnya mengatakan,
"itu perbuatan kiri."
>
> Amien Rais yang ikut-ikutan menyatakan ".itu
perbuatan kiri."
sebenarnya
> dalam
> rangka kompromi, supaya gedung sekolah
Muhammadiyah (dan kantror
Cabang PW
> Jatim) tdk menjadi korban lanjutan.
>
> Budiman Sudjatmiko dkk sebenarnya sudah menebus
dosanya kepada NU
dengan
> membuat anarkisme di Jatim yang cukup berhasil.
Namun tetap saja ia
> disalahkan. Meski ia tidak berkhianat
sebelumnya, tetap saja akan
> disalahkan.
> Begitulah akhlak NU.
>
> Budiman Sudjatmiko sendiri sudah terlibat sejak
awal, maksudnya
sejak
> skenario
> peledakan di malam Natal. Ia tahu skenario itu.
Sehari setelah
peledakan
> malam
> Natal, Budiman Sudjatmiko termasuk berada di
jajaran elite yang
kemudian
> membentuk FID. Bisa dibayangkan, dalam tempo
singkat sejumlah tokoh
penting
> berkumpul di Hotel Indonesia (saat itu
kebanyakan tokoh Islam sedang
> I'tikaf),
> untuk merespon kasus peledakan malam Natal.
Begitu cepat seolah
mereka sudah
> tahu sebelumnya.
>
> Peledakan di malam Natal dan pembentukan FID
seperti satu paket.
Begitu
> meledak, besoknya berdiri FID. Untung saja di
tengah-tengah mereka
ada Imam
> B.
> Prasodjo sehingga skenario stigmatisasi thd
Islam Kanan tdk
berlangsung
> mulus.
> Coba bayangkan, dalam tempo singkat, FID melalui
congornya Munir
dan Nababan
> mengatakan keterlibatan Hartono dan Prabowo.
Sebelumnya, GD pernah
bilang
> kepada pers ia tahu jenderal yang menjadi otak
peledakan di malam
Natal,
> dalam
> tempo kurang dari 24 jam setelah kasus peledakan
terjadi.
>
> Kesimpulan bahwa pembentukan FID merupakan satu
paket dengan
peledakan itu
> sendiri, didapat dari seorang aktivis Islam yang
menyusup ke tengah-
tengah
> konferensi pers deklarasi pembentukan FID. Dari
situlah ia
menyimpulkan
> adanya
> paket tersebut.
>
> Kini baik Munir maupun Nababan tdk lagi buka
suara soal beberapa
Jenderal
> yang
> katanya terlibat kasus peledakan di malam Natal,
setelah dibongkar
adanya
> keterlibatan SK (dan AWK) pada kasus peledakan
di malam Natal itu,
yang
> seterusnya mengarah kepada duet GD-BM.
>
> GD sebenarnya bermain cukup cantik. Dia punya
dua tenaga andalan,
yaitu
> Salahudin Wahid sebagai tangan kanan, dan Hasyim
Wahid alias Gus
Iim sebagai
> tangan kiri. Hasyim Waahid inilah yang melakukan
kontak-kontak
dengan kiri
> seperti Budiman, mengerahkan massa dan
sebagainya. Sedangkan
Salahudin
> dengan
> sopan dan bijak tampil di teve dan berbagai
media.
>
> Ada satu pertanyaan yang barangkali bisa anda
jawab, apakah ada
kaitan
> antara
> teror malam Natal yang gagal itu dengan
penyelundupan bahan peledak
dan
> ditemukannya ratusan bahan peledak di Jakarta?
>
> Pada Media Indonesia 3 Feb. 2001 dikabarkan
bahwa petugas bea cukai
menyita
> dua kontainer berisi campuran bahan peledak
yaitu potasium cyanide
dan
> sodium
> cyanide solid yang diimpor dari Jerman oleh PT
TJS di Jakarta.
Kedua bahan
> peledak itu berjumlah 30 ton lebih, bila
dicampur, menurut seorang
mantan
> perakit bom, dapat menjadi bom yang high
explosive.
>
> Sedangkan pada Media Indonesia 8 Feb. 2001
dikabarkan Polisi
menggerebek dua
> buah Gudang di Jakarta Utara yang berisi 1.669
bahan peledak yang
berasal
> dari
> Cina. Kedua pemilik gudang itu adalah Suwandi
alias Along dan
Roberto Wijaya
> Oei alias Atong.
>
> --original message--
> Subject: Re: [Sabil] Nur Hidayat dan Peledakan
Malam Natal
>      Date: Mon, 5 Feb 2001 05:46:45 -0800 (PST)
>      From: Syaifuddin Bidakara <[EMAIL PROTECTED]>
>  Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>        To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>           [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED],
>           [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED],
>           [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>       CC:
>
Mail2news-20010205-soc.culture.indonesia+alt.cultu
[EMAIL PROTECTED]
> ed
> u
>
> > Nampaknya Abdurrahman Wahid memang serius dan
mati-matian
mempertahankan
> kedudukannya sebagai Presiden, dengan berbagai
cara termasuk aksi
teror
> seperti peledakan di malam Natal. Menurut
keyakinan berbagai tokoh
> pergerakan,
> mereka cenderung membenarkan 'analisa' yang
mengarahkan aksi teror
di malam
> Natal sebagai bagian dari upaya Wahid
mempertahankan kursinya.
>
> > Saat ini, yang punya banyak uang bukan cuma
keluarga Cendana,
tetapi juga
> keluarga Ciganjur. Konon, tabungan Wahid selama
setahun menjadi
presiden
> sudah
> mencapai triliunan rupiah (ada yang menyebutkan
belasan triliun
rupiah),
> antara lain bersumber dari upeti para
konglomerat. Artinya, Wahid
punya
> cukup
> dana untuk menggerakkan aksi teror.
>
> > Tentu bukan cuma Wahid yang menjadi kaya
mendadak, juga anak-
isterinya,
> adik-kakaknya, ponakannya, termasuk Hasyim
Muzadi Ketua PBNU yang
saat ini
> saja sudah punya mobil mewah Jaguar.
>
> > Nur Hidayat dan jaringannya yang melakukan
teror di malam Natal,
nampaknya
> hanya merupakan salah satu saja dari upaya Wahid
menciptakan teror.
Di
> bidang
> lain Wahid juga menciptakan berbagai 'teror'
yang juga gagal seperti
> membubarkan atau membekukan DPR, mengganti
petinggi TNI dan
sebagainya. Di
> Jawa Timur sejumlah ulama dianiyaya sepulangnya
menghadap DPR untuk
> menyatakan
> dukungannya terhadap hasil Pansus.
>
> > Dalam hal penggantian petinggi TNI (khususnya
AD), Wahid berupaya
agar
> KSAD
> diganti oleh AWK, namun mendapat banyak
penolakan dari kalangan AD
sendiri.
> Dan AWK melalui Mayjen SK menggarap Nur Hidayat
(beserta
jaringannya) untuk
> melakukan aksi teror di malam Natal.
>
> > Mengapa yang dipilih Wahid untuk melakukan
teror di malam Natal
adalah
> "Islam Kanan" yang notabene adalah musuhnya?
>
> > Bisa ditebak, Wahid ingin memberikan stigma
kepada Islam
pergerakan (yang
> bukan NU), sehingga dengan terungkapnya aksi
teror yang dilakukan
oleh
> "Islam
> Kanan" dapat mendukung sikapnya selama ini bahwa
salah satu
musuhnya adalah
> "Islam Kanan".
>
> > Wahid memang mirip semangka: kulitnya hijau,
isinya metal (merah
total).
>
> -------------------------------------------
> The Fastest Browser on Earth now for FREE!!
> Download Opera 5 for Windows now! Get it at
> http://www.opera.com/download/
> -------------------------------------------



=================================================

Forum ini bukan forum debat kusir tetapi bertujuan
untuk membangun
komunikasi massa yang positif dalam upaya
mendorong lahirnya Indonesia yang
lebih baik, serta untuk menggali
berbagai aspirasi, sambil menguji berbagai langkah
FID dalam persepsi
komunitas yang lebih luas atau kirimkan pula
kritik & masukan terhadap
kelangsungan FID di masa yang akan datang dan
untuk tercapainya Indonesia
yang lebih baik.

Bila ingin menjadi anggota milis ini kirimkan
email ke:
[EMAIL PROTECTED]

Bila ingin keluar dari keanggotaan milis ini
kirimkan email ke:
[EMAIL PROTECTED]

=================================================



------------------------ Yahoo! Groups
Sponsor ---------------------~-~>
eGroups is now Yahoo! Groups
Click here for more details
http://click.egroups.com/1/11231/1/_/_/_/981933624
/
--------------------------------------------------
-------------------_->

=================================================

Forum ini bukan forum debat kusir tetapi bertujuan
untuk membangun komunikasi massa yang positif
dalam upaya mendorong lahirnya Indonesia yang
lebih baik, serta untuk menggali
berbagai aspirasi, sambil menguji berbagai langkah
FID dalam persepsi komunitas yang lebih luas atau
kirimkan pula kritik & masukan terhadap
kelangsungan FID di masa yang akan datang dan
untuk tercapainya Indonesia yang lebih baik.

Bila ingin menjadi anggota milis ini kirimkan
email ke: [EMAIL PROTECTED]

Bila ingin keluar dari keanggotaan milis ini
kirimkan email ke:
[EMAIL PROTECTED]

=================================================








...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke